Connect with us

Ragam

Kisah Pahlawan Perintis Kemerdekaan Asal Mandailing Di Filmkan

Published

on

Padangsidimpuan,Realitarakyat.com.- Kisah perjuangan tokoh-tokoh pahlawan perintis kemerdekaan yang tertera di tugu perintis Kotanopan difilmkan.

“Saat ini kita masih dalam tahap mungkin besok kita akan melakukan shooting,” kata Askolani Nasution yang merupakan sutradara dari film tersebut kepada Jumat.(20/10).

Film yang berjudul “ Dari Mandailing Ke Boven Digul” yang disutradarai budayawan Mandailing, Askolani Nasution ini nantinya akan menceritakan kisah para pahlawan asal Mandailing yang tertulis pada tugu perintis tersebut.

Pada film yang berlatar era tahun 1927 ini nantinya akan mengisahkan peristiwa mulai dari ditangkapnya beberapa tokoh pergerakan asal Mandailing di Subulussalam, Kotanopan tanpa pemeriksaan oleh agen polisi kolonial (PID) hingga dibuang ke kamp tahanan politik tanah merah, Digul, Papua.

Pembuangan ini bersamaan dengan pembuangan ribuan tokoh pergerakan lainnya dari berbagai daerah di Hindia Belanda.

Ia mengatakan, selama perjalanan hingga sampai ke pembuangan ke Tanah Merah, Digul, Papua, para tokoh-tokoh perintis kemerdekaan ini mengalami penderitaan dan berbagai tekanan dan perlakuan kasar, keganasan alam, kerja paksa, gangguan binatang buas, malaria hingga gangguan suku primitive.

“Ini kisah nyata, Kepahlawanan mereka ini sangat berperan dalam menggagas kemerdekaan Republik Indonsia,” katanya.

Disebutkannya, nama-nama para pahlawan ini hingga sekarang masih terpampang di tugu Perintis Kotanopan dan sudah ditetapkan oleh Presiden sebagai pahlawan Perintis Kemerdakaan.

“Pembuatan film ini merupakan arahan bupati Mandailing Natal, Drs.H Dahlan Hasan Nasution, memang ini awalnya disarankan dalam bentuk drama saja, namun mengingat kurang bagus karena banyak keterbatasan akhirnya dibuat dalam bentuk film,” sebut Askolani.

Sementara itu, pelatih peran, Ali Fikri Pulungan menyebutkan, dalam film ini nantinya akan melibatkan pemain sebanyak 23 orang dengan lokasi shooting dibeberapa tempat yang meliputi di wilayah Kotanopan, Tapian Siri-siri dan Tor Panatapan dan sebagainya.

“Pemainnya terdiri ketua Tp.Pkk Madina, Ny.Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para siswa Sma 1 Panyabungan, siswa pesantren Subulussalam, anggota Satpol, dan personil dari Sanggar Jeges Art,” kata Fikri.(Irwan S)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Ragam

Kerap Dibilang ‘Anunya’ Letoy, Suami di Tangerang Tega Bacok Sang Istri

Published

on

foto: ist/net
Continue Reading

Hukum

Tak Ingin Disalahgunakan, 7 PPIU Temui Aparat Penegak Hukum

Published

on

Gerakan Kemanusiaan Memberangkatkan Umrah Korban Penipuan Travel. (Foto: Ist)
Continue Reading

Ragam

Faktor Kunci Pemberantasan Korupsi, Fadli Zon: Parlemen Berperan Tingkatkan Budaya Integritas

Published

on

Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon dan rombongan disambut Ketua Parlemen Qatar, HE Ahmed bin Abdullah bin Zaid al Mahmoud, di gedung Parlemen Qatar, Minggu (21/01/2018). (foto: ist/net/dok Humas DPR)
Continue Reading




Loading…