Connect with us

Daerah

Anggota DPRD Sumbawa Diancam Warga

Published

on

Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Ahmadul Kusasi SH terpaksa meminta perlindungan polisi sekaligus melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman terhadap dirinya, Kamis (19/10) siang tadi. Ahmadul yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar ini diancam dibunuh oleh seseorang berinisial RS. Selain itu kediamannya juga diteror.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Sumbawa, Ahmadul menuturkan, dugaan pengancaman itu terjadi di kediamanya RT. 03 RW. 05 Kelurahan Brang Biji, Rabu (18/10) sore. RS dan dua rekannya datang ke rumah mencarinya, seraya mengancam hendak membunuhnya. Kebetulan saat itu dia tidak berada di rumah karena sedang mengikuti Festival Budaya Sarembang Desa di Kecamatan Lopok. Dia mengetahui adanya pengancaman setelah mendapat pesan singkat (SMS) dari kerabatnya. Dari SMS itu, kerabatnya ini menginformasi orang yang belakangan diketahui berinisial RS dan dua rekannya, datang dengan emosi seraya menggoyang-goyangkan pintu rumah. RS dkk melontarkan kata-kata menggunakan bahasa daerah Sumbawa yang diartikan “Mana Pak Madul, mau saya bunuh”.

Mendengar teriakan para pelaku, istrinya menanyakan alasan RS mencari dan mengancamnya. Yang kemudian dijawab bahwa tidak ada urusannya dengan perempuan. Kebetulan di rumahnya ada teman-temannya dari Kecamatan Lape, yang mampir. Satu orang temannya itu menemani istrinya untuk menemui orang tersebut. Tapi tetap saja RS mencari dirinya dan akan membunuhnya.

Ahmadul yang duduk berdampingan dengan Wakil Bupati pada acara festival itu menyampaikan ancaman tersebut. Bahkan dia sempat meminta bantuan Wakil Bupati untuk menghubungi Kapolres Sumbawa. Setelah tersambung, Ahmadul menceritakan secara singkat prihal peristiwa tersebut kepada Kapolres. Setelah dia pamitan kepada Wakil Bupati untuk pulang ke rumah. “Mereka (para pelaku) menitip pesan bahwa malam ini akan kembali lagi. Makanya teman-teman sudah siap menunggu rumah. Tapi saya larang karena saya adalah orang hukum (pengacara) yang mengerti tentang dan memiliki langkah hukum untuk menyelesaikan masalah itu,” kata Ahmadul.

Ahmadul mengaku tidak mengetahui apa persoalan yang menyebabkan RS dkk datang mencari dan mengancam hendak membunuhnya. Sebab dia tidak pernah merasa bermasalah dengan pelaku. Ia juga tidak ingin berspekulasi ancaman itu terkait dengan urusan politik.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumbawa melalui Kaur Bin Ops (KBO), IPDA Jakun yang ditemui di ruang kerjanya, mengakui adanya laporan pengancaman tersebut. Untuk proses lebih lanjut, korban sudah dimintai keterangan sebagai saksi pelapor. Selanjutnya akan meminta keterangan saksi-saksi untuk dijadikan dasar menghadirkan terduga pelaku. (Isnaini/SR)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Jualan Ciu, Warga Laweyan Solo Dicokok Polisi

Published

on

Kanit Reskrim Polsek Laweyen, Iptu Salman Farizi / Net
Continue Reading

Daerah

Sidang Putusan Kasus Pembunuhan di PN Soe Ricuh

Published

on

Continue Reading

Daerah

Dua Pimpinan DPRD TTS Tolak Tempati Rumah Jabatan Sementara, Ini Alasannya

Published

on

Continue Reading




Loading…