Connect with us

Politik

Pengamat Usul KPU Bentuk Dewan Etik Lembaga Survei

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu membentuk Dewan Etik untuk mengawasi lembaga survei di Pemilu 2019.

Menurut Siti Zuhro, cara seperti itu telah dilakukan oleh KPU DKI Jakarta saat Pilkada DKI 2017. “Sekarang kita minta kayak KPU DKI, yang membuat Dewan Etik, jadi kalau ada keluhan masyarakat, (lembaga survei) langsung diajak sidang,” ujarnya, Kamis (10/1/2019).

Karena itu dia mengapresiasi langkah KPU DKI untuk membentuk Dewan Etik terhadap lembaga survei agar tidak memperkeruh suasana pemilu.

Tak hanya cukup disidang, menurutnya lembaga survei yang tidak kredibel, menunjukkan keberpihakan, dan mengganggu pemilu, juga perlu diberi sanksi. Zuhro mengatakan, sanksi yang dapat diberikan di antaranya adalah pengumuman kepada publik bahwa lembaga survei itu tidak kompeten.

“Lembaga survei sudah di-MoU (nota kesepahaman), kalau melanggar akan diumumkan ke masyarakat bahwa kamu tidak trusted, tidak kredibel, itu harus ada,” katanya.

Meski demikian, dia mengakui bahwa cara itu tidak menjamin semua lembaga survei akan patuh. Namun, menurut Zuhro, langkah tersebut setidaknya dapat membuat lembaga survei was-was.

Karena itu, pembentukan lembaga survei tersebut perlu dilakukan secepatnya, sebagai bentuk antisipasi. “Menurut saya, KPU RI harus mulai mengantisipasi supaya tidak ada lembaga survei yang terlalu digdaya, terlalu mendikte,” tambahnya.

Sebelumnya KPU membuka pendaftaran bagi lembaga survei yang ingin melakukan pemantauan Pemilu 2019. Namun, sebelumnya diberitakan, Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menegaskan pihaknya tak bisa melakukan pembatasan terhadap kinerja lembaga survei dan konsultan politik.

Hasyim ingin asosiasi profesi lembaga survei dan konsultan politik bisa mengawasi profesionalitas anggotanya selama Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti.

“Mereka kan ada lembaga asosiasinya. Dan di antara mereka ada kode etik yang akan menguji metodologinya, menguji perilaku lembaga survei nya. Jadi harus asosiasinya ikut mengawasi,” jelas Hasyim.

Sebab, kata dia, ada potensi calon yang akan menggunakan lembaga survei yang merangkap konsultan politik untuk mendongkrak citra dan elektabilitasnya. Dengan demikian, Hasyim meminta agar asosiasi bertanggung jawab terhadap anggotanya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Alumni PTS Se-Jakarta Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Masyarakat yang mengatasnamakan Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Jabodetabek mendeklarasikan dukungan untuk capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan bergulirnya reformasi, Indonesia perlahan mulai mengalami peningkatan, baik secara hukum, ekonomi, politik, dan kehidupan bernegara, beragama, serta menyampaikan pendapat,” tegas perwakilan deklarator Novi Noer Alie di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3/2019) malam.

Menurutnya, pembangunan daerah masih harus dilanjutkan. Novi menuturkan, pada masa pemerintahan Jokowi, pembangunan dari wilayah perbatasan dilaksanakan, seperti di wilayah timur Indonesia.

“Pemberlakuan tol dan kebijakan satu harga. Kemiskinan dapat ditekan di angka 9 persen, inflasi terjaga di kisaran 3 persen, ketimpangan dipersempit dengan indeks Gini ratio 0,3, dan ketersediaan lapangan pekerjaan dibuka selebar-lebarnya,” ujarnya.

Pada pemerintahan Jokowi juga ketimpangan penguasaan tanah dapat ditekan. Presiden Jokowi fokus untuk menjalankan reforma agraria dan perhutanan sosial dengan mendistribusikan tanah kepada petani.

“Program ini perkuat dengan Perpres Nomor 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan Perpres Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria,” tambahnya.

Selain itu, dijelaskan mengenai penegakan hukum di era Jokowi. Pemerintah disebut mendukung penuh penegak hukum melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

“Namun keberhasilan-keberhasilan itu belum semuanya tuntas ditunaikan. Presiden Jokowi membutuhkan satu periode lagi untuk mengantar bangsa ini menuju Indonesia yang sejahtera. Oleh karena itu, Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta Se-Jabodetabek mendeklarasikan memilih dan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Politik

Santri Krapyak Deklarasi Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Yogyakarta,Realitarakyat.com. – Selain alumni UGM Yogyakarta, para alumni Yogyakarta itu mendeklarasikan dukungan bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pernyataan deklarasi itu dibacakan oleh santriwati Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Yafi Alfita di hadapan capres Jokowi dan istrinya Iriana Jokowi dan sejumlah tokoh serta sekitar 30 ribu pendukung Jokowi yang tergabung dalam Alumni Jogja SATUkan Indonesia.

“Satu, dengan penuh rasa syukur dan mengharapkan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia menyatakan siap mendukung Jokowi-Maruf Amin sebagai capres dan cawapres 2019-2024 karena mereka berdua telah terbukti setia menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, Insya Allah amanah,” kata Yafi di stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Kedua, alumni Jogja SATUkan Indonesia siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin karena mereka berdua terbukti menjadi sosok pemimpin yang religius, toleran dan nasionalis. “Mereka berdua taat beribadah sekaligus mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan dan pribadi, Insya Allah menang,” kata Yafi.

“Ketiga, kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Aaruf Amin karena memiliki visi program pembangunan yang berorientasi kepentingan rakyat, menjaga visi nusantara dan memiliki komitmen berdasarkan politik kesejahteraan yang beradab, Insya Allah berlanjut,” ungkap Yafi.

“Keempat, kami aLumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Maruf Amin karena karena pribadi sederhana, tidak KKN dan antikorupsi. Jokowi-Maruf Amin berkomitmen menjalankan pemerintahan yang bersih, akuntabel menuju masa depan yang adil dan sejahtera. Semoga terpenuhi cita-cita kita bersama,” tegas Yafi.

Sejumlah tokoh juga hadir di lokasi tersebut seperti Pramono Anung, Basuki Hadi Mulyono, Budi Karya Sumadi, Slamet Rahardjo, Hanung Bramantyo, Djadjuk Ferianto, Yenni Wahid dan sejumlah tokoh serta seniman lainnya.

Saat menuju ke stadion Kridosono, Jokowi dan Iriana yang menaiki sepeda onthel disambut oleh atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan Kuda Lumping, orkestra gamelan oleh Djaduk Ferianto dan seniman Yogyakarta lainnya.

Andy F Noya akan bertindak sebagai pembawa acara dan memandu rangkaian acara deklarasi. Budayawan Slamet Raharjo akan membacakan puisi Gus Mus. Selain menyampaikan deklarasi, acara tersebut juga disemarakkan musisi Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, kelompok musik legendaris God Bless yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono dan lainnya.

 

Continue Reading

Politik

Alumni Jogjakarta Deklarasi Dukung Jokowi –Ma’ruf Amin

Published

on

Yogayakarta,Realitarakyat.com. – Capres Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (23/3/2019), menghadiri acara deklarasi “ Alumni Jogja SATUkan Indonesia” di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Jokowi hadir di Stadion Kridosono dengan mengendarai sepeda onthel.

Jokowi mengendarai sepeda onthel dari Bundaran Bulaksumur, tepatnya utara RS Panti Rapih, menuju Stadion Kridosono. Sambil mengayuh sepeda, sepanjang perjalanan Jokowi selalu tersenyum ramah dan melambaikan tangan kepada masyarakat yang berjajar di pinggir jalan.

Masyarakat pun serentak berteriak memanggil Jokowi. “Pak Jokowi, Pak Jokowi,” teriak salah salah satu warga yang berjajar di Jalan Suroto, Kota Yogyakarta, sambil mengabadikan momen itu dengan gawainya, Sabtu (23/3/2019).

Sepanjang jalan, dari Bundaran Bulaksumur hingga Stadion Kridosono tampak berjajar prajurit Bregodo lengkap dengan pakaian tradisional.

Turut mendampingi Joko Widodo bersepeda, Iriana Jokowi, ketua panitia Anjar Budi Kuncoro, presenter Andy F Noya, Menteri Budi Karya Sumadi, dan budayawan Achmad Charis Zubair, teman-teman kuliah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan sekitar 500 orang dari komunitas sepeda onthel.

Sesampainya di Stadion Kridosono, Joko Widodo disambut atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan kesenian kuda lumping.

 

Continue Reading
Advertisement

#Trending