Connect with us

Nasional

SMRC Sebut Aksi 299 Isu PKI itu Adalah Pendukung PKS dan Gerindra

Published

on

Jakarta, – Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) melakukan survei nasional berkaitan dengan isu kebangkitan PKI. Survei ini dilakukan lantaran belakangan banyak isu yang menyebut PKI akan bangkit kembali setelah tumbang pada masa 1965 silam.

Dari sebanyak 1057 responden yang terpilih secara random (multistage random sampling), diketahui mayoritas masyarakat yang percaya dengan isu kebangkitan PKI berasal dari pendukung Partai Gerindra dan PKS.

“Paling besar dari PKS 37 persen dan Gerindra 20 persen. Golkar hanya 6 persen,” jelas Sirojudin Abbas, Direktur SMRC, di Cikini, Jumat (29/9).

Sedangkan dari partai lainnya, untuk responden yang berasal dari pendukung PAN, mereka yang setuju dengan isu itu 18 persen, PPP 16 persen, Hanura 17 persen, PKB 11 persen, PDIP 11 persen, Golkar 6 persen, dan lainnya sebanyak 7 persen.

Dalam riset itu, SRMC juga melakukan penelitian tentang latar belakang responden yang setuju dengan isu itu berdasarkan pilihannya pada Pilpres 2014 silam. Dari presentasi yang dijelaskan, diketahui sebanyak 19 persen pendukung Prabowo menyetujui isu kebangkitan PKI. Sedangkan dari pendukung Jokowi, hanya 10 persen.

“Irisan pendukung Prabowo dengan yang setuju isu kebangkitan PKI lebih besar dibanding dengan opini pendukung Jokowi,” lanjut Sirajudin.

Hal ini, kata dia, konsisten dengan kecenderungan opini publik berdasarkan dukungan partai. Partai-partai yang memiliki kedekatan dengan Prabowo seperti PKS dan Gerindra memiliki kecenderungan setuju pada isu kebangkitan PKI dibanding dengan partai-partai pendukung pemerintah.

Ditempat terpisah, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berharap aksi demo 299 berjalan tertib. Menurut dia, pemerintah mengizinkan adanya aksi demonstrasi tapi harus sesuai dengan koridor hukum dan tak mengganggu stabilitas nasional.

“Kalau demo sudah berubah menjadi pengerahan massa untuk menimbulkan suatu perasaan khawatir di masyarakat dan berorientasi kerusuhan, itu demo yang tidak betul,” ujarnya usai berdialog dengan perwakilan mahasiswa se-Jabodetabek di Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (29/9).

Wiranto menilai sebenarnya apa yang akan diprotes oleh para peserta aksi, dalam hal ini PKI, sudah jelas dilarang oleh pemerintah. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan perangkat aturan berupa TAP MPR untuk melarang komunisme.

 

“Misal demo sekarang demo anti PKI, kan sudah dilarang memang oleh Ketetapan MPR, kita masih melarang organisasi yang berafiliasi pada paham komunis marxisme dan leninisme,” ujarnya.

Maka, Mantan Panglima ABRI ini mengaku heran dengan protes para pendemo karena pemerintah sudah jelas melarang komunisme.

“Bahkan dalam Perppu nomor dua kita tambah dengan ideologi radikal lain yang bertentangan dengan Pancasila. Artinya ekstrim kanan kiri yang ganggu Pancasila sudah kita larang. Pemerintah sudah larang, yang didemo apalagi? Saya tanya kepada tokoh yang didemo, apalagi,” ujarnya.

Mantan Ketum Hanura ini juga mempertanyakan soal protes pendemo terkait Perppu Ormas. Menurut dia, pemerintah sudah menyediakan jalur protes melalui uji materi ke Mahkamah Konstitusi, bukan dengan aksi demonstrasi. (E S)

 

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Nasional

Pemerintah Tak Serta Merta Pecat ASN Berjenggot dan Bercelana Cingkrang

Published

on

Juru Bicara Kepala BIN Wawan H Purwanto. (Foto: Ist)
Continue Reading

Headline

Komisi IX Siap Bentuk Panja Bila Iuran BPJS Tetap Naik

Published

on

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Ist)
Continue Reading

Headline

Kartu Prakerja Siapkan Angkatan Kerja Baru

Published

on

Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)
Continue Reading




Loading…