Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Politik

Gerah Dilaporkan ke BK DPD RI, Arya Mengaku Tidak Ikut Persekusi Ustadz Somad

Published

on

JAKARTA– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Bali, Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta mengaku ‘gerah’ dilaporkan politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI, Selasa (12/12) siang.

Lukman Edy yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut melaporkan senator asal Pulau Dewata ini diduga berada dibalik persekusi yang dilakukan kepada Ustadz Abdul Somad di Bali, Jumat pekan lalu. Padahal, ustadz paroh baya ini bakal melakukan safari dakwah di Bali.

“Saya menghormati proses yang telah berjalan, Dan, akan saya hadapi walau sesungguhnya tidak ada bukti-bukti keterkaitan saya dengan aksi persekusi yang ada di Bali,” kata Arya kepada sejumlah awak media, Rabu (13/12).
Sama sekali, kata senator peraih suara terbanyak di Dapil Provinsi Bali ini, tidak ada bukti saya menolak ustadz (Abdul Somad) dan menghasut masyarakat. “Nah, jadi tidak apa-apa. Tetapi akan kita hadapi kalau masuk ke proses hukum,” jelas dia.

Karena itu, laki-laki kelahiran Denpasar, 23 Agustus 1980 itu mengaku heran atas pengaduan pitikus senior PKB dari Dapil Riau tersebut bahwa dirinya diposisikan di balik persekusi yang dialami UAS oleh lima Organisasi Massa (Ormas) antara lain Sandi Murti, Laskar Bali, Banaspati, dan Komponen Rakyat Bali (KRB).

Puncaknya, kata Arya, ketika Komponen Rakyat Bali (KRB), Jumat (8/12) mendatangi Hotel Aston tempat Ustad Abdul Somad menginap dan menolak safari dakwah UAS kecuali mau menandatangani Ikrar Kebangsaan.

“Pernyataan-pernyataan saya terkait aksi persekusi di Media Sosial (Medsos) 1-3 Desember tersebut justru untuk meredam kemungkinan potensi konflik. Bila dibaca baik-baik, masalah penolakan UAS tersebut sudah dilakukan oleh Ormas lainnya sebelum pernyataan saya,” kata yang mengaku siap mengklarifikasi semua keterlibatannya.

Baca Juga :   TKN Sebut Koalisi Prabowo Sandi Tinggal Gerindra dan PKS

Kendati demikian, Arya menganalisa aduan itu terkait kutipannya di media sosial tentang pandangan adanya gerakan berbahaya yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di Medsos tidak satu juga saya menyebut nama, atau satu pihak manapun. Mungkin karena saya ini pendukung Presiden Jokowi, semua kebijakan mengenai pemerintah yang digaungkan pemerintah saya sikapi seperti HTI, kebangkitan PKI, dan lainnya. Bahwa semua harus waspada terhadap kelompok yang anti Pancasila,” demikian Arya. (tanjung)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Politik

Pengamat Ini Sebut Koalisi Pemerintah Sulit Bertahan Jika Gerindra Gabung

Published

on

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro / Net
Continue Reading

Politik

Gerindra Masuk Koalisi, Timbulkan Kecemburuan Partai Lain

Published

on

Ilustrasi / Net
Continue Reading

Politik

Pancasila Harus Ada dalam Sendi UU

Published

on

Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Haryono / Net
Continue Reading




Loading…