Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Gerindra Bantah Arahkan Relawan Kampanye Hoaks

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Menyusul ditangkapnya tiga perempuan atau emak-emak pendukung Prabowo – Sandi (Pepes) penyebar fitnah Jokowi – Ma’ruf Amin di Karawang, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah mengarahkan relawannya untuk kampanye hitam atau hoaks.

Demikian disampaikan Direktur Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Dalam video itu, perempuan itu mengatakan bila Jokowi terpilih sebagai presiden, maka nikah sejenis sah, dan suara azan akan dilarang. “BPN selalu memberikan pembinaan. Selalu memberikan arahan agar tidak melakukan black campaign,” ujar Ketua BKD itu.

Namun, Dasco mengakui jika Pepes merupakan relawan binaan BPN Prabowo. Tapi, pihaknya belum dapat memastikan para pelaku merupakan anggota Pepes.

“Kami akan cek dulu . Apakah memang benar anggota Pepes yang melakukan kampanye hitam atau bukan. Karena bisa aja ada yang berpura-pura atau nyaru-nyaru jadi anggota Pepes,” kata Dasco.

Menurut dia, bisa saja ada yang menuduh anggota PEPES. “Tapi belum tahu benar atau enggak. Karena itu, kami akan cek dulu. Itu benar anggota PEPES atau bukan?” pungkasnya.

Polisi telah mengamankan tiga orang pelaku yang terdapat dalam video itu. Tiga pelaku tersebut berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44). Ketiganya kini berada di Mapolda Jabar untuk diperiksa.

Dalam video itu terlihat para perempuan itu meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis tersebut.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata emak-emak itu.

Baca Juga :   Sengketa Pilpres, MK: Selesai Agustus 2019
Advertisement
Loading...
Loading…