Connect with us

Daerah

Unsur Pidana Terpenuhi, Kasus Tanah Diserahkan ke Pidsus

Published

on

Foto: Aspidsus Kejati NTT, Gasper Kase, SH

Kupang, realitarakyat.com – Berdasarkan hasil ekspose tim intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) dihadapan Kajati NTT, DR. Febrie Ardiansyah, SH, MH, kasus dugaan penyerobotan tanah milik Pemda Kabupaten Kupang akhirnya diserahkan ke tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Kasus dugaan penyerobotan tanah itu diserahkan ke tangan tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT karena dinilai bahwa unsur perbuatan pidana atau perbuatan hukumnya telah terpenuhi.

“Ekspose sudah digelar oleh tim intelejen Kejati NTT dan hasilnya didapati bahwa unsur perbuatan dalam kasus itu telah terpenuhi makanya diserahkan ke tangan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati NTT, Gasper Kase kepada wartawan, Kamis (6/12).

Dijelaskan Gasper, bahwa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT tinggal menindaklanjuti hasil penyelidikan (LID) oleh tim intelejen Kejati NTT terkait dugaan penyerobotan tanah milik Pemda Kabupaten Kupang.

Ditegaskan Gasper, dalam kasus dugaan penyerobotan tanah milik Pemda Kabupaten Kupang, tim intelejen telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, Kabag Tatapem Kota Kupang, Januar Dally dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang.

“Sudah periksa dari mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, Januar Dally (Kabag Tatapem Kota Kupang, BPN Kota Kupang dan Kasat Pol PP Kota Kupang, Thomas Dagang,”sebut Gasper.

Dikatakan Gasper, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT setelah menerima berkas dari intelejen, maka Tipidsus akan kembali memperdalamnya dengan memanggil pihak-pihak terkait.

“Berkas setelah diterima dari intel, maka Pidsus akan jadwalkan pemeriksaan saksi-saksi lagi termasuk mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean akan dipanggil lagi,”tutup Gasper.(rey)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

DPRD Sabu Raijua Minta Kadis Dukcapil Dinonaktifkan

Published

on

Sabu Raijua, realitarakyat.com- Yusak Musa Robo anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), agar Bupati Sarai, Nikodemus Rihi Heke mencopot Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sarai, Robinson Siubelan.

Pasalnya, pelayanan pada Dinas Dukcapil Kabupaten Sarai sangatlah mengecewakan bagi warga Kabupaten Sarai.

“Saya minta Bupati Sabu Raijua untuk segera nonaktifkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari jabatannya sebagai kepala dinas,” kata anggota DPRD Kabupaten Sarai, Yusak Musa Robo kepada wartawan, Sabtu (23/3).

Dijelaskannya, permintaan itu bukanlah tidak beralasan dimana saat warga dari Desa Gurimonehara, Kecamatan Mehara, Kabupaten Sarai hendak mengurus Akta dan KTP, satupun ASN tidaj berada di kantor.

“Jumat (22/3) lalu begitu banyak warga yang mau urus KTP dan Akta serta KK tidak ada satupun ASN yang berada di kantor termasuk Kadisnya,” ucap Yusak.

Menurut Yusak, saat itu pada pintu kantor ditempel sebuah kertas bertuliskan” pelayanan hari ini untuk sementara tidak ada karena sedang ada kerja bakti,”.

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan publik untuk pembuatan akta, ktp dan kartu keluarga tidak terlayani dan ini sangat mengecewakan bagi warga yang hendak mengurus indentitas diri.Ditambahkannya, dirinya sangat prihatin bagi warga yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sarai dengan biaya yang mahal namun tidak mendapatkan hasil apapun.

“Saya sangat kecewa dan kasihan warga. Jadi sebaiknya Bupati nonaktifkan saja dari Kadis Dukcapil,”tegas Yusak.

Terpisah, Nando salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Sarai menambahkan bahwa alasan apapun pelayanan publik wajib dikedepankan apapun alasan.

“Saya kasihan dengan warga yang sudah keluar biaya banyak dan buang waktu untuk urus administrasi namun tidak ada hasil,” katanya.

Pelayanan publik, kata Nando, harus berjalan secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Bukan karena hanya alasan kerja bakti lalu pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu.(rey)

Continue Reading

Daerah

Bercumbu di Pojok Lapangan, Sepasang Remaja ‘Diamankan’ WH

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Sepasang remaja, RF (21) dan AL (17), warga Aceh Timur yang lagi bercumbu di tempat gelap pojok Lapangan Merdeka Langsa, Kamis (21/3) dinihari, diamankan petugas Wilayatul Hisbah Kota Langsa.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mengintensifkan razia malam hari khususnya di tempat diduga rawan praktek maksiat.

Saat menyisir pojok lapangan, petugas mendapati sepasang remaja sedang memadu kasih. Petugas menggelandang mereka ke markas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

Dari hasil introgasi yang dilakukan petugas WH, kedua remaja yang dilanda asmara ini mengaku, mereka baru sebatas pacaran, belum melakukan hubungan lebih lanjut. “Kami hanya pacaran, bang nggak ada melakukan yang lain,” akui mereka kepada petugas.

Mereka memang pacaran, tapi itu dilarang syariat sehingga mereka diamankan karena patut diduga melanggar qanun hukum Jinayat yaitu Qanun Aceh No: 06/2014 pasal 23 tentang khalwat. Kalau cukup unsur dan bukti, mereka terancam hukum cambuk. “Kita menunggu keluarga dan petua gampong membicarakan dan memediasi kasus ini,” demikian Ibrahim Latif. (MS)

Continue Reading

Daerah

Teluk Nibung Juara Umum MTQN Kota Tanjung Balai 2019

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Kecamatan Teluk Nibung juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tanjung Balai 2019 dan diberi hadiah umroh. Kecamatan Datuk Bandar Timur harus puas pada posisi kedua dan peringkat ketiga ditempati Kecamatan Sei Tualang Raso.

Wali Kota Tanjung Balai H M Syahrial mengatakan, MTQ harus menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif karena telah terbukti mampu menjadi daya dorong untuk memacu percepatan pembangunan di daerah.

Untuk itu, kata Syahrial, MTQ harus memotivasi sekaligus meningkatkan keinginan masyarakatselalu membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup.

Sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan, Al Qur’an tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji keluhuran dan nilai-nilai religius yang dikandungnya.

“Kita bersyukur karena MTQ Tanjung Balai 2019 berjalan baik. Saya juga berharap, MTQ mampu melahirkan qoriah-qoriah yang handal dan ikut dalam kegiatan yang lebih tinggi. Alhamdulillah, karena sampai saat ini, Tanjung Balai masih menjadi daerah dengan basis qori qoriah terbaik di Sumatera Utara,” ujar Syahrial. (ign)

Continue Reading
Advertisement

#Trending