Connect with us

Daerah

Awal Tahun 2019, Terjadi 13 Kasus DBD

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Diawal tahun 2019, sedikitnya 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah terjadi yang tercatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang.

Jumlah kasus ini sama dengan tahun sebelumnya di bulan Januari, sehingga Dinas Kesehatan masuk dalam tingkatan waspada.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr. Ari Wijana, kepada wartawan, Jumat (11/1)

Ari Wijana menjelaskan, melihat angka kasus DBD yang terjadi sepanjang Januri 2019, maka dapat dikatakan masuk dalam tahapan waspada.

Sehingga upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Hari ini saya sudah keluarkan surat imbauan kepada semua kepala Puskesmas dan Pustu, untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan, agar dapat menggerakan masyarakat untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

Ari mengaku, masyarakat juga diimbau untuk mengambil abate di Puskesmas dan Pustu terdekat. Abate ini juga diambil secara gratis.

“Karena ada beberapa laporan bahwa ada pihak lain yang menjual abate ke rumah-rumah, sehingga Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk langsung mengambil di Puskesmas atau Pustu terdekat saja,” ujarnya.

Ari Wijana mengaku, dalam beberapa hari ini, Dinas Kesehatan akan turun di Kelurahan Kayu Putih dan Nefonaek untuk melakukan fogging fokus.

Menurutnya, fogging fokus hanya bisa dilakukan setelah penyelidikan epidemiologi. Jika ditemukan ada tiga orang yang mengalami suhu badan panas dan jentik nyamuk ditemukan 90 persen, barulah akan dikeluarkan rekomendasi untuk dilakukan fogging.

Pasalnya kata Ari, fogging fokus hanya dapat membunuh nyamuk dewasa, sementara untuk jentik nyamuk tidak bisa diberantas.

Karena pembunuhan jentik nyamuk hanya bisa dilakukan dengan pemberantasan saran nyamuk, pola hidup bersih, baik di lingkungan sekitar maupun di pekarangan rumah, makanan bergizi agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan melakukan 3M, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak air, dan mengubur barang bekas ditambah dengan menggunakan obat anti nyamuk dan memantau penyebaran jentik nyamuk.

“Dalam hal pemberantasan sarang nyamuk, peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Karena yang punya jentik nyamuk adalah masyarakat. Masyarakat yang dapat memantau semua sudut wilayahnya. Karena itu, kami terus imbau masyarakat untuk sadar akan pentingnya kebersihan untuk menjaga dan terhindar dari virus,” ujarnya.

Berikut data kasus DBD selama Januari 2019 dari Dinkes Kota Kupang, masing-masing Kelurahan Oesapa 2 kasus, Kelurahan Oesapa Barat 1 kasus, Kelurahan Lasiana 1 kasus, Kelurahan Nefonaek 1 kasus, Kelurahan Fatubesi 1 kasus, Kelurahan Bello 2 kasus, Kelurahan Oebobo 1 kasus, Kelurahan Liliba 1 kasus, TDM Kelurahan 1 kasus dan Kelurahan Manutapen 1 kasus.(rey)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

DPRD Sabu Raijua Minta Kadis Dukcapil Dinonaktifkan

Published

on

Sabu Raijua, realitarakyat.com– Yusak Musa Robo anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), agar Bupati Sarai, Nikodemus Rihi Heke mencopot Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sarai, Robinson Siubelan.
Pasalnya, pelayanan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Sarai sangatlah mengecewakan bagi warga Kabupaten Sarai.
“Saya minta Bupati Sabu Raijua untuk segera nonaktifkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari jabatannya sebagai kepala dinas,” kata anggota DPRD Kabupaten Sarai, Yusak Musa Robo kepada wartawan, Sabtu (23/3).
Dijelaskannya, permintaan itu bukanlah tidak beralasan dimana saat warga dari Desa Gurimonehara, Kecamatan Mehara, Kabupaten Sarai hendak mengurus Akta dan KTP, satupun ASN tidaj berada di kantor.
“Jumat (22/3) lalu begitu banyak warga yang mau urus KTP dan Akta serta KK tidak ada satupun ASN yang berada di kantor termasuk Kadisnya,” ucap Yusak.
Menurut Yusak, saat itu pada pintu kantor ditempel sebuah kertas bertuliskan” pelayanan hari ini untuk sementara tidak ada karena sedang ada kerja bakti,”.
Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan publik untuk pembuatan akta, ktp dan kartu keluarga tidak terlayani dan ini sangat mengecewakan bagi warga yang hendak mengurus indentitas diri.
Ditambahkannya, dirinya sangat prihatin bagi warga yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sarai dengan biaya yang mahal namun tidak mendapatkan hasil apapun.
“Saya sangat kecewa dan kasihan warga. Jadi sebaiknya Bupati nonaktifkan saja dari Kadis Dukcapil,”tegas Yusak.
Terpisah, Nando salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Sarai menambahkan bahwa alasan apapun pelayanan publik wajib dikedepankan apapun alasan.
“Saya kasihan dengan warga yang sudah keluar biaya banyak dan buang waktu untuk urus administrasi namun tidak ada hasil,” katanya.
Pelayanan publik, kata Nando, harus berjalan secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Bukan karena hanya alasan kerja bakti lalu pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu.(rey)
Continue Reading

Daerah

Bercumbu di Pojok Lapangan, Sepasang Remaja ‘Diamankan’ WH

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Sepasang remaja, RF (21) dan AL (17), warga Aceh Timur yang lagi bercumbu di tempat gelap pojok Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (21/3) dinihari, diamankan petugas Wilayatul Hisbah Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mengintensifkan razia malam hari khususnya di tempat diduga rawan praktek maksiat.

Saat menyisir pojok lapangan, petugas mendapati sepasang remaja sedang memadu kasih. Petugas menggelandang mereka ke markas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas WH, kedua remaja yang dilanda asmara ini mengaku, mereka baru sebatas pacaran, belum melakukan hubungan lebih lanjut. “Kami hanya pacaran, bang nggak ada melakukan yang lain,” akui mereka kepada petugas.

Mereka memang pacaran, tapi itu dilarang syariat sehingga mereka diamankan karena patut diduga melanggar qanun hukum Jinayat yaitu Qanun Aceh No: 06/2014 pasal 23 tentang khalwat. Kalau cukup unsur dan bukti, mereka terancam hukum cambuk. “Kita menunggu keluarga dan petua gampong membicarakan dan memediasi kasus ini,” demikian Ibrahim Latif. (MS)

Continue Reading

Daerah

Teluk Nibung Juara Umum MTQN Kota Tanjung Balai 2019

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Kecamatan Teluk Nibung juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tanjung Balai 2019 dan diberi hadiah umroh. Kecamatan Datuk Bandar Timur harus puas pada posisi kedua dan peringkat ketiga ditempati Kecamatan Sei Tualang Raso.

Wali Kota Tanjung Balai H M Syahrial mengatakan, MTQ harus menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif karena telah terbukti mampu menjadi daya dorong untuk memacu percepatan pembangunan di daerah.

Untuk itu, kata Syahrial, MTQ harus memotivasi sekaligus meningkatkan keinginan masyarakatselalu membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup.

Sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan, Al Qur’an tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji keluhuran dan nilai-nilai religius yang dikandungnya.

“Kita bersyukur karena MTQ Tanjung Balai 2019 berjalan baik. Saya juga berharap, MTQ mampu melahirkan qoriah-qoriah yang handal dan ikut dalam kegiatan yang lebih tinggi. Alhamdulillah, karena sampai saat ini, Tanjung Balai masih menjadi daerah dengan basis qori qoriah terbaik di Sumatera Utara,” ujar Syahrial. (ign)

Continue Reading
Advertisement

#Trending