Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Wirausahawan Baru Bisa Menekan Angka Pengangguran Intelektual

Published

on

Mataram, – Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda menegaskan, pemerintah provinsi NTB telah berupaya maksimal menciptakan lapangan usaha baru dalam menekan tingkat pengangguran.

Penciptaan wirausaha baru satu diantara program yang intensif dilakukan pemerintah baik ditingkat provinsi dan kabupaten kota, yang menyasar berbagai sektor.

Meski demikian, belum berbanding lurus dengan tujuan yang ingin dicapai akibat mainset menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih sangat dominan.

Menurut Isvie Rupaeda, dorongan orang tua menjadikan putra putrinya sebagai abdi negara ini juga sangat berdampak terhadap tingginya jumlah pengangguran intelektual.

“Saya kira peluang-peluang untuk menciptakan pekerjaan untuk dirinya maupun orang lain itu bisa dia ciptakan dan lakukan untuk para sarjana baru itu,” katanya, Jumat (29/9/2017) Serangkaian Hari Sarjana Nasional 2017.

Namun yang menjadi persoalan tegas Sekretaris DPD Partai Golkar NTB itu yakni, kemauan untuk bekerja keras menciptakan lapangan kerja baru atau menjadi seorang wirausahawan baru.

Isvie Rupaeda menambahkan, cukup banyak wirausahawan baru yang bermunculan yang berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda namun tidak sedikit yang gagal.

Kegagalan tersebut tidak menjadi pembelajaran untuk berusaha kembali namun mereka pasrah dan tidak mau mencoba untuk berwirausaha kembali.

“Pembinaan secara berkesinambungan oleh pemerintah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, harus dilakukan sehingga memotivasi mereka untuk berwirausaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, pemerintah memiliki peran penting dan strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan dalam mengakomodir lulusan baik dari SMA dan Perguruan Tinggi.

Wirausahawan baru menjadi solusi tepat dalam menekan angka pengangguran terutama penggangguran intelektual.

“Pertumbuhan ekonomi NTB yang sangat baik seharusnya berkolerasi positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Tapi pertumbuhan tersebut tidak seimbang dan terjadi dibeberapa sektor sehingga harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Baca Juga :   Wakapolda NTT Dukung Wartawan Yang Profesional Dan Jujur 

Mori Hanafi mengakui, sektor pertanian dan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja tetapi pertumbuhannya cendrung stagnan.

Pemerintah harus memetakan usaha yang memiliki pangsa pasar sehingga masyarakat terlebih para pengangguran intelektual dapat diarahkan dan dilakukan pelatihan keterampilan.

Namun yang tidak kalah pentingnya mendukung modal dari sisi kemudahan dalam memperoleh pinjaman atau kredit lunak.

“Jika hal ini diterapkan, maka pihaknya optimis permasalahan pengangguran didaerah ini secara perlahan dapat di minimalisir,” pungkasnya.(GH)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Oknum Guru Pukul Murid di NTT

Published

on

Korban Pemukulan Oknum Guru Yulce Bia dan Ayahnya, Anderias Bia/Ist
Continue Reading

Daerah

DPRD Jabar Boleh Bentuk AKD tanpa Menunggu Tatib Disahkan

Published

on

Ketua Panitia Khusus Tata Tertib (Tatib) DPRD Jabar Daddy Rohanady. (Foto: Realitarakyat.com/Achmad Ariesmen)
Continue Reading

Daerah

Peluang Investasi di Jabar Terpengaruh Rencana Pindah Ibukota Negara

Published

on

Kepala Bidang Pengendalian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Diding Abidin. (foto: ist/net)
Continue Reading




Loading…