Fadli Tolak Minta Maaf dan Klaim Hormati Mbah Moen

JAKARTA, Meski ribuan santri di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat demo Waketum Gerindra Fadli Zon untuk meminta atas  penghinaan terhadap Mustasyar PBNU KH. Maimun Zubair melalui puisinya, ‘Doa yang Ditukar’, namun Fadli Zon menolak.

“Kalau tuntut saya minta maaf soal puisi itu, untuk apa saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan. Tak ada urgensinya,” tegas Wakil Ketua DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (11/2/2019).

Fadli Zon mengklaim jika puisinya itu tidak terkait dengan Mbah Moen. Karena itu dia meminta puisi ‘Doa yang Ditukar’ itu tidak dipolitisir, dan dirinya tetap menghormati Mbah Moen.

“Jadi, puisi itu ekspresi saya dan nggak ada hubungannya dengan Mbah Moen. Puisi itu sangat jelas menyebut kaum penguasa. Sedangkan Mbah Moen bukan penguasa,” jelas Fadli.

Untuk itu Fadli Zon minta puisinya tidak dipolitisir. “Makanya puisi itu jangan digoreng atau dipelintir. Tak ada sama sekali bertujuan menghina Mbah Moen sebagai ulama yang baik, yang humble, ulama yang arif,” jelasnya.

Sebelumnya ribuan santri termasuk Ketua Umum Muslimat PP NU Khofifah Indar Parawansa berharap Fadli Zon meminta maaf kepada Mbah Moen. Karena puisi ‘doa yang ditukar’ itu merujuk kepada sosok ulama kharismatik itu.

“Saya berharap Pak Fadli Zon berbesar hati untuk minta maaf,” kata Khofifah. Tuntutan yang sama datang dari ribuan santri di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) dan lain-lain.

“Harapan mohon saudara Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya atau tidak melanjutkan perbuatannya yang suka mencela kiai kami. Tuntutannya tentunya Fadli Zon kami harapkan bisa meminta maaf. Minta maaf,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Sa’roni di lokasi aksi, Jumat (8/2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *