Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Syukur Baddu : Pemilu 2019, PKS Hilang Dari Senayan

Published

on

Makassar , Realitarakyat. com – Kisruh internal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat banyak bacaleg dari partai besutan para ustadz nyunnah tersebut, bertumbangan.

Bacaleg PKS untuk DPRD Pinrang, Syukur Baddu, misalnya, ia lebih memilih untuk mundur dari pencalonan dan memilih partai lain. Begitu pula Mantan Sekretaris DPW PKS Sulsel, M Taslim Tamang, yang akhirnya batal maju sebagai bacaleg PKS, meski tidak akan menggunakan kendaraan partai lain.

Mundurnya bacaleg PKS di beberapa daerah secara ramai-ramai, dipicu kebijakan DPP PKS yang menginginkan setiap bacalog menandatangani surat pengunduran diri. Selain itu, DPP PKS juga akhir-akhir ini terdengar sering memecat banyak kader partai.

Syukur juga mengatakan, Dengan kebijakan DPP PKS membuat persyaratan untuk bakal calon anggota dewan di semua tingkatan yang mendaftar lewat PKS. Hal itu tercantum dalam surat DPP PKS tertanggal 29 Juni 2019.

“Gila gak masa semua caleg harus isi perjanjian , meminta bakal caleg PKS mengisi dan menandatangani surat pernyataan bersedia mengundurkan diri bertanggal kosong, itu kan melanggar Undang-Undang.” Ucap Syukur Baddu, di Makassar, Rabu (11/7/2018).

Lanjut Syukur, Ditangan M Sohibul Imam ini PKS Makin gak jelas, tidak lagi mentaati Undang – undang dan AD/ART Partai bahkan bisa dikatakan beliau sangat diktator.

“Ini jadi polemik di bawah dan mulai banyak caleg yang merasa tidak yakin, merasa tidak ada kepastian, menganggap dua surat ini menabrak perundang-undangan,” ujarnya.

Selain di level kader, kata Tamsil, perpecahan di tubuh PKS juga terlihat di level petingginya. Hal itu menurut dia terlihat dari sikap PKS yang menghalang-halangi Anis Matta untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dari PKS.

Padahal, ujar Syukur , Anis masuk dalam sembilan nama yang ditetapkan oleh Majelis Syuro PKS untuk diusung sebagai capres atau cawapres.

Baca Juga :   Kapolres Malang: Personel Gabungan Siap Diterjunkan

Kemudian, masalah Pemecatan Fahri Hamzah, ini juga sangat menjadi bahan pembicaraan di tubuh partai, Partai dakwah peminpinnya menjadikan contoh memelihara dendam.

“Bayangin, kami pernah di instruksikan agar tidak berkomunikasi dengan Fahri Hamzah, padahal dia (Fahri Hamzah-red) adalah salah satu pendiri partai, Makanya di PKS Makin jelas ke hancuran ditangan M Sohibul Iman. “Tutupnya. (Idham)

Advertisement
Loading...
Loading…