Connect with us

Daerah

Mahasiswa Cipayung Minta Walikota Penuhi Janji Politiknya

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Ratusan mahasiswa tergabung dalam Forum Mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri dari Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Islam Indonesia (IMII) dan Gerakan Mahasiswa Islam (GMI), melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Kupang dan Balai Kota Kupang.

Aksi demonstrasi Forum Cipayung Plus di DPRD Kota Kupang, menuntut Wali Kota Kupang menepati janji politiknya dalam kampanye Pilkada beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan Forum Cipayung Plus di Kantor DPRD Kota Kupang diterima enam anggota DPRD Kota Kupang, diantaranya, Tellendmark Daud, Viktor Halengki Haning, Theodora Ewalda Taek, Nithanael Pandie, Abidin Aklis dan Yuvensius Tukung.

Ketua Presidium PMKRI Kota Kupang Engelbertus Boli Tobin, saat menyampaikan pernyataan sikap Forum Cipayung Plus, mengatakan, selama memimpin Kota Kupang 1 tahun 4 bulan, Forum Cipayung Plus belum melihat ada gebrakan yang luar biasa dari Wali Kota Jefri Riwu Kore, terutama janji politik untuk mengatasi masalah air bersih, pendidikan, drainase dan lampu jalan.

Khusus untuk masalah air bersih, Engelbertus katakan, tidak ada perubahan sama sekali, karena sampai saat ini warga Kota Kupang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Engelbertus Boli Tobin melanjutkan, Forum Cipayung Plus memiliki enam tuntutan yang ingin disampaikan kepada DPRD Kota Kupang sebagai mitra Pemerintah Kota Kupang agar segera ditindaklanjuti, yaitu mendesak Pemerintah Kota Kupang agar memperhatikan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu, menolak kebijakan pemerintah terkait pengadaan lampu hias, karena dinilai memboros energi listrik.

Termasuk mendesak Pemerintah Kota Kupang agar segera merealisasikan penerangan lampu jalan di setiap titik rawan di Kota Kupang.

Selain itu, Forum Cipayung Plus juga mendesak Pemerintah Kota Kupang agar segera mempercepat pembangunan drainase di setiap titik rawan banjir, dan juga mendesak Pemerintah Kota Kupang meningkatkan tata kelola lahan di Kota Kupang secara profesional dan transparan.

Engelbertus mengaku mereka tidak main-main dengan tuntutan dari forum, sebab mereka berjanji apabila semua tuntutan tersebut tidak terealisasi selam enam bulan kedepan, maka para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kupang mendesak Pemerintah Kota Kupang untuk mundur dari jabatan.

Menanggapi tuntutan Forum Cipayung Plus,anggota DPRD Kota Kupang Tellendmark Daud, mengaku berterima kasih atas aksi demonstrasi dan berjanji akan menyampaikan tuntutan Forum Cipayung Plus kepada pemerintah.

“Jadi aspirasi ini akan ditindaklanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Memang sebagian besar tuntutannya sudah diintervensi di anggaran 2019. Misalnya lampu jalan yang akan diadakan 1.000 lampu jalan, baju seragam dan drainase,” kata Engelbertus Boli Tobin, Kamis (10/1).

Setelah menyampaikan tuntutan di DPRD Kota Kupang, rombongan Cipayung Plus menuju ke Balai Kota Kupang dan diterima oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, didampingi Penjabat Sekda Yos Rera Beka, Asisten II Thomas Jansen Ga, Asisten III Jacob Laurens Tokoh, Kepala Bappeda Jhon Pelt, Elly Wairata, dan jajaran terkait lainnya.

Wali Kota menyampaikan terima kasih atas kepedulian mahasiswa yang ingin kota ini menjadi lebih baik.

“Untuk drainase baru dianggarkan di tahun 2019, jadi sementara kami kerjakan, untuk pendidikan. Tahun ini kami juga telah anggarkan untuk pengadaan bantuan pakaian seragam sekolah, pengadaan komputer, pelatihan guru-guru dan berbagai kegiatan lain untuk peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara terkait lampu hias, kata Wali Kota, tuntutan mahasiswa yang menyebutkan bahwa dengan adamya lampu hias ini maka akan mempengaruhi daya listrik di Kota Kupang.

“Hal ini sebenarnya salah, karena daya di Kota Kupang sangat besar dan hanya terpakai sebagian saja. Sehingga dengan kata lain, adanya lampu hias ini tidak akan berpengaruh pada daya di kota ini,” tandas Wali Kota.

“Untuk sebuah kota, tentunya harus ada penataan dan pembangunan. Tidak bisa kita biarkan kota ini gelap terus, kami juga menata kota ini dengan kehadiran lampu hias ini agar kota ini lebih kelihatan seperti kota,” ujarnya.

Selain lampu jalan dan lampu hias, Wali Kota katakan, pemerintah juga fokus dengan penataan taman, dimana tahun ini, akan ada beberapa taman yang ditata agar lebih indah.

“Sebuah kota tentunya harus berkembang, mulai dari infrastrukturnya, penerangannya, taman dan icon kota juga harus ada,” ungkap Wali Kota.(rey)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

DPRD Sabu Raijua Minta Kadis Dukcapil Dinonaktifkan

Published

on

Sabu Raijua, realitarakyat.com- Yusak Musa Robo anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), agar Bupati Sarai, Nikodemus Rihi Heke mencopot Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sarai, Robinson Siubelan.

Pasalnya, pelayanan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Sarai sangatlah mengecewakan bagi warga Kabupaten Sarai.

“Saya minta Bupati Sabu Raijua untuk segera nonaktifkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari jabatannya sebagai kepala dinas,” kata anggota DPRD Kabupaten Sarai, Yusak Musa Robo kepada wartawan, Sabtu (23/3).

Dijelaskannya, permintaan itu bukanlah tidak beralasan dimana saat warga dari Desa Gurimonehara, Kecamatan Mehara, Kabupaten Sarai hendak mengurus Akta dan KTP, satupun ASN tidaj berada di kantor.

“Jumat (22/3) lalu begitu banyak warga yang mau urus KTP dan Akta serta KK tidak ada satupun ASN yang berada di kantor termasuk Kadisnya,” ucap Yusak.

Menurut Yusak, saat itu pada pintu kantor ditempel sebuah kertas bertuliskan” pelayanan hari ini untuk sementara tidak ada karena sedang ada kerja bakti,”.

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan publik untuk pembuatan akta, ktp dan kartu keluarga tidak terlayani dan ini sangat mengecewakan bagi warga yang hendak mengurus indentitas diri.Ditambahkannya, dirinya sangat prihatin bagi warga yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sarai dengan biaya yang mahal namun tidak mendapatkan hasil apapun.

“Saya sangat kecewa dan kasihan warga. Jadi sebaiknya Bupati nonaktifkan saja dari Kadis Dukcapil,”tegas Yusak.

Terpisah, Nando salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Sarai menambahkan bahwa alasan apapun pelayanan publik wajib dikedepankan apapun alasan.

“Saya kasihan dengan warga yang sudah keluar biaya banyak dan buang waktu untuk urus administrasi namun tidak ada hasil,” katanya.

Pelayanan publik, kata Nando, harus berjalan secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Bukan karena hanya alasan kerja bakti lalu pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu.(rey)

Continue Reading

Daerah

Bercumbu di Pojok Lapangan, Sepasang Remaja ‘Diamankan’ WH

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Sepasang remaja, RF (21) dan AL (17), warga Aceh Timur yang lagi bercumbu di tempat gelap pojok Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (21/3) dinihari, diamankan petugas Wilayatul Hisbah Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mengintensifkan razia malam hari khususnya di tempat diduga rawan praktek maksiat.

Saat menyisir pojok lapangan, petugas mendapati sepasang remaja sedang memadu kasih. Petugas menggelandang mereka ke markas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas WH, kedua remaja yang dilanda asmara ini mengaku, mereka baru sebatas pacaran, belum melakukan hubungan lebih lanjut. “Kami hanya pacaran, bang nggak ada melakukan yang lain,” akui mereka kepada petugas.

Mereka memang pacaran, tapi itu dilarang syariat sehingga mereka diamankan karena patut diduga melanggar qanun hukum Jinayat yaitu Qanun Aceh No: 06/2014 pasal 23 tentang khalwat. Kalau cukup unsur dan bukti, mereka terancam hukum cambuk. “Kita menunggu keluarga dan petua gampong membicarakan dan memediasi kasus ini,” demikian Ibrahim Latif. (MS)

Continue Reading

Daerah

Teluk Nibung Juara Umum MTQN Kota Tanjung Balai 2019

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Kecamatan Teluk Nibung juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tanjung Balai 2019 dan diberi hadiah umroh. Kecamatan Datuk Bandar Timur harus puas pada posisi kedua dan peringkat ketiga ditempati Kecamatan Sei Tualang Raso.

Wali Kota Tanjung Balai H M Syahrial mengatakan, MTQ harus menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif karena telah terbukti mampu menjadi daya dorong untuk memacu percepatan pembangunan di daerah.

Untuk itu, kata Syahrial, MTQ harus memotivasi sekaligus meningkatkan keinginan masyarakatselalu membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup.

Sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan, Al Qur’an tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji keluhuran dan nilai-nilai religius yang dikandungnya.

“Kita bersyukur karena MTQ Tanjung Balai 2019 berjalan baik. Saya juga berharap, MTQ mampu melahirkan qoriah-qoriah yang handal dan ikut dalam kegiatan yang lebih tinggi. Alhamdulillah, karena sampai saat ini, Tanjung Balai masih menjadi daerah dengan basis qori qoriah terbaik di Sumatera Utara,” ujar Syahrial. (ign)

Continue Reading
Advertisement

#Trending