Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Dua Bulan PTT Tidak Gajian, Wakil Ketua DPRD Kota Angkat Bicara

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Sampai saat ini,  Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang belum mengumumkan hasil tes Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Hal ini tentunya berpengaruh pada pembayaran honor PTT yang belum dibayarkan sejak Januari 2019 lalu.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Telendmark Daud, Sabtu (23/2) mulai angkat bicara.

Telendmark mengingatkan Pemkot Kupang agar tidak menunda pengumuman hasil tes dan kejelasan status PTT, apakah diperpanjang atau diberhentikan.

Karena hal ini menurut nya akan sangat berpengaruh pada pembayaran honor dan dikhawatirkan akan berpengaruh juga pada kinerja PTT yang ada.

“Proses tes bagi para PTT ini sudah dilakukan, jadi pengumumannya pun harus cepat, sehingga mereka bisa mengetahui akan status nasib mereka sebenarnya, apakah kontrak mereka diperpanjang atau tidak,” kata legislatif asal Partai Golkar ini.

Menurutnya, sampai sekarang belum ada kejelasan kontrak para PTT, maka dampaknya akan berpengaruh pada honor.

“Karena sudah dua bulan PTT ini tidak mendapatkan honor. Dikhawatirkan akan berpengaruh pada kinerja serta untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka,” terang Telendmark.

“Hal ini menjadi perhatian kami di lembaga DPRD tentang nasib PTT, sehingga kami meminta kepada pemerintah agar mempercepat penentuan status para PTT ini, apakah lulus atau tidak, agar mereka bisa mengetahui nasib mereka akan perpanjang kontraknya,” lanjut dia.

Harapannya, awal Maret nanti semua sudah diumumkan secara jelas, agar pembayaran honor bisa berjalan, terhitung tiga bulan Januari,  Februari dan Maret.

“Jika memang ada PTT yang tidak diperpanjangan kontraknya maka segera diumumkan, serta nama-nama PTT yang diperpanjang kontraknya. Seperti yang kita tahu bersama bahwa proses tes  tertulis sudah dilakukan hampir satu bulan, dan juga wawancara juga sudah dilakukan, maka sekarang pemerintah harus percepat proses pengumuman,” ujarnya.

Baca Juga :   Ledakan yang Terjadi di Medan Murni Karena Kecelakaan Akibat Pipa Gas

Dikatakan, semua berkaitan dengan kehidupan dan kinerja PTT sendiri,  bagaimana para PTT ini diminta masuk kerja dan tidak menerima upah selama dua bulan.

Untuk itu, pemerintah harus mempercepat pengumuman hasil tes, sehingga tidak terkesan pemerintah menggantung nasib PTT dengan tidak ada suatu kepastian.

“Soal nasib para PTT ini, kami tentunya melihat dan mengikuti berbagai perkembangan. Waktu yang diberikan hingga akhir Februari ini diharapkan dapat diproses, dan jika tidak ada keputusan dan perpanjang kontrak bagi mereka  maka kita lakukan Rapat Dengar Pendapat bersama pemerintah agar mengetahui alasan pemerintah seperti apa, agar dicari solusinya,” ungkapnya.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kabut Asap, Puskesmas Siaga 24 Jam

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com – Puskesmas di Provinsi Riau beroperasi selama selama 24 jam, untuk bersiaga melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya karena terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu sebagaimana keterangan pers resmi dari Kementerian Kesehatan Minggu (15/9/2019).

Menurut pernyataan itu, seluruh masyarakat terdampak asap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas tanpa dikenakan biaya.

“Satgas kesehatan juga telah melaksanakan tugasnya. Seluruh puskesmas sekarang adalah posko tempat mengadu seluruh masyarakat Riau yang terkena ISPA,” kata Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Dia menyatakan Gubernur Riau juga telah menginstruksikan kepada 15 kabupaten-kota/kota di Provinsi Riau untuk melakukan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Bahkan hari ini Satgas Kesehatan mengoperasikan tiga ambulans yang siap sewaktu-waktu dihubungi di nomor 119 selama 24 jam,” kata Edy.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Riau mewajibkan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta di Pekanbaru untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. “Masyarakat yang terdampak karhutla wajib dilayani tanpa pungutan biaya satu rupiah pun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Menurut Mimi, Rumah sakit harus menyediakan ruangan evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Ruang evakuasi juga tersedia di seluruh Puskesmas yang sudah disiagakan selama 24 jam.

Dinas Kesehatan Riau telah membagikan lebih dari 700 ribu masker kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagian masker dilakukan di delapan titik di Pekanbaru, yaitu di depan kantor gubernur, simpang Harapan Raya, Rumbai, Kubang, Pattimura dan lainnya.

Menurut catatan Dinas Kesehatan terjadi peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA. Hingga tanggal 11 September 2019, Dinkes Riau mencatat 9.931 kunjungan kasus ISPA.

Berdasarkan data Kemenkes, efek buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan juga berdampak pada balita. PSC 119 membawa pasien seorang balita ke RSUD Arifin Ahmad dengan kondisi tubuh demam, batuk pilek, dan mata merah berair.

Baca Juga :   Siswi SMA Negeri XII Depok Belajar Menanam di KRL Bojong Gede

Pasien balita mendapat pemeriksaan kesehatan, nebulizer dan cek darah di laboratorium. Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak menyebutkan pasien menderita ISPA.

Kualitas udara di Provinsi Riau masih dalam kategori buruk karena dampak asap serta polutan kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. [ipg]

Continue Reading

Daerah

Asap Kendaraan dan Bongkar Muat Batu Bara Penyumbang Polusi Cirebon

Published

on

Cirebon, Realitarakyat.com – Asap kendaraan bermotor dan aktivitas bongkar muat batu bara menjadi penyumbang terbesar polusi udara di wilayah Kota Cirebon, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan hasil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, yang melakukan pengukuran kualitas udara setiap dua kali dalam setahun yaitu pada saat musim kemarau dan juga musim hujan.

“Yang paling besar menyumbang polusi udara itu merupakan asap kendaraan bermotor,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cirebon Jajang Yaya Suganda di Cirebon seperti yang ditulis, Minggu (15/9/2019).

Belum lagi, kata dia, angin kencang yang biasa melanda wilayah Kota Cirebon saat kemarau membuat kadar debu yang beterbangan meningkat. Sehingga menambah polusi udara semakin tinggi dibandingkan dengan musim hujan. Karena pada saat itu batu bara basah dan tidak menimbulkan debu.

“Setiap musim kemarau pasti ada peningkatan polusi terutama di sekitar pelabuhan, dimana di situ ada aktivitas bongkar muat batu bara,” ujarnya.

Yaya memastikan dari hasil pengecekan dan pemantauan jajarannya, kadar debu yang diterbangkan tidak terlalu parah mencemariKarena udara di Kota Cirebon.

“Dalam setahun kita melakukan uji kualitas udara yaitu pada musim kemarau dan hujan,” katanya. [ipg]

Baca Juga :   300 PTT Terancam Diberhentikan
Continue Reading

Daerah

Edi Kamtono Tantang Anak Muda Pontianak Ciptakan Alat Pemadam Karhutla

Published

on

Pontianak, Realitarakyat.com – Para pemuda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ditantang untuk berinovasi dalam menciptakan alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tantangan dilayangkan Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat meninjau stand PKP di Rumah Radakng Pontianak, dalam Pekan Kreasi Pemuda (PKP) 2019, Minggu (15/9/2019).

“Buatlah inovasi-inovasi, misalnya menciptakan sebuah alat atau cairan yang bisa memadamkan kebakaran di lahan gambut,” kata Edi Kamtono.

Walikota Pontianak yakin tantangannya akan mampu dilakukan oleh anak-anak muda Kota Pontianak. Sebab, ia menilai anak-anak muda di Kota Pontianak cukup kreatif dan inovatif, bahkan beberapa di antaranya sudah mampu unjuk kebolehan hingga di tingkat internasional.

“Ini harus diteruskan untuk memasuki Industri 4.0,” katanya.

Era Industri 4.0 ini, kata dia, semuanya serba digital, menurutnya secara alamiah pemuda akan mampu beradaptasi masuk dalam era digital atau teknologi informasi. Lambat laun cara-cara konvensional mulai ditinggalkan seiring semakin berkembangnya kemajuan teknologi yang serba canggih.

“Mereka harus jeli melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Kota Pontianak sehingga generasi muda di sini tidak akan ketinggalan,” kata Edi. [ipg]

Baca Juga :   HUT PDAM,Berangkatkan Umroh dan Santuni Anak Yatim
Continue Reading
Loading…