Connect with us

Daerah

Bekas Kantor Dinas Pendidikan Aceh Timur Jadi Sarang Mesum

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Bekas Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur di Jalan Ahmad Yani Langsa diduga telah menjadi sarang mesum.

“Itu terbukti dengan diamankannya janda beranal satu AR (19) bersama selingkuhannya AR (22) oleh petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi Syariat, Kamis (21/2) dinihari. Mereka merupakan waega Langsa Baru,” ungkap Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, Kamis (21/2).

Dijelaskan, saat diamankan pasangan bukan muhrim ini belum melakukan hubungan layaknya suami istri. Kepada petugas, mereka mengaku telah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami istri.

Mereka mengaku, banyak pasangan bukan suami isteri melakukan hubungan intim di bekas kantor itu. Sebelum berbuat intim, para pemadu kasih ini nongkrong lebih dahulu di lapangan di lapangan belakang. Lewat tengah malam, mereka mencari tempat yang aman untuk bercinta dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Untuk pengusutan lebih lanjut, dan untuk mendapatkan berbagai informasi terkait praktek mesum diberbagai lokasi, mereka tetap kita amankan di Kantor Dinas Syariat Islam.

Dugaan dijadikan tempat mesum, karena kantor itu kondisinya gelap dan ditumbuhi semak belukar sehingga jadi sarang mesum. “Hampir setiap larut malam petugas WH mengintai bekas kantor itu yang kondisinya sangat memprihatinkan.”

Dari laporan warga sekitar, hampir setiap malam ada pasangan yang keluar masuk bekas kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur itu untuk untuk berbuat mesum.

Apalagi pintu dan jendela kantor itu sudah rusak. Jadi, para pelaku mesum dengan mudah masuk ke kantor itu, apalagi tengah malam sepi.

Tidak hanya bekas Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur yang diduga menjadi sarang mesum, juga beberapa bekas kantor milik kabupaten Aceh Timur lainnya yang ada di Langsa jadi sarang mesum karena selain sudah tidak dihuni juga kantor itu dibiarkan begitu saja.

Dia berharap kantor itu dibersihkan dan fungsikan, agar tidak menjadi sarang mesum. “Selaku warga Langsa, kita berharap kantor itu jangan dibiarkan begitu saja, khawatir praktek mesum merajalela di tempat itu.”

Jika Pemerintah Aceh Timur tidak mau membersihkan dan memfungsikannya, serahkan saja ke Pemkot Langsa, sesuai aturan dan ketentuan perundangan yang berlaku sehingga tidak menjadi sarang mesum,” demikian brahim Latif. (MS)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending