Connect with us

Daerah

Jadi Langsa Minta KIP Petakan Potensi Masalah Sejak Dini

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Menghadapi pemilu serentak 17 April mendatang, Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) meminta KPU/KIP Kota Langsa memetakan potensi masalah sejak dini serta mengantisipasi alternatif pemecahan masalah.

“Optimalkan kordinasi dan komunikasi dengan beragam pemangku kepentingan demi tercapainya pemilu sukses,” sebut Koordinator Daerah (Korda) Jadi Kota Langsa, Marida Fitriani, Kamis (14/2).

Menurut Marida, hal itu perlu dilakukan mengingat pemilu 2019 berbeda dengan pemilu yang lalu dimana pada pemilu nanti jumlah TPS bertambah sehingga berdampak pada potensi masalah pungut hitung.
Jumlah TPS meningkat berkorelasi terhadap jumlah SDM yang juga meningkat. “Setiap TPS memerlukan 7 KPPS dan untuk Kota Langsa ada 449 TPS, sehingga total KPPS yang dibutuhkan 3.143 orang,” ucap dia.

Dijelaskan, dengan jumlah SDM KPPS naik berarti rentang kendali organisasi semakin lebar. Organisasi PPS, PPK, KPU/KIP dan hirarki di atasnya bertambah beban kerjanmengendalikan SDM KPPS yang naik signifikan dibanding Pilkada 2017

Kondisi ini juga memerlukan kecermatan dan ketelitian yang super ketat agar rekrutmen memenuhi standar aturan serta terpenuhi secara jumlah dan kualifikasinya. Tidak hanya itu, kenaikan jumlah SDM KPPS mengharuskan pembinaan dalam bimtek mesti sangat sangat serius.

Untuk itu KPU/KIP mesti mepunyai konsep yang terstruktur, sistematis dan masif untuk membekali KPPS agar mumpuni melaksanakan proses elektoral pungut hitung di TPS. PPS dan PPK juga perlu paham yang sama tentang prosedur di TPS sehingga meminimalisir masalah.

Pemilu serentak dengan lima surat suara berbeda merupakan beban kerja yang harus diperhitungkan. KPPS dalam hal ini memiliki tugas mulia mengawal suara rakyat hingga proses penghitungan suara persurat suara dan mengadministasikan dalam berbagai formulir.

“Menjadi catatan bagi penyelenggara pemilu ditingkat bawah untuk menghindari kesalahan karena human eror akibat kesalahan akan berpotensi mengurangi tingkat kepercayaan publik,”

Baca Juga :   DPD IPK Labusel Bukber Dan Santuni Anak Yatim

“Dengan bertambahnya jumlah TPS, menjadi penting KIP mengumumkan lokasi TPS di gampong agar memudahkan pemilih hadir di TPS,” sebut Marida Fitriani. (MS)

Advertisement
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Loading…

#Trending