Connect with us

Politik

KPU Tak Terbukti Langgar Pidana Pemilu

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya memutuskan untuk tidak menindaklanjuti penyelidikan kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai anggota DPD RI.

Karena itu, pelapor Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta, yang memberikan kuasanya Firman Kadir tak dapat ditindaklanjuti, karena KPU tidak terbukti melakukan pelanggaran pemilu.

“Berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dan hasil kajian pengawas pemilu diberitahukan status laporan tidak dapat ditindaklanjuti. Alasannya, tidak terpenuhinya unsur tindak pidana pemilu,” kata Ketua Bawaslu Abhan, Kamis (10/1/2019).

Menurut Kepala Bagian Temuan dan Laporan Bawaslu, Yusti Erlina, terlapor dalam hal ini tak penuhi Pasal 518 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut berbunyi: Setiap anggota KPU, KPU Provinsi, dan/atau KPU Kabupaten/Kota yang tidak menindaklanjuti temuan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan/atau Bawaslu Kabupaten/ Kota dalam pelaksanaan verifikasi partai politik calon Peserta Pemilu.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 ayat (3) dan/atau pelaksanaan verifikasi kelengkapan administrasi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251 ayat (3) dan Pasal 261 ayat (3) dan/atau pelaksanaan verifrkasi kelengkapan administrasi bakal calon Presiden dan Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

Yusti mengatakan, saat ini Bawaslu tengah mengirimkan salinan putusan tersebut ke KPU dan pihak OSO. “Jadi ditentikan tidak dilanjutkan ke penyidikan. Ini putusan sedang proses on the way dikirim ke KPU dan ke Pak OSO,” katanya.

Seperti diketahui OSO melaporkan KPU ke Bawaslu atas dua tudingan, yaitu dugaan pelanggaran pidana pemilu. Laporan mengenai dugaan pelanggaran pidana pemilu dibuat oleh Kuasa Hukum OSO Firman Kadir.

Melalui laporannya, Firman menuding KPU melanggar pidana pemilu karena tak jalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Putusan tersebut memerintahkan KPU mencabut Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPD yang tidak memuat nama OSO.

Majelis Hakim juga meminta KPU menerbitkan DCT baru dengan mencantumkan nama OSO di dalamnya. Kasus ini bermula saat KPU meminta Ketua Umum Partai Hanura, OSO, menyerahkan surat pengunduran diri dari pengus partai politik hingga Jumat (21/12/2018).

Hal itu disampaikan KPU melalui surat tertulis. Surat pengunduran diri ini diperlukan untuk syarat pencalonan diri OSO sebagai anggota DPD Pemilu 2019. Namun demikian, hingga batas waktu yang telah ditentukan, OSO tak juga menyerahkan surat pengunduran diri.

Karena itu, KPU memutuskan untuk tak memasukan yang bersangkutan ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPD. KPU mengklaim, sikap mereka berdasar pada putusan MK No. 30/PUU-XVI/2018 yang melarang ketua umum partai politik rangkap jabatan sebagai anggota DPD.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Alumni PTS Se-Jakarta Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Masyarakat yang mengatasnamakan Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Jabodetabek mendeklarasikan dukungan untuk capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan bergulirnya reformasi, Indonesia perlahan mulai mengalami peningkatan, baik secara hukum, ekonomi, politik, dan kehidupan bernegara, beragama, serta menyampaikan pendapat,” tegas perwakilan deklarator Novi Noer Alie di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3/2019) malam.

Menurutnya, pembangunan daerah masih harus dilanjutkan. Novi menuturkan, pada masa pemerintahan Jokowi, pembangunan dari wilayah perbatasan dilaksanakan, seperti di wilayah timur Indonesia.

“Pemberlakuan tol dan kebijakan satu harga. Kemiskinan dapat ditekan di angka 9 persen, inflasi terjaga di kisaran 3 persen, ketimpangan dipersempit dengan indeks Gini ratio 0,3, dan ketersediaan lapangan pekerjaan dibuka selebar-lebarnya,” ujarnya.

Pada pemerintahan Jokowi juga ketimpangan penguasaan tanah dapat ditekan. Presiden Jokowi fokus untuk menjalankan reforma agraria dan perhutanan sosial dengan mendistribusikan tanah kepada petani.

“Program ini perkuat dengan Perpres Nomor 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan Perpres Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria,” tambahnya.

Selain itu, dijelaskan mengenai penegakan hukum di era Jokowi. Pemerintah disebut mendukung penuh penegak hukum melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

“Namun keberhasilan-keberhasilan itu belum semuanya tuntas ditunaikan. Presiden Jokowi membutuhkan satu periode lagi untuk mengantar bangsa ini menuju Indonesia yang sejahtera. Oleh karena itu, Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta Se-Jabodetabek mendeklarasikan memilih dan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Politik

Santri Krapyak Deklarasi Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Yogyakarta,Realitarakyat.com. – Selain alumni UGM Yogyakarta, para alumni Yogyakarta itu mendeklarasikan dukungan bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pernyataan deklarasi itu dibacakan oleh santriwati Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Yafi Alfita di hadapan capres Jokowi dan istrinya Iriana Jokowi dan sejumlah tokoh serta sekitar 30 ribu pendukung Jokowi yang tergabung dalam Alumni Jogja SATUkan Indonesia.

“Satu, dengan penuh rasa syukur dan mengharapkan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia menyatakan siap mendukung Jokowi-Maruf Amin sebagai capres dan cawapres 2019-2024 karena mereka berdua telah terbukti setia menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, Insya Allah amanah,” kata Yafi di stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Kedua, alumni Jogja SATUkan Indonesia siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin karena mereka berdua terbukti menjadi sosok pemimpin yang religius, toleran dan nasionalis. “Mereka berdua taat beribadah sekaligus mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan dan pribadi, Insya Allah menang,” kata Yafi.

“Ketiga, kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Aaruf Amin karena memiliki visi program pembangunan yang berorientasi kepentingan rakyat, menjaga visi nusantara dan memiliki komitmen berdasarkan politik kesejahteraan yang beradab, Insya Allah berlanjut,” ungkap Yafi.

“Keempat, kami aLumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Maruf Amin karena karena pribadi sederhana, tidak KKN dan antikorupsi. Jokowi-Maruf Amin berkomitmen menjalankan pemerintahan yang bersih, akuntabel menuju masa depan yang adil dan sejahtera. Semoga terpenuhi cita-cita kita bersama,” tegas Yafi.

Sejumlah tokoh juga hadir di lokasi tersebut seperti Pramono Anung, Basuki Hadi Mulyono, Budi Karya Sumadi, Slamet Rahardjo, Hanung Bramantyo, Djadjuk Ferianto, Yenni Wahid dan sejumlah tokoh serta seniman lainnya.

Saat menuju ke stadion Kridosono, Jokowi dan Iriana yang menaiki sepeda onthel disambut oleh atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan Kuda Lumping, orkestra gamelan oleh Djaduk Ferianto dan seniman Yogyakarta lainnya.

Andy F Noya akan bertindak sebagai pembawa acara dan memandu rangkaian acara deklarasi. Budayawan Slamet Raharjo akan membacakan puisi Gus Mus. Selain menyampaikan deklarasi, acara tersebut juga disemarakkan musisi Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, kelompok musik legendaris God Bless yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono dan lainnya.

 

Continue Reading

Politik

Alumni Jogjakarta Deklarasi Dukung Jokowi –Ma’ruf Amin

Published

on

Yogayakarta,Realitarakyat.com. – Capres Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (23/3/2019), menghadiri acara deklarasi “ Alumni Jogja SATUkan Indonesia” di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Jokowi hadir di Stadion Kridosono dengan mengendarai sepeda onthel.

Jokowi mengendarai sepeda onthel dari Bundaran Bulaksumur, tepatnya utara RS Panti Rapih, menuju Stadion Kridosono. Sambil mengayuh sepeda, sepanjang perjalanan Jokowi selalu tersenyum ramah dan melambaikan tangan kepada masyarakat yang berjajar di pinggir jalan.

Masyarakat pun serentak berteriak memanggil Jokowi. “Pak Jokowi, Pak Jokowi,” teriak salah salah satu warga yang berjajar di Jalan Suroto, Kota Yogyakarta, sambil mengabadikan momen itu dengan gawainya, Sabtu (23/3/2019).

Sepanjang jalan, dari Bundaran Bulaksumur hingga Stadion Kridosono tampak berjajar prajurit Bregodo lengkap dengan pakaian tradisional.

Turut mendampingi Joko Widodo bersepeda, Iriana Jokowi, ketua panitia Anjar Budi Kuncoro, presenter Andy F Noya, Menteri Budi Karya Sumadi, dan budayawan Achmad Charis Zubair, teman-teman kuliah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan sekitar 500 orang dari komunitas sepeda onthel.

Sesampainya di Stadion Kridosono, Joko Widodo disambut atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan kesenian kuda lumping.

 

Continue Reading
Advertisement

#Trending