Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Geuchik Diminta Pantau Wilayahnya agar tidak Kumuh

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid meminta Geuchik memantau wilayahnya agar tidak kumuh. Jika tidak ada perhatian geuchik, perangkat gmpong dan camat maka gampong akan menjadi kumuh.

Itu dikatakan Marzuki Hamid dalam sambutan dia sebelum membuka pelatihan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) buat Geuchik dan Camat dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2018 di Aula Setda Langsa, Rabu (1/8).

Berdasarkan SK Walikota Langsa 2014, kata Usman, lahan yang dikatakan kumuh di Kota Langsa mencapai 89,235 hektare. Yang terealisasi menjadi tidak kumuh 71,62 hektar sehingga tersisa dikatakan kumuh 17,62 hektare.

“Sisa itu menjadi objek sasaran Kotaku agar Kota Langsa benar-benar tidak ada lagi wilayah yang kumuh. Kami berharap kepada masyarakat, geuchik dan stakeholder lainnya untuk menjaga agar jangan ada lagi daerah yang kumuh,” kata dia.

Jika ada pembangunan yang tidak tertata dengan bagus, Usman meminta jajaran Kota Langsa untuk mengatur agar rapi. Dan, geuchik termasuk pihak yang harus melarang pembangunan yang tidak tertata itu. “Jika tak ada izin, harus berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan,” ungkap Usman.

Dia berharap, masyarakat dan pihak terkait untuk saling peduli, sehingga Kota Langsa benar-benar bebas kumuh pada masa yag akan datang sebagaimana harapan kita semua.

Dalam pelatihan ini, kata Usman, peserta akan diberikan pemahaman dan indikator apa yang dikatakan kumuh. Selain itu juga diharapkan peran, camat dan perangkat gampong agar tempat-tempat kumuh tidak ada di masa yang akan datang.

“Saya yakin banyak manfaat dan keuntungan dari pelatihan. Dengan pembekalan ini, nantinya geuchik dan camat mensosialisasikannya kepada perangkat gampong, sehingga bisa bersama-sama menjaga daerahnya agar tidak menjadi kumuh,” harap Usman.

Baca Juga :   Kepsek Jangan Terlibat Politik

Ketua Panitia, Maulina Santi mengatakan, pelatihan ini diikuti geuchik dari 52 gampong dan camat. Kegiatan ini berlangsung empat hari yang dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanaka 1-2 Agustus 2018 dan gelombang kedua 5-6 Agustus 2018.

Pelatihan diberikan Asisten I Pemko Langsa, Suriyatno, Lembaga Pengkajian Pemberdayaan dan Konsultasi (LPPK) Iswantara Adi Nugraha serta Tim Satker Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (PI), Yuyun Oriza.

Pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk menguatkan kapasitas para camat dan geuchik, sehingga apa yang menjadi program KOTAKU bisa tercapai. Pelatihan itu juga dihadiri oleh Korkot Kota Langsa, Drs Suryadi. (MS)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Pesan MUI Jabar untuk Wapres: “Semoga Sukses Membawa Amanah”

Published

on

Continue Reading

Daerah

Kebakaran Hanguskan Rumah Orang Tua Kapolri Tito Karnavian

Published

on

Kebakaran di Palembang / Antara
Continue Reading

Daerah

Pantai Karangjahe Masuk Nominasi Lomba Desa Wisata Nasional

Published

on

Continue Reading




Loading…