Connect with us

Opini

Penomena Kesurupan Bermunculan Pasca Gempa Lombok

Published

on

Fenomena kesurupan yg semakin marak di Lombok terjadi akibat dari mental kejiawaan masyarakat yang sudah tidak kuat menampung kecemasan, ketakutan dan stress yang terlalu lama dipendam.

Ada 22 penyakit baru yang akan muncul akibat psikologi bencana, yang paling ringan adalah stress dan yang paling fatal adalah bunuh diri akibat sudah gidak.kuat menerima kenyataan. lalu yang memiliki efeks ekternal akibat dari sosiologi bencana adalah pencurian dan perampokan.

Kembali ke masalah kesurupan. Sejak tanggal 29 Juli masyarakat NTB minimal merasakan 2 kali gempa hingga hari ini tanggal 26 Agustus.

tak ada peristiwa bencana gempa sedahsyat ini, Jogja hanya sekali digoyang oleh gempa 5,9 SR, sementara NTB bertubi tubi di angka 6.

Kalut dan cemas yg tiada akhir ditengah kenang atas segala hal yg telah pergi darinya akan menghantam dengan kuat mental psikologis masyarakat.

Stress yang terpendam bertemu dengan persepsi atas situasi yg dipengaruhi oleh sistem keyakinan yang dianut akan menekan alam bawah sadar sehingga orang mengalami trance and possession disorder.

Gangguan disosiatif mengakibatkan seseorang mengalami Skizofrenia dimana seseorang kehilangan kesadaran, penginderaan, dan kendali atas pikiran dan tubuh.

Mereka sadar disatu sisi namun seperti ada kekuatan lain diluar diri yang tak bisa dikendalikan dan menggerakkan pikiran dan perilakunya. ini adalah endapan alam bawah sadar yang mengambil alih kendali atas ruang sadar dan sekaligus kendali atas psikomotorik manusia.

Munculnya sosok Dewi Anjani dalam ucapan beberapa warga yang mengalami kesurupan, disertai fatwa bahwa Dewi Anjani marah akibat moralitas manusia di gunung rinjani dan gili terawangan yang penuh dengan dunia mesum adalah persepsi kesadaran atas realitas yg dibentuk oleh sistem nilai yg diyakini dan sudah lama mengendap dalam alam bawah sadar, sebagai pengetahuan yang dia anggap sebagai penyebab bencana.

Ketika tekanan terhadap alam bawah sadar pecah, maka segala persepsi dan sistem pengetahuan dan keyakinan yg ia miliki tersebut keluar mejadi kata kata dan mengambil alih ruang sadarnya. Teriakan dari seseorang yang mengalami kesurupan direspon oleh ketakutan yang sama yg sedang dialami oleh lingkungan sekitarnya akan mengakibatkan terjadinya histeria, histeria inilah yang akan menyebabkan terjadinya kesrupan massal.

Bagi yang tetap sehat dan kuat jiwanya dalam situasi NTB satu bulan terakhir ini alhamdulillah, namun semua kita pasti mengalami takut dan cemas, takut dan cemas adalah reapin atas pilihan ikhtiar yg dilakukan manusia, itu normal.

Intinya fenomena kesurupan adalah bukti nyata bahwa masyarakat NTB telah menjadi endemi mental health, jika jiwa mengal tak kena maka ruang persepsi yang kena, ini yg menjelaskan kenapa ada orang yg merasa ada gempa padahal gempa tak ada, persepsi itu dicipta oleh cemas di rekam alam bawah sadar juga.

Kepada pemerintah, tolong beri perhatian khusus atas hantaman dahsyat pada kesehatan mental masyarakat NTB dengan mengirimkan psikolog untuk menghibur jiwa masyarakat agar terlepas dari kalut dan takut.

Saya kira kita semua sudah tidak kuat berada dalam kecemasan ini, segala ikhtiar yang kita lakukan selama ini dengan mengungsi dll hanyalah sperti menanti giliran untuk ditangisi, dan atau ditaburi bunga, seperti rekan rekan kita yang telah terlebih dahulu pergi.

Untuk anak anak sekolah sebaiknya segera bersekolah agar kembali ke dunia bermainnya bersama anak anak dengan segala persepsi anak anak tentang situasi.

Terus berada bersama keluarga hanya akan memberi efek negatif, karena orang tua yg selama ini menjadi sumber kebenaran dan keberanian bagi anak anak justru lebih banyak memberi sugesti negatif akan kalut dan cemas saat melindungi dan membawa lari anak anaknya kala gempa datang.

Poetra Adi Soerjo, Penulis adalah Warga Lombok, Sarjana Bimbingan Konseling dan Penyuluhan Islam IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Opini

Koordinasi Pertamina dengan Proyek Unggulan Pak Jokowi Lemah

Published

on

Pengamat Ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng / Net
Continue Reading

Opini

Membangun Nasionalisme dan Merawat Kemajemukan

Published

on

Continue Reading

Opini

Jokowi Tidak Bisa Dimakzulkan

Published

on

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis / Net
Continue Reading




Loading…