Connect with us

Politik

Ketua DPR: ASEAN Tangguh, Negara-Negara ASEAN Harus Aktif

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan untuk mewujudkan Komunitas Association of South East Asia Nations (ASEAN) yang tangguh diperlukan kepedulian serta keterlibatan aktif seluruh negara anggota ASEAN.

Terlebih, telah menjadi komitmen bersama untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang berorientasi ke luar dengan tetap mempertahankan sentralitas ASEAN.

“Masa depan ASEAN tergantung dari bagaimana negara-negara ASEAN mampu meraih peluang dan menghadapi berbagai tantangan global saat ini. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan aktif serta kekompakan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk menguatkan kerjasama kawasan,” tegas Bamsoet dalam Sidang Umum Asian Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), di Singapura, Selasa (4/9/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut Presiden AIPA Tan Chuan Jin, Sekjen AIPA Tan Isra Sunthornvut, serta delegasi AIPA dari negara Myamar, Vietnam, Laos, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam serta Filipina.

Sementara, Bamsoet didampingi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Ketua BKSAP DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, Juliari Batubara (Fraksi PDI-P), Endang Srikarti Handayani (Fraksi Partai Golkar), Jon Erizal (Fraksi PAN), Abdul Kadir Karding (Fraksi PKB), Jazuli Juwaini (Fraksi PKS), Kartika Yudhisti (Fraksi PPP), Amelia Anggraini (Fraksi Nasdem), Sudiro Asno (Fraksi Hanura) dan Mukhamad Misbakhun (Fraksi Partai Golkar).

Menurut Bamsoet, jika para anggota AIPA serius membangun ASEAN yang terfokus pada kesejahteraan masyarakatnya, maka pemenuhan hak-hak masyarakat menjadi suatu keharusan. Permasalahan kemanusiaan yang masih terjadi di kawasan, seperti di Myanmar, harus segera diselesaikan dengan baik.

“Krisis kemanusiaan di Myanmar telah mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan terus menjadi perhatian dunia. Karena itu, Indonesia mendukung penuh segala upaya untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, penegakan hukum serta rekonsiliasi secara menyeluruh di kawasan ASEAN,” tandas Bamsoet.

Karena itu Bamsoet meminta AIPA berbenah diri dan memperbaharui sistem pengambilan keputusan. AIPA harus mampu menawarkan kebaruan dan tidak anti reformasi. Sehingga, resolusi-resolusi yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kebutuhan di kawasan.

“AIPA harus memiliki alternatif pengambilan keputusan yang berpihak pada mayoritas negara anggota AIPA. Untuk membantu perwujudan Komunitas ASEAN yang inovatif, AIPA harus mampu pula berinovasi dalam sistem pengambilan keputusan. Sehingga, tidak lagi kita temui pengalaman suatu Komisi di AIPA tidak dapat bersidang karena Komisi Eksekutif tidak mencapai kata sepakat mengenai agenda di Komisi tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, terlepas dari perbedaan sistem politik atau ukuran konstituen, anggota parlemen yang tergabung dalam AIPA harus melihat dirinya sebagai agen perubahan. Inklusivitas Komunitas ASEAN bergantung pada upaya para anggota parlemen untuk menjangkau konstituen dan menyebarkan kesadaran akan posisi mereka sebagai warga ASEAN.

“Tidak akan ada komunitas tanpa rakyat. Oleh karena itu, kepentingan rakyat harus menjadi inti dari Visi ASEAN 2025. AIPA sebagai legitimasi perwakilan rakyat ASEAN, tentunya harus mengambil posisi strategis untuk mewujudkan Visi ASEAN 2025 melalui kerangka mandat konstitusi pembentukan legislasi, persetujuan penganggaran dan pelaksanaan pengawasan,” ungkapnya.

Berbagai perkembangan positif menurut Bamsoet, telah diraih sejak dimulainya implementasi road map (peta jalan) Masyarakat ASEAN.  Road map tersebut terdiri dari cetak biru masyarakat politik-keamanan ASEAN, cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN dan masyarakat sosial-budaya ASEAN di tahun 2009.

“Perkembangan positif dari road map tersebut berhasil membawa kawasan menuju pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015. Namun, kita jangan berbangga hati dan berpuas diri. Masih banyak yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi ASEAN agar dapat mewujudkan masyarakat ASEAN yang tangguh dengan kapasitas yang tinggi untuk merespons tantangan global secara efektif,” jelas Bamsoet.

Bamsoet memuji ASEAN yang telah berdiri lebih dari 50 tahun, terbukti mampu menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang berdaya saing tinggi. ASEAN juga mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara anggotanya di tengah dinamika geopolitik global.

“Capaian tersebut tidaklah mudah. Terlebih, negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangat beragam latar belakangnya, baik dari sisi ekonomi, politik, budaya, agama maupun tingkat demokrasi. Tentu, tanpa adanya  persatuan dan rasa memiliki di antara warga ASEAN sukar untuk meraih capaian tersebut. Sikap seperti inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh semua warga ASEAN,” pungkasnya.

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Wapres Ma’ruf Minta Airlangga dan Bamsoet Kompak Bersatu

Published

on

Continue Reading

Politik

Sah, Airlangga Hartarto Dibaiat Jadi Ketua Umum Golkar Lagi

Published

on

Continue Reading

Pilkada 2020

Kata Airlangga, Golkar Ingin Canangkan Pilkada 2020 Tanpa Mahar

Published

on

Continue Reading




Loading…