Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Ratusan TKS Kesehatan Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota dan DPRD Tanjung Balai

Published

on

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Merasa diintimidasi pimpinan unit kerja karena melakukan unjuk rasa pekan lalu, ratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) kesehatan kembali datangi Kantor Wali Kota Tanjung Balai, Senin (26/11).

Kali ini diwarnai dengan aksi jahit mulut tiga perawat yakni Fadlan Manurung, Syafaruddin Tambunan dan Didi Mhd Yusuf. Aksi jahit mulut ini dilakukan perawat yang tergabung dalam Forum Tenaga Kesehatan (FTK) dengan harapan, Pemkot mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan perawat.

Ratusan paramedis itu diterima akhirnya diterima Wakil Wali Kota H Ismail didampingi Sekdakot Hj Halmayanti dan pejabat Pemkott. Koordinator aksi, Dolly Firmansyah Marpaung minta Pengkot menganggarkan kesejahteraan perawat Rp400.000 per bulan per orang.

“Kami berharap, Pemkot mengalokasikan anggaran untuk TKS kesehatan dalam APBD terhitung mulai tahun anggaran (TA) 2019 mendatang,” ujar Dolly Firmansyah Marpaung.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, seluruh TKS kesehatan di lingkungan Pemkot Tanjung Balai melakukan aksi mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi.

Atas tuntutan para TKS itu, H Ismail menyatakan, Pemkot menghargai dan mengapresiasi kinerja maupun aspirasi dari paramedis TKS. Hanya saja, hal itu harus dibicarakan dengan seluruh Tim Anggaran Pemkot dan DPRD Kota Tanjung Balai.

“Hari ini saya memimpin rapat bersama OPD terkait untuk membahas tuntutan adik-adik paramedis. Saya juga menjamin tidak akan ada intervensi dari pihak manapun,” tegasIsmail.

Usai diterima Wakil Wali Kota, TKS kesehatan melanjutkan aksi di DPRD Kota Tanjung Balai. Di DPRD, mereka diterima anggota Komisi C antara lain M Nur Harahap, Nessy Ariyani, Artati, Herna Veva, Syarifuddin dan Abdul Jamil.

Wakil rakyat DPRD itu juga mengungkapkan hal yang sama dengan Wakil Wali Kota Tanjung Balai. Tuntutan para TKS kesehatan akan dibicarakan lebih lanjut dengan seluruh anggota DPRD dan Tim Anggaran dari Pemkot.

Baca Juga :   Gempa 5,8 SR Goncang Nias Selatan, Getaran Terasa Sampai Ke Mandailing Natal

Karena belum ada kepestian tuntutan mereka, para TKS initampak enggan meninggalkan Kantor DPRD sehingga seluruh anggota DPRD yang hadir harus berjanji akan memperjuangkan nasib para TKS kesehatan ini.

“Jika Tim Anggaran Pemkot Tanjung Balai tidak mengalokasikan anggaran, DPRD tidak akan mengesahkan ABPD 2019,” tegas seluruh anggota DPRD yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu, dua perawat yang melakukan aksi jahit mulut terpaksa dilarikan ke RSU Dr Tengku Mansyur karena jatuh pingsan. (ign)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kota Kupang Dinyatakan Status Awas Bencana Kekeringan

Published

on

Elly Wairata
Continue Reading

Daerah

Waah… Anggota DPRD Rembang Malah Dorong Mahasiswa Terus Lakukan Demo

Published

on

Continue Reading

Daerah

Bersinergi Wujudkan Penegakan Hukum Yang Baik, PN Kupang Gelar Coffee Morning

Published

on

Continue Reading




Loading…