Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Ketua DPR Minta Waspadai Serangan Narkoba pada Milenial

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai perang proxy narkoba telah menargetkan generasi milenial Indonesia. Hal itu, terlihat dari tingginya peredaran dan penyelundupan narkoba ke Indonesia.

“Selama dua dekade terakhir ini, anak dan remaja Indonesia nyata-nyata menjadi sasaran dan target perang proxy. Modusnya, menggoda dan mencekoki mereka dengan aneka ragam produk narkoba (narkotika dan obat-obatan) terlarang,” tegas Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Menurut politisi Golkar itu, perang proxy bermodus membanjiri Indonesia dengan ragam produk narkoba tidak semasif sekarang ini. “Jadi, pasti ada komunitas penjahat lokal yang kerjasama dengan sindikat internasional,” katanya..

Hanya saja lanjut Bamsoet, sulit mengindentifikasi penjahat tersebut karena melakukan strategi perang proxy, sehingga identitas lawan sulit terbaca karena berkamuflase menjadi pelaku tindak kriminal yang membangun kolaborasi dengan komunitas penjahat lokal..

Proxy atau proksi dalam istilah kamus ekonomi bermakna seseorang yang diberi kuasa oleh orang lain untuk bertindak atas nama pemberi kuasa dalam pengambilan suara.

Bambang menilai ruang publik saat ini terus dibanjiri ragam produk narkoba akibat masih tingginya intensitas penyelundupan.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) patut digarisbawahi oleh semua pihak.

Data-data yang dipaparkan BNN, Ditjen Bea Cukai serta KPAI patut dimaknai sebagai skenario perang proxy yang ingin merusak dan memperlemah generasi milenial Indonesia.

Maret 2018, KPAI mengungkap data tentang korban kelompok anak, dari total 87 juta populasi kelompok anak, sebanyak 5,9 juta sudah menjadi pecandu narkoba.  Untuk menggugah kepedulian bersama, BNN berulangkali mengingatkan dengan data bahwa setiap harinya 50 orang muda meninggal karena mengkonsumsi narkoba..

Baca Juga :   Agus Hermanto Minta Anggota DPR RI Laporkan Kekayaan ke LHKPN

Pada tahun 2019 lalu, BNN mengidentifikasi 83 sindikat internasional yang menyelundupkan dan mengedarkan narkoba di dalam negeri. “Sebelumnya tercatat 99 sindikat, barang haram itu dimasukan diedarkan pada 654 daerah penyebaran narkoba,” pungkasnya.

Advertisement
Loading...
Loading…