Connect with us

Politik

GAM Bantah Kelola Tanah Prabowo di Aceh

Published

on

Jakarta,REalitarakyat.com. – Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan, yang merupakan bekas Komandan Peleton Raja Muda Daerah III, Linge, membantah GAM telah mengelola tanah Prabowo di Aceh, seperti disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak itu.

“Hari ini saya dikontak oleh teman-teman dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka di Aceh Tengah. Mereka menyatakan kami ini marah kami kecewa dengan statement dan tuduhan Pak Jokowi soal tanah Prabowo di Aceh itu,” kata Dahnil di Posko Pemenangan, Jakarta, Senin, (18/2/ 2019) seperti dirlis AcehTrend.com, Senin (18/2).

Menurut mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu, , lahan status hak guna usaha (HGU) di Aceh yang dimiliki oleh Prabowo Subianto sebanyak ratusan ribu hektar, dimanfaatkan para kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

Joni Suryawan, yang setelah damai sempat duduk sebagai anggota Parlemen Bener Meriah mewakili Partai Aceh, mempertanyakan kepada Dahnil, bila disebut lahan itu sudah dikelola oleh mantan kombatan GAM, maka Dahnil harus menunjukkan kombatan yang mana.

“Selaku eks kombatan GAM wilayah Linge saya mempertanyakan, kombatan GAM mana yang telah mengelola lahan itu? Mana buktinya, saya ingin kenal,” kata Joni yang mengaku, pernyataan Dahnil membuat dirinya dan teman-temannya yang lain terkejut.

Joni meminta Dahnil tidak perlu membawa-bawa nama kombatan GAM, bila hanya ingin membela Prabowo yang telah menguasai tanah Aceh sejak lama melalui mekanisme HGU atau nama lainnya. Karena kombatan memiliki organisasi resmi yaitu Komite Peralihan Aceh (KPA).

“Saya mantan tentara GAM, tinggal di Bener Meriah. Jangan bawa-bawa nama kami. Kalau benar ada, kapan itu diberikan, siapa yang menerimanya?” jelas Joni.

Joni mengaku, sejak perjanjian damai di Helsinki antara GAM dan RI pada 15 Agustus 2005, semua TNA yang turun gunung kembali ke profesi masing-masing. ia dan teman-temannya di Gayo kembali ke kebun. Kebun itu merupakan warisan orangtua mereka.

“Jadi aneh bila ada yang ngaku-ngaku telah memberikan lahan untuk digarap oleh kombatan GAM,” katanya.

Semenetara itu Abu Razak, yang juga petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, serta Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh, juga Ketua Sekber Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Aceh, membantah apa yang disampaikan oleh Dahnil Ahzar Simajuntak itu.

“Hana beutoi pu nyang dipeugah nyan (tidak benar apa yang dia (Dahnil) sampaikan itu. Bohong,” tegas Abu Razak.

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

#Trending