Jagakarsa Angka DBD Tertinggi Se DKI Jakarta

Jakarta, Realitarakyat.com. – Wilayah Jagakarsa adalah kawasan dengan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Jakarta. Untuk menanganinya, jumantik alias juru pemantau jentik mendatangi satu persatu rumah warga serta lahan kosong guna membasmi jentik nyamuk.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, banyaknya pohon di Kecamatan Jagakarsa menjadi penyebab munculnya sarang jentik nyamuk aedes aegypti. Oleh karena itu, kasus DBD di Jakarta paling banyak ditemukan di kecamatan tersebut.

“Di Jagakarsa, kemudian di Lenteng Agung yang relatif masih banyak pohonnya, itu penderita DBD tinggi sekali,” ujar Marullah saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).

Marullah menyampaikan, genangan air bersih juga menjadi sarang jentik nyamuk pembawa virus dengue. Dia menyebut genangan air bersih banyak ditemukan di Jagakarsa.

Sementara di wilayah lainnya, seperti Pasar Manggis, Marullah menyebut tidak ditemukan kasus DBD karena genangan yang ada adalah genangan air keruh. Jentik nyamuk yang berkembang biak di genangan air keruh, kata dia, adalah jentik nyamuk biasa.

“Daerah tengahan sedikit di selatan, kayak Pasar Manggis, kasusnya (DBD) nol. Di Lenteng Agung genangan airnya masih bening, masih bersih, di Pasar Manggis genangan airnya udah keruh,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengintensifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemkot Jakarta Selatan juga mengimbau warga memperbanyak kegiatan juru pemantau jentik (jumantik) mandiri.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya merilis data lima kecamatan dengan tingkat kejadian (incidence rate/IR) tertinggi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. IR adalah perhitungan kejadian per 100.000 penduduk yang digunakan untuk mengukur proporsi kejadian DBD. Semakin tinggi angka IR, maka semakin tinggi kejadiannya. Jagakarsa tercatat sebagai wilayah dengan kejadian tertinggi dengan 19,27 IR, disusul Kalideres (16,94 IR), Kebayoran Baru (16,54 IR), Pasar Rebo (13,93 IR), dan Cipayung (13,57 IR).

Tindakan pencegahan menyusul status Jagakarsa sebagai kawasan dengan angka kasus DBD tertinggi di Ibu Kota. Dengan luas wilayah 485 hektar dan didominasi lahan kosong, Jagakarsa memang rentan kasus demam berdarah.

Sejauh ini sudah ada 13 kasus DBD di Kelurahan Jagakarsa dengan peta penyebaran yang berjauhan satu dengan yang lain.(Willi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *