Connect with us

Politik

MPR Jelaskan NKRI Di Depan Ibu-Ibu Pengajian

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) di depan seratusan ibu-ibu yang tergabung dalam pengajian ‘Bait Al Rahman’ menceritakan proses kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang melibatkan banyak jasa para ulama, kiai, santri dan umat Islam.

“Jadi, kemerdekaan dan bertahannya NKRI ini tak lepas dari peran para ulama, kiai, santri, dan umat Islam. Demikian juga Pancasila dan UUD NRI 1945,” tegas Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Dalam perkembangannya NKRI ini terus mengalami berbagai ujian dan tantangan sejak 10 November 1945 di Surabaya, yang dipelopori oleh pendiri NU KH. Hasyim Asya’ari dan Bung Tomo, juga pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, juga pada 3 April 1950 Mohamad Natsir saat menghadapi intervensi Belanda.

Intervensi Belanda tersebut akan memecah belah Indonesia menjadi negara bagian, negara federal, atau berserikat. Karena itu M. Natsir mengajukan mosi tak percaya dan diterima oleh Bung Hatta dan Bung Karno, sehingga tetap NKRI melalui sidang MPRS tahun 1950.

Karena itu dalam pemilu 2019 ini Hidayat meminta ibu-ibu tidak golput. Sebab, golput berarti tidak memiliki perwakilan di MPR, DPR, DPD dan DPRD. Dengan memiliki perwakilan di legislatif maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya jika ada peraturan daerah (Perda), UU, konstitusi dan kebijakan peemrintah yang bertentangan dengan UUD NRI 1945 dan Pancasila.

“Misalnya terkait RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), ada upaya-upaya untuk memasukkan LGBT, anak bisa melaporkan orang tua, suami dan istri bisa saling melaporkan dan sebagainya, maka yang begitu kita tolak,” jelas politisi PKS itu.

Dengan demikian kedaulatan itu kini langsung diberikan kepada rakyat dan rakyat bisa memilih langsung wakilnya di legislatif dan presiden wakil presiden. Sesuai pasal 22 E UUD NRI 1945.

Baca Juga :   Ketua DPR Silaturahmi dengan KH. Ma’ruf Amin

“Jadi, rakyat harus kenal dengan calon wakilnya di legislatif maupun presiden, agar bangsa ini dibangun sesuai dengan semangat konstitusi dan sejalan dengan perjuangan para ulama, kiai, santri dan umat Islam,” pungkasnya.

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending