Connect with us

Daerah

Sedang Asik Berduaan Dengan Mahasiswa, Dosen Ini Ditangkap Istri Sendiri

Published

on

Kupang, realitarakyat.com – Tengah asik – asiknya berduaan dengan Wanita Idaman Lain (WIL), LL oknum dosen pada salah satu perguruan tinggi di Kupang ditangkap oleh istrinya sendiri.

Saat ditangkap oleh istrinya, dosen berinisial LL itu tengah sekamar berdua dengan WIL nya pada salah satu kos-kosan di wilayah Jl. Sorverdi, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Rabu (9/1) malam.

Putri dari dosen LL berinisial EL kepada wartawan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Kupang Kota, mengatakan, dirinya bersama ibu nya berinisial ES, melewati Jl. Soeverdi dan melihat sepeda motor ayah nya sedang terparkir di depan kos-kosan selingkuhannya.

Tanpa menunggu lama, kata EL, dirinya langsung bersama ibu nya masuk ke kamar kos yang pintu nya lagi terbuka, dan mendapati sang ayah tengah berduaan dengan selingkuhannya yang kabarnya adalah seorang mahasiswi di Kupang.

Usai penggerebekan itu, mama-anak itu langsung mendatangi SPKT Mapolres Kupang Kota untuk melaporkan kasus tersebut.

EL (15) anak dosen itu mengaku sangat kecewa atas tindakan ayahnya itu karena ayahnya merupakan salah satu pendidik dan seharusnya tidak melakukan hal terlarang tersebut.

Ditambahkan, perbuatan ayahnya ini sudah dicurigai sebelumnya karena beberapa fasilitasnya diambil dan diberikan kepada wanita idaman lainnya itu.

“Saya punya motor dan laptop diambil dengan alasan mau pakai tahan, tapi ternyata tadi motor dan laptop dipakai wanita itu. Bapak bilang itu motor ada rental yang sewa,” ungkapnya.

Perempuan tersebut lanjutnya EL, diketahui merupakan mahasiswi di Uniwira Kupang.

“Tadi dia sempat marah dengan katong. Lalu dia tarik bapak lalu tanya, kamu mau ikut dong atau ikut beta,” ujar EL mengutip jawaban dari wanita idaman ayahnya itu.

Salah satu kerabat EL yang enggan namanya dipublikasi, mengaku setelah digerebek, WIL dari si dosen Politani itu sempat bertengkar dengan istri selingkuhannya.

“Itu nona malah mengaku dia itu pelacur dan terlihat senang sekali padahal orang banyak menyaksikannya,” ungkap kerabat EL ini.(rey)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

DPRD Sabu Raijua Minta Kadis Dukcapil Dinonaktifkan

Published

on

Sabu Raijua, realitarakyat.com- Yusak Musa Robo anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), agar Bupati Sarai, Nikodemus Rihi Heke mencopot Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sarai, Robinson Siubelan.

Pasalnya, pelayanan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Sarai sangatlah mengecewakan bagi warga Kabupaten Sarai.

“Saya minta Bupati Sabu Raijua untuk segera nonaktifkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari jabatannya sebagai kepala dinas,” kata anggota DPRD Kabupaten Sarai, Yusak Musa Robo kepada wartawan, Sabtu (23/3).

Dijelaskannya, permintaan itu bukanlah tidak beralasan dimana saat warga dari Desa Gurimonehara, Kecamatan Mehara, Kabupaten Sarai hendak mengurus Akta dan KTP, satupun ASN tidaj berada di kantor.

“Jumat (22/3) lalu begitu banyak warga yang mau urus KTP dan Akta serta KK tidak ada satupun ASN yang berada di kantor termasuk Kadisnya,” ucap Yusak.

Menurut Yusak, saat itu pada pintu kantor ditempel sebuah kertas bertuliskan” pelayanan hari ini untuk sementara tidak ada karena sedang ada kerja bakti,”.

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan publik untuk pembuatan akta, ktp dan kartu keluarga tidak terlayani dan ini sangat mengecewakan bagi warga yang hendak mengurus indentitas diri.Ditambahkannya, dirinya sangat prihatin bagi warga yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sarai dengan biaya yang mahal namun tidak mendapatkan hasil apapun.

“Saya sangat kecewa dan kasihan warga. Jadi sebaiknya Bupati nonaktifkan saja dari Kadis Dukcapil,”tegas Yusak.

Terpisah, Nando salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Sarai menambahkan bahwa alasan apapun pelayanan publik wajib dikedepankan apapun alasan.

“Saya kasihan dengan warga yang sudah keluar biaya banyak dan buang waktu untuk urus administrasi namun tidak ada hasil,” katanya.

Pelayanan publik, kata Nando, harus berjalan secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Bukan karena hanya alasan kerja bakti lalu pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu.(rey)

Continue Reading

Daerah

Bercumbu di Pojok Lapangan, Sepasang Remaja ‘Diamankan’ WH

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Sepasang remaja, RF (21) dan AL (17), warga Aceh Timur yang lagi bercumbu di tempat gelap pojok Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (21/3) dinihari, diamankan petugas Wilayatul Hisbah Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mengintensifkan razia malam hari khususnya di tempat diduga rawan praktek maksiat.

Saat menyisir pojok lapangan, petugas mendapati sepasang remaja sedang memadu kasih. Petugas menggelandang mereka ke markas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas WH, kedua remaja yang dilanda asmara ini mengaku, mereka baru sebatas pacaran, belum melakukan hubungan lebih lanjut. “Kami hanya pacaran, bang nggak ada melakukan yang lain,” akui mereka kepada petugas.

Mereka memang pacaran, tapi itu dilarang syariat sehingga mereka diamankan karena patut diduga melanggar qanun hukum Jinayat yaitu Qanun Aceh No: 06/2014 pasal 23 tentang khalwat. Kalau cukup unsur dan bukti, mereka terancam hukum cambuk. “Kita menunggu keluarga dan petua gampong membicarakan dan memediasi kasus ini,” demikian Ibrahim Latif. (MS)

Continue Reading

Daerah

Teluk Nibung Juara Umum MTQN Kota Tanjung Balai 2019

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Kecamatan Teluk Nibung juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tanjung Balai 2019 dan diberi hadiah umroh. Kecamatan Datuk Bandar Timur harus puas pada posisi kedua dan peringkat ketiga ditempati Kecamatan Sei Tualang Raso.

Wali Kota Tanjung Balai H M Syahrial mengatakan, MTQ harus menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif karena telah terbukti mampu menjadi daya dorong untuk memacu percepatan pembangunan di daerah.

Untuk itu, kata Syahrial, MTQ harus memotivasi sekaligus meningkatkan keinginan masyarakatselalu membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup.

Sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan, Al Qur’an tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji keluhuran dan nilai-nilai religius yang dikandungnya.

“Kita bersyukur karena MTQ Tanjung Balai 2019 berjalan baik. Saya juga berharap, MTQ mampu melahirkan qoriah-qoriah yang handal dan ikut dalam kegiatan yang lebih tinggi. Alhamdulillah, karena sampai saat ini, Tanjung Balai masih menjadi daerah dengan basis qori qoriah terbaik di Sumatera Utara,” ujar Syahrial. (ign)

Continue Reading
Advertisement

#Trending