Hari ini KPK Akan Periksa Anggota DPR Terkait Dugaan Suap Terhadap Wakil Ketua DPR Taupiq Kuriawan

Jakarta, Realitarakyat.com. – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir, Selasa (12/2). Kahar bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen tahun 2016 yang menjerat Wakil Ketua DPR dari PAN, Taufik Kurniawan.

“Untuk tersangka TK (Taufik Kurniawan), hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Kahar Muzakir, Ketua Komisi III DPR RI,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (12/2).

Tak hanya Kahar Muzakir, tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa dua saksi dari DPR lainnya. Kedua saksi itu, yakni anggota DPR RI Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig dan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah.

“Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TK,” kata Febri.

Ahmad Riski Sadig sebelumnya sudah diperiksa tim penyidik pada Kamis (31/1). Saat itu, selain Riski, tim penyidik juga memeriksa anggota DPR dari Fraksi Golkar, Eka Sastra. Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Riski dan Eka Sastra soal kewenangan Taufik dalam pembahasan anggaran DAK untuk Kebumen di DPR.

Selain itu, tim penyidik juga mencecar Riski dan Eka Sastra soal pembahasan anggaran di DPR. Diketahui, Riski merupakan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, dan Eka Sastra Anggota Banggar DPR. Pendalaman soal proses pembahasan ini dilakukan tim penyidik lantaran Taufik diduga menerima suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Yahya Fuad terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

Diketahui, KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan DAK Kebumen. Taufik diduga telah menerima suap sekitar Rp 3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, Yahya Fuad terkait pengalokasian DAK untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016. Suap itu diduga merupakan bagian dari fee sebesar 5 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen yang direncanakan mendapat Rp 100 miliar.

Pertemuan dan penyerahan uang kepada Taufik ini dilakukan secara bertahap di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta. Teridentifikasi transaksi suap dilakukan melalui kamar hotel dengan connecting door. Setelah transaksi suap, dalam pengesahan APBN Perubahan tahun anggaran 2016, Kabupaten Kebumen mendapat DAK tambahan sebesar Rp93,37 miliar yang rencananya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan.(Es)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *