Saudi Bantah Memeras Pemilik Washington Post

Riyad,Realitarakyat.com. – Pemerintah Arab Saudi mengomentari pernyataan miliarder Amerika Serikat (AS) pemilik Amazon dan The Washington Post, Jeff Bezos, yang mengaitkan upaya pemerasan terhadap dirinya oleh tabloid National Enquirer dengan kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Bezos menuduh penerbit American Media Inc (AMI) — pemilik tabloid National Enquirer — berupaya memeras dirinya dengan ancaman menerbitkan foto-foto tak senonoh dirinya yang dikirimkan ke selingkuhannya. AMI disebut meminta Bezos menyatakan ke publik bahwa laporan tabloid National Enquirer soal dirinya tidak bermotif politik.

Sebelumnya, National Enquirer mengungkap skandal perselingkuhan Bezos dengan seorang mantan presenter bernama Lauren Sanchez. Terkait hal itu, Bezos melakukan penyelidikan independen untuk mencari tahu cara National Enquirer mendapatkan informasi intim soal hubungannya dengan Sanchez. Bezos juga menduga laporan soal skandalnya itu didasari motif politik.

Dalam postingan blog-nya, Bezos mengaitkan upaya pemerasan oleh AMI dan National Enquirer itu dengan otoritas Saudi dan kasus pembunuhan Khashoggi. Sebelum dibunuh pada 2 Oktober lalu, Khashoggi bekerja sebagai kolumnis The Washington Post dan kerap menulis artikel yang kritis terhadap otoritas Saudi.

Bezos membahas soal ketidaksenangan otoritas Saudi terhadap laporan-laporan surat kabar The Washington Post soal kasus pembunuhan Khashoggi. Dia juga menyinggung dugaan keterkaitan antara penerbit AMI yang CEO-nya, David Pecker, dikenal dekat dengan Presiden AS Donald Trump dengan otoritas Saudi, yang dibela oleh Trump dalam kasus Khashoggi.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (11/2/2019), Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyampaikan bantahan atas tuduhan-tuduhan Bezos tersebut.

“Ini merupakan hal yang terjadi antara dua pihak, kami tidak ada kaitannya dengan hal itu,” tegas Al-Jubeir dalam wawancara dengan program CBS ‘Face the Nation. Al-Jubeir menjawab pertanyaan soal apakah pemerintah Saudi terlibat dalam laporan National Enquirer soal skandal perselingkuhan Bezos.

“Bagi saya itu terdengar seperti sebuah opera sabun,” katanya dalam wawancara yang ditayangkan Minggu (10/2) waktu AS. Ditegaskan Al-Jubeir bahwa dirinya tidak mengetahui keterkaitan antara pemerintah Saudi dengan penerbit AMI maupun CEO-nya, David Pecker.

Dalam pernyataan tanggapan pada Jumat (8/2) lalu, penerbit AMI menyatakan laporan soal Bezos telah mematuhi hukum. Pada Minggu (10/2) waktu setempat, pengacara yang mewakili CEO penerbit AMI menyangkal tuduhan pemerasan yang dilontarkan Bezos tersebut.

Ditegaskan sang pengacara bahwa laporan soal skandal perselingkuhan Bezos didapatkan dari seorang sumber ‘yang bisa dipercaya’. “Itu jelas bukan pemerasan,” tegas Elkan Abramowizt yang mewakili Pecker kepada acara televisi ABC ‘This Week’.

“Apa yang terjadi adalah kisah itu diberikan kepada National Enquirer oleh seorang sumber yang bisa dipercaya yang telah memberikan informasi kepada National Enquirer selama tujuh tahun sebelum kisah itu (diterbitkan). Itu merupakan sumber yang dikenal baik oleh Bezos maupun Sanchez,” katanya.

Saat ditanya lebih lanjut siapa sumber yang dimaksud, Abramowitz enggan menyebutkan. “Saya bisa beritahu Anda itu bukan Arab Saudi, bukan Presiden Trump, bukan Roger Stone. Tapi saya tidak bisa memberitahu Anda siapa sumbernya,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *