Connect with us

Politik

Harga Kopra Anjok, Senator Minta Pemerintah Pusat Carikan Solusi

Published

on

JAKARTA, Realitarakyat.com– Senator dari Provinsi Maluku Utara, Matheus Stefi Pasamanjeku minta Pemerintah Pusat khususnya instansi terkait memberikan perhatian serius dalam usaha menjaga stabilitas harga kopra di Provinsi Kepuluan tersebut agar pendapatan petani penghasil produk bahan baku minyak goreng tersebut tidak terpuruk seperti saat ini.

Kepada sejumlah awak media di Gedung DPD RI Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/12), anggota DPD RI tersebut mengatakan, beberapa bulan belakangan harga kopra di salah satu sentra produksi komiditas ini anjlok begitu tajam sehingga petani sudah tidak mampu untuk memanen hasil pertanian mereka.

Anjloknya harga kopra di Maluku Utara, kata laki-laki kelahiran Ambon, 12 September 1971 tersebut, membuat sejumlah petani kelapa di Maluku Utara mulai menjerit karena produksi banyak tetapi harga di pasaran turun drastis.

Semula, kata Matheus, harga kopra di Maluku Rp 10.000 per kg. Namun, sekarang hanya Rp3.500 per kg pada tingkat pengumpul kabupaten. Jangankan untuk biaya hidup, untuk upah saja tidak mencukupi,” ungkap laki-laki berkulit hitam ini.

Matheus menyebutkan, bila harga kopra naik sampai Rp 5.000 saja per kg di tingkat pengumpul, itu sudah cukup untuk menutupi biaya seperti upah panjat dan kumpul,” kata dia.

Padahal, terang Matheus, enam bulan lalu harga komoditas tersebut sempat menyentuh harga Rp12.000 dan bahkan sempat bertahan cukup lama pada kisaran Rp10.000 per kg.

Apa yang diungkapkan Matheus, merupakan hasil Kunjungan Kerja (Kunker) ke daerah pemilihannya beberapa hari lalu. Seperti diketahui, Maluku Utara adalah salah satu penghasil kopra di tanah air. Bahkan kopra hasil petani Maluku Utara dipasok ke berbagai daerah dan yang terbesar Surabaya.

Selain harga komoditas itu lesu di pasar internasional akibat berbagai isu, kata Matheus, anjloknya harga kopra juga tidak terlepas dari praktik kartel yang selama ini berlangsung.

Menurut dia, kalau praktik kartel tersebut tidak ditindak maka disparitas harga di tingkat petani dan di tingkat user akan semakin tinggi. “Kami minta pemerintah pusat untuk ikut mencari solusi sekaligus melakukan intervensi harga kopra, sehingga dapat membantu petani kelapa meningkatkan kehidupan ekonomi mereka.”

Meski tidak menyebutkan angka pasti tetapi Matheus mengatakan, kalau kondisi tersebut dibiarkan, potensi kerugian petani mencapai puluhan miliar per bulan.

“Jadi, pemerintah perlu mencarikan jalan ke luar. Bisa saja dengan cara memberikan subsidi kepada petani kopra sehingga mereka tidak merugi dan dapat bertahan hidup,” demikian Matheus Stefi Pasamanjeku. (tanjung)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Alumni PTS Se-Jakarta Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Masyarakat yang mengatasnamakan Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-Jabodetabek mendeklarasikan dukungan untuk capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan bergulirnya reformasi, Indonesia perlahan mulai mengalami peningkatan, baik secara hukum, ekonomi, politik, dan kehidupan bernegara, beragama, serta menyampaikan pendapat,” tegas perwakilan deklarator Novi Noer Alie di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3/2019) malam.

Menurutnya, pembangunan daerah masih harus dilanjutkan. Novi menuturkan, pada masa pemerintahan Jokowi, pembangunan dari wilayah perbatasan dilaksanakan, seperti di wilayah timur Indonesia.

“Pemberlakuan tol dan kebijakan satu harga. Kemiskinan dapat ditekan di angka 9 persen, inflasi terjaga di kisaran 3 persen, ketimpangan dipersempit dengan indeks Gini ratio 0,3, dan ketersediaan lapangan pekerjaan dibuka selebar-lebarnya,” ujarnya.

Pada pemerintahan Jokowi juga ketimpangan penguasaan tanah dapat ditekan. Presiden Jokowi fokus untuk menjalankan reforma agraria dan perhutanan sosial dengan mendistribusikan tanah kepada petani.

“Program ini perkuat dengan Perpres Nomor 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan Perpres Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria,” tambahnya.

Selain itu, dijelaskan mengenai penegakan hukum di era Jokowi. Pemerintah disebut mendukung penuh penegak hukum melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

“Namun keberhasilan-keberhasilan itu belum semuanya tuntas ditunaikan. Presiden Jokowi membutuhkan satu periode lagi untuk mengantar bangsa ini menuju Indonesia yang sejahtera. Oleh karena itu, Alumni 101 Perguruan Tinggi Swasta Se-Jabodetabek mendeklarasikan memilih dan memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Politik

Santri Krapyak Deklarasi Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin

Published

on

Yogyakarta,Realitarakyat.com. – Selain alumni UGM Yogyakarta, para alumni Yogyakarta itu mendeklarasikan dukungan bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pernyataan deklarasi itu dibacakan oleh santriwati Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Yafi Alfita di hadapan capres Jokowi dan istrinya Iriana Jokowi dan sejumlah tokoh serta sekitar 30 ribu pendukung Jokowi yang tergabung dalam Alumni Jogja SATUkan Indonesia.

“Satu, dengan penuh rasa syukur dan mengharapkan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia menyatakan siap mendukung Jokowi-Maruf Amin sebagai capres dan cawapres 2019-2024 karena mereka berdua telah terbukti setia menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, Insya Allah amanah,” kata Yafi di stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Kedua, alumni Jogja SATUkan Indonesia siap memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin karena mereka berdua terbukti menjadi sosok pemimpin yang religius, toleran dan nasionalis. “Mereka berdua taat beribadah sekaligus mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan dan pribadi, Insya Allah menang,” kata Yafi.

“Ketiga, kami Alumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Aaruf Amin karena memiliki visi program pembangunan yang berorientasi kepentingan rakyat, menjaga visi nusantara dan memiliki komitmen berdasarkan politik kesejahteraan yang beradab, Insya Allah berlanjut,” ungkap Yafi.

“Keempat, kami aLumni Jogja SATUkan Indonesia mendukung Jokowi-Maruf Amin karena karena pribadi sederhana, tidak KKN dan antikorupsi. Jokowi-Maruf Amin berkomitmen menjalankan pemerintahan yang bersih, akuntabel menuju masa depan yang adil dan sejahtera. Semoga terpenuhi cita-cita kita bersama,” tegas Yafi.

Sejumlah tokoh juga hadir di lokasi tersebut seperti Pramono Anung, Basuki Hadi Mulyono, Budi Karya Sumadi, Slamet Rahardjo, Hanung Bramantyo, Djadjuk Ferianto, Yenni Wahid dan sejumlah tokoh serta seniman lainnya.

Saat menuju ke stadion Kridosono, Jokowi dan Iriana yang menaiki sepeda onthel disambut oleh atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan Kuda Lumping, orkestra gamelan oleh Djaduk Ferianto dan seniman Yogyakarta lainnya.

Andy F Noya akan bertindak sebagai pembawa acara dan memandu rangkaian acara deklarasi. Budayawan Slamet Raharjo akan membacakan puisi Gus Mus. Selain menyampaikan deklarasi, acara tersebut juga disemarakkan musisi Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, kelompok musik legendaris God Bless yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono dan lainnya.

 

Continue Reading

Politik

Alumni Jogjakarta Deklarasi Dukung Jokowi –Ma’ruf Amin

Published

on

Yogayakarta,Realitarakyat.com. – Capres Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (23/3/2019), menghadiri acara deklarasi “ Alumni Jogja SATUkan Indonesia” di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Jokowi hadir di Stadion Kridosono dengan mengendarai sepeda onthel.

Jokowi mengendarai sepeda onthel dari Bundaran Bulaksumur, tepatnya utara RS Panti Rapih, menuju Stadion Kridosono. Sambil mengayuh sepeda, sepanjang perjalanan Jokowi selalu tersenyum ramah dan melambaikan tangan kepada masyarakat yang berjajar di pinggir jalan.

Masyarakat pun serentak berteriak memanggil Jokowi. “Pak Jokowi, Pak Jokowi,” teriak salah salah satu warga yang berjajar di Jalan Suroto, Kota Yogyakarta, sambil mengabadikan momen itu dengan gawainya, Sabtu (23/3/2019).

Sepanjang jalan, dari Bundaran Bulaksumur hingga Stadion Kridosono tampak berjajar prajurit Bregodo lengkap dengan pakaian tradisional.

Turut mendampingi Joko Widodo bersepeda, Iriana Jokowi, ketua panitia Anjar Budi Kuncoro, presenter Andy F Noya, Menteri Budi Karya Sumadi, dan budayawan Achmad Charis Zubair, teman-teman kuliah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan sekitar 500 orang dari komunitas sepeda onthel.

Sesampainya di Stadion Kridosono, Joko Widodo disambut atraksi kesenian reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan kesenian kuda lumping.

 

Continue Reading
Advertisement

#Trending