Connect with us

Hukum

Imigrasi Bekasi Amakan 11 WNA Nigeria dan Ghana Yang Di Duga Melakukan Pelanggaran Hukum

Published

on

Bekasi, Realitarakyat.com. – Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi mengamankan 11 warga negara asing (WNA) ilegal yang diduga melakukan tindak pidana siber. Mereka diamankan di Apartemen Center Poin Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (12/2) malam.

Kepala Imigrasi Kelas II Bekasi, Petrus Teguh Aprianto, mengungkapkan keberadaan para WNA ilegal atas laporan masyarakat dan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Orang Asing (Timpora).

“Kita langsung mengecek dan telusuri sebagai bentuk preventif. Ternyata benar ada sejumlah WNA (ilegal) itu,” ujar Teguh, kepada wartawan, Rabu (13/2) petang.

‎Sebanyak 11 WNA yang diamankan, 10 WNA di antaranya berasal dari Nigeria dan satu orang dari Ghana.

Menurutnya, mereka diamankan dikarenakan tidak bisa menunjukkan dokumen seperti paspor dan visa dan juga ada paspor yang dimiliki melebihi batas waktu yang ditetapkan.

“Hanya empat WNA yang punya paspor, itu pun sudah over stay. Sisanya, tidak punya paspor,” tuturnya.

Dia menjelaskan, keberadaan WNA di Kota Bekasi diketahui kurang dari satu bulan. Tak hanya pelanggaran keimigrasian, pihaknya juga menemukan 10 telepon jinjing, 18 telepon seluler, tiga buah flashdisk dan belasan kartu perdana SIM card. Kuat dugaan, mereka melakukan kejahatan siber. “‎Dugaan itu, masih kita pelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Pihak Imigrasi mengapresiasi laporan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait keberadaan WNA di lingkungan sekitarnya. Dengan adanya informasi dari masyarakat itu, pihak langsung mengecek ke lokasi sebagai upaya preventif. (Willi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pengemudi Pick Up Ditembak Orang Tak Dikenal

Published

on

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi. (Foto: Ist)
Continue Reading

Hukum

Bos First Travel Ingin Ajukan PK

Published

on

Continue Reading

Hukum

Ajukan Kasasi Sofyan Basir, KPK Sertakan Rekaman Sidang Kasus PLTU Riau-1

Published

on

Continue Reading




Loading…