Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hukum

Akibat Gelapkan Raskin, Camat Halongonan Timur Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara.

Published

on

Paluta,Realitarakyat.com.-
Paska ditahannya Camat Halongonan Timur Kabupaten Padanglawas Utara Provinsi Sumtera Utara tersandung kasus penyelewengan raskin pada tahun 2015. Pelayanan Kantor Camat Halongonan sepi hampir tidak ada pelayanan administratif, (8/11).

Dari keterangan pegawai, “Sekcam lagi ke Batangpane II ada tugas luar, jelasnya.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara melakukan penahanan terhadap oknum mantan Camat Padang Bolak berinisial AJS bersama oknum Kepala Desa‎ Batang Baruhar Julu berinisial MH, setelah ditetapkan tersangka pada kasus dugaan penyelewengan bantuan beras miskin (raskin), Senin (6/11) malam lalu.

AJS yang saat ini menjabat sebagai Camat Halongonan Timur dan MH selaku Kades ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka penyelewengan raskin tahun 2015 sesuai dengan surat penetapan tersangka nomor‎ B-516/N.2.33/Fd.1/09/2017.

Kajari Paluta Rizal S Nyaman SH MH melalui Kasi Intel Sutan SP Harahap SH membenarkan tentang penahanan tersebut pada media massa. Katanya, keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyelewengan Raskin tahun 2015‎.

Dugaan penyelewengan raskin ini sesuai dengan hasil penyidikan. Dimana AJS yang pada tahun 2015 lalu menjabat sebagai camat Padang Bolak dan oknum kades MH saat itu ditunjuk sebagai kepala penanggung jawab gudang distribusi raskin di wilayah Kecamatan Padang Bolak, tidak melakukan penyaluran raskin untuk bulan ke 13 dan 14 yang pada saat itu merupakan extra bonus.

Jatah extra bonus raskin tersebut diketahui mencapai sekitar 120 ton dengan rincian 59.970 kilo untuk bulan ke 13 dan 14 yang diduga tidak disalurkan.

“Berdasarkan hasil audit Inspektorat Paluta, total kerugian negara mencapai Rp862 juta,” kata Kasi Intel.

AJS‎ sendiri ditahan setelah menghadiri surat pemanggilan ketiga dan dilakukan pemeriksaan. Sedangkan MH dijemput secara paksa setelah tiga kali mangkir dan tidak menghadiri panggilan dari pihak Kejari.

Baca Juga :   Usai Fadly Nurzal, Kini KPK Kembali Menahan Soni Firdaus Anggota DPRD Sumut

“Pak camat ditahan setelah menghadiri panggilan ketiga dan dilakukan pemeriksaan. Camat nya juga kooperatif. Sedangkan kades dijemput secara paksa dari luar kota karena tiga kali dipanggil tidak hadir,” katanya.

Sutan menambahkan‎, keduanya akan dikenai pasal 2 dan 3 juncto pasal 15 Undang-undang Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan penyidikan apakah ada tersangka lainnya. Sedangka untuk kedua tersangka sudah dititipkan di Rutan Gunung Tua menunggu pemeriksaan lebih lanjut.(Haryan Harahap)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Hukum

Kata KPK, Walikota Medan Terima Suap Rp 300 Juta

Published

on

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang / Net
Continue Reading

Hukum

Terduga Teroris Tambun Rencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Published

on

Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono / Net
Continue Reading

Hukum

Sah, KPK Tetapkan Walikota Medan Tersangka Suap

Published

on

Walikota Medan Dzumil Eldin / Net
Continue Reading




Loading…