Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daerah

Entikong Deklarasikan Kampanye Anti Kekerasan Anak

Published

on

Entikong : Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat bersama masyarakat perbatasan mendeklarasikan Kampanye Anti Kekerasan terhadap Anak, Kamis (29/9/2017).

Deklarasi yang difasilitasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sanggau itu menjadi wujud komitmen segenap unsur di Kecamatan Entikong untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak guna mewujudkan Sanggau sebagai Kabupaten Layak Anak.

Entikong Deklarasikan Kampanye Anti Kekerasan Anak

“Sumber Daya Manusia berkualitas harus dipersiapkan dengan strategi yang mampu mendukung terpenuhinya hak anak. Kekerasan terhadap anak menjadi persoalan serius karena setiap tahun jumlahnya meningkat. Hal ini karena orang dewasa sebagian belum mengetahui hak-hak anak,” kata Bupati Sanggau Paolus Hadi dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sanggau Yohanes Suprianto.

Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sanggau mencatat kekerasan terhadap yang terjadi antara lain, penelantara anak, eksploitasi anak, pencabulan, kekerasan fisik dan verbal, percobaan bunuh diri, penganiayaan dan sebagainya.

“Ini harus segera dihentikan karena kekerasan terhadap anak dapat merusak tatanan masyarakat, kesejahteraan dan kemakmuran, minimal kita dapat menurunkan tingkat kekerasan yang terjadi terhadap anak di Kabupaten Sanggau,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Camat Entikong Suparman menyampaikan mengakhiri kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara bersama-sama.

“Baik buruknya generasi masa depan itu tergantung dari apa yang kita lakukan hari ini. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri. Jadi mulai hari ini mari bersama-sama tolak segala bentuk kekerasan terhadap anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Sumarno mengungkapkan kekerasan terhadap anak di Kalbar didominasi kasus pelecehan seksual dan perebuatan hak asuh dari orang tua yang berpisah.

Baca Juga :   Pemandu Karaoke di Rembang Wajib Kenakan Batik Tulis Lasem

“Untuk penanganannya ada tiga tahap, kasus hukum ditangani kepolisian, kesehatannya oleh Dinas Kesehatan dan pemulihan korban ataupun pelaku yang masuk dalam kelompok anak-anak ada di kami penanganannya. Kami siapkan psikolog untuk membantu pemulihannya,” ujar Sumarno. (Aleng H)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Daerah

Kunjungi TTS, Pangdam Udayana Singgung Sanksi Anggota TNI Akibat Hoax di Medsos

Published

on

Continue Reading

Daerah

Klaim Polis Tak Kunjung Dicairkan, Nasabah AJB Bumiputera Resah

Published

on

Continue Reading

Daerah

Ahmadi : Cakades Selanjutnya Harus Lebih Baik Dari Saya

Published

on

Kepala Desa Sendangagung, Ahmadi / Ist
Continue Reading




Loading…