Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Kurangi Kesenjangan, Marzuki Ajak Umat Islam Langsa Tunaikan Zakat

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Baitul Mal Kota Langsa menyalurkan zakat senif Ibnu Sabil 2018 kepada pelajar tingkat SD, SMP, MIN, MTs, MAN, para santri serta anak panti asuhan di Aula Setda Langsa, Rabu (5/9).

Kepala Baitul Mal Kota Langsa, Tgk Alamsyah Abubakardin mengatakan, total zakat yang dikucurkan Ibnu Sabil tahun ini Rp239.700.000,- untuk 239 siswa, masing-masing pelajar mendapat Rp100.000,-.

Dijelaskan, ada 119 sekolah yang memperoleh zakat senif Ibnu Sabil terdiri dari tingkat SD (61 sekolah), MIN (9), SMP (17), MTs (9), MAN (6), Dayah (14) serta tiga panti asuhan.

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid mengatakan, zakat sebagai salah satu rukun Islam harus mendapat perhatian serius dari umat Islam dalam upaya menghilangkan kesenjangan dan kecemburuan sosial. “Mereka yang tidak menunaikannya berdosa besar.”

Pemkot Langsa bakal memberikan pertimbangan dan penilaian khusus untuk mempromosikan atau degradasi Kepala Dinas, Kepala Kantor/Badan, Kepala Sekolah yang peduli atau tidak peduli dengan zakat/infaq.

“Ini juga berlaku terhadap perusahaan yang enggan mengeluarkan zakat maupun infaq. Jangan, kecewa apabila tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah kota,” kata Marzuki.

Sebab, lanjut dia, yang dilakukan ini adalah berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di Provinsi Aceh seperti Keputusan Gubernur Provinsi Aceh No: 10/2007 Tentang Pengelolaan Zakat.

“Zakat merupakan kewajiban seorang muslim dan berfungsi membersihkan harta dan jiwa. Zakat juga sumber dana potensial dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan sosial guna meningkatkan taraf hidup kaum dhuafa dan sebagai salah satu sumber daya pembangunan ummat di Provinsi Aceh.”

Pengelolaan zakat disamping tuntunan syari’at Islam juga kewenangan Provinsi dalam pelaksanaan UU No: 38/1999, UU No: 44/1999, UU No: 18/2001 serta instruksi gubernur No: 12/INSTR/2005 Tentang Pemotongan Zakat dari gaji dan honorarium setiap PNS dan pejabat dilingkungan Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam dan Perwali Langsa No: 81/2013 tentang Pengelolaan Zakat.

Baca Juga :   Kejaksaan Selidiki Kasus Macet Sebesar Rp 7,5 Milyar di Bank NTB

Pemprov Aceh menggalakkan semua itu demi terwujudnya taraf hidup dan kesejahteraan ummat. Tidak usah takut menyisihkan sebahagian harta buat kepentingan umat. Sebab, lewat dana umat ini Islam akan semakin kuat dan mandiri.

“Mari kita tunaikan zakat, infaq dan shadaqah melalui Baitul Mal Kota Langsa yang telah mempunyai legalitas untuk mengelola dana umat demi kesejahteraan umat,” demikian Marzuki Hamid. (MS)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pantai Karangjahe Masuk Nominasi Lomba Desa Wisata Nasional

Published

on

Continue Reading

Daerah

Polres Tanjungbalai Musnahkan 18.880,43 Gram Sabu dan 9.840 Butir Ekstasi

Published

on

Continue Reading

Daerah

Danramil Kota Soe Pimpin Pemadaman Karhutla

Published

on

Continue Reading




Loading…