Connect with us

Kriminal

Tidak Penuhi Unsur, Kasus Dugaan Ijasah Palsu Bupati Ronda Dihentikan

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Polda NTT secara resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu milik Bupati Rote Ndao (Ronda), Paulina Haning Bullu.

Pasalnya, dalam kasus tersebut yang dilaporkan oleh Bima Fanggidae di Polda NTT tidak memenuhi unsur yang disangkakan.

Kasus dugaan ijazah palsu yang dilaporkan Bima Fangidae pada 20 November 2018 lalu ini tidak bisa dilanjutkan ke tingkat penyidikan setelah Polda NTT melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor dan beberapa saksi.

“Kami sudah periksa pelapor, lima orang terlapor dan sembilan orang saksi dan hasilnya tidak memenuhi unsur pasal 263 KUHP tentang pemalsuan,” ujar Wakil Direktur Kriminal Umum Polda NTT, AKBP Anton Nugroho di Polda NTT, Rabu (20/2).

Dari hasil penyelidikan diketahui universitas itu pernah ada dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya Surabaya terdata pada Forlap Dikti.

“Hasil itu maka kami berpendapat kasus ini tidak dapat ditindaklanjuti atau ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Meski dihentikan namun kasus ini bisa diproses kembali, jika ada bukti baru. “Kalau datanya ada berarti masih bisa, karena peluangnya ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, Paulina Haning Bullu dilaporkan ke Polda NTT lantaran diduga berijazah palsu. Laporan tersebut dilayangkan oleh Bima Theodorus Fanggidae dan Adolfina Koamesah. Keduanya merupakan kandidat yang kalah dalam Pilkada Rote Ndao baru-baru ini.(rey)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending