Connect with us

Nasional

Fahri Hamzah: Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Bukti Kegagalan Logistik Nasional

Published

on

JAKARTA– Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Koorkesra), Fahri Hamzah menuding kelangkaan gas LPG 3 Kg disejumlah daerah merupakan bukti kegagalan logistik nasional dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diberitakan, gas bersubsidi tabung yang dikenal dengan sebutan ‘Melon’ itu sudah sulit didapat konsumen alias rumah tangga. Kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi di sejumlah daerah tetapi juga di beberapa daerah sudah berlangsung lebih dari dua bulan.

Fahri Hamzah kepada awak media di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pekan ini mengatakan, LPG itu adalah kebutuhan pokok masyarakat yang dipakai setiap hari. Jumlahnya juga tetap.

Menurut dia, meningkat atau turun ada dalam statistik. Demikian pula alur distribusinya jelas, suplay, demand produksi distribusi jelas datanya.
“Bila terjadi kelangkaan, itu kita sebut sebagai kegagalan manajemen. Nah, siapa yang bertanggungjawab atas kegagalan manajemen itu? Tentu saja pemerintah.”

Karena itu, ungkap politisi senior jebolan jurusan ekonomi Universitas Indonesia (UI) tersebut, pemerintah harus memberikan penjelasan secara akurat tentang siapa yang bertanggungjawab, apa sebabnya kelangkaan. Penjelasan itu perlu agar masyarakat tenang.

“Sampaikan dong kenapa terjadi kelangkaan. Jangan dibiarkan dan lepas tangan. Sebab, masalah ini persoalan penting yang bisa menyebabkan problem-problem meresahkan masyarakat,” kata Fahri.

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, kelanggkaan gas yang dibutuhkan rumah tangga ini harus segera diakhiri dan pemerintah harus menjawabnya untuk mengembalikan ketersediaan kebutuhan pokok rumah tangga itu kembali normal.

Pada kesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah memerintahkan jajarannya menelusuri penyebab kelangkaan. “Dari Satgas Pangan juga bergerak,” kata Tito.

Polri tergabung dalam Satgas Pangan bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Polri telah berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, terkait kelangkaan gas elpiji.

Menurut Tito, Kementerian ESDM telah mengambil langkah dalam hal penyediaan stok gas 3 kilogram. Namun, Tito menegaskan, pihaknya akan tetap mengawasi ketersediaan gas 3 kg di pasaran. Apabila Satgas Pangan menemukan pelanggaran, Polri akan mengusutnya. “Tetap kami dukung dengan upaya penegakan hukum,” demikian Tito Karnavian. (tanjung)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ekonomi

Tantangan Pemerintah Jilid II, Indonesia Hadapi Resesi

Published

on

Salamuddin Daeng / Net
Continue Reading

Nasional

Banyak Kiai NU Kecewa Dengan Pilihan Menag Jokowi

Published

on

Presiden Jokowi / Net
Continue Reading

Nasional

Menag Fachrul: Saya Dibesarkan Dalam Lingkungan Islam Sangat Ketat

Published

on

Menteri Agama Fachrul Razi / Net
Continue Reading




Loading…