Ekonomi Manajerial dan Variabelnya

Ekonomi Manajerial dan Variabelnya

Oleh Razali Ismail Ubit

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.

Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum Ekonomi Manajerial yaitu aplikasi (penerapan) teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan cara yang paling efisien.

Ekonomi Manajerial dapat diterapkan pada disiplin ilmu lain, karena beberapa ilmu lain yang juga dapat menerapkan ekonomi menajerial, seperti ilmu politik. Dalam proses pembuatan keputuasan politik, dapat saja menggunakan teori ekonomi manajerial, sehingga mampu memenangkan persaingan politik.

Contoh lain ilmu sosiologi, dalam mempengaruhi dan menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan program pemerintah, dapat juga menggunakan teori ekonomi manajerial, sehingga masyarakat dengan sukarela mau mengukuti kehendak pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan dan Peran Kami dalam menerapkan ilmu ekonomi manajerial dalam keperjaan di kantor kami yakni di Biro Perencanaan Universitas Lampung antara lain: saat hendak membuat keputusan berbagai program yang akan dirumuskan dan dilaksanakan.

Program yang dirumuskan hendaknya merupakan program yang benar-benar urgen, mendesak, dan sesuai dengan renstra Unila. Untuk dapat memilih dan menentukan program yang benar-benar urgen, mendesak, dan sesuai dengan renstra Unila perlu ilmu ekonomi manajerial dengan mempertimbangkan berbagai peluang dan tantangan, sehingga upaya  dalam mencapai Visi, Misi, dan Tujuan dapat lebih efisien.

Permintaan akan suatu produk adalah Permintaan adalah keseluruhan jumlah atau jasa yang diminta pada berbagai tingkat & harga yang berbeda. Berdasarkan daya beli dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: 1) Permintaan Absolut adalah permintaan yang tidak disertai dengan daya beli; 2) Permintaan Potensial adalah Permintaan yang disertai dengan daya beli tetapi belum digunakan untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan; dan 3. Permintaan Efektif adalah Permintaan yang disertai dengan daya beli dan sudah digunakan untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu produk

 

  1. Harga barang itu sendiri

 

  1. Harga barang substitusi

 

  1. Harga barang komplementer

 

  1. Pendapatan rata-rata masyarakat

 

  1. Jumlah Penduduk

 

  1. Selera

 

  1. Tren

 

  1. Tradisi

 

  1. Prediksi harga di masa mendatang

 

  1. Promosi / Iklan

 

Teori Permintaan perlu dipelajari oleh para pelaku usaha karena: para pelaku usaha harus mengetahui strategi untuk meningkatkan permintaan. Sebagaimana diketahui, maju tidaknya suatu usaha sangat dipengaruhi oleh jumlah pemintaan, semakin tinggi permintaan, semakin maju usaha tersebut, dan semakin sepi permintaan, semakin mundur juga usaha yang dilakukan.

Perbedaan antara fungsi dan kurva permintaan

Fungsi permintaan adalah hubungan matematis antara dua variabel atau lebih. Secara matematis, permintaan dapat disederhanakan ke dalam fungsi sebagai berikut : Qd = a –– b P;  Qd = a bP di mana, Qd = jumlah barang yang diminta a  = konstanta (boleh positif dan negatif) b = koefisien (bernilai negatif) P = harga barang.

Tanda minus ( – ) pada koefisien menunjukkan bahwa hubungan antara P (harga) dengan Qd (jumlah barang yang diminta) adalah berbanding terbalik.

Kurva permintaan adalah kurva yang dapat menjelaskan tentang permintaan di mana hubungan antara harga (P) dan jumlah barang yang dimintanya (Qd) adalah negatif ( – ) atau berbanding terbalik. Jadi, kurva permintaannya berbentuk miring dari kiri atas ke kanan bawah, di mana gradien / slope / kemiringannya adalah negatif ( – ) yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dan jumlah barang yang dimintanya (Qd).

Jadi fungsi permintaan merupakan rumus untuk menentukan besanya permintaan, sementara kurva permintaan menunjukkan hubungan antara komponen fungsi permintaan antar alain, konstanta, koefisien, dan harga barang.

Proses Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

Produksi jangka pendek

Pada teori produksi jangka pendek mengacu pada situasi tertentu dimana ada setidaknya satu faktor produksi tetap (s) disebut biaya tetap. Pada tahap ini diharapkan input tetap konstan. Hal ini dipahami sebagai kontinyunitas dari produksi tentang bagaimana setiap input bisa konstan dipertahankan.

Dengan kata lain, teori produksi Jangka Pendek (short run), yaitu jangka waktu ketika input variabel dapatdisesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan.

Produksi jangka panjang.

Pada teori produksi jangka panjang hal ini mengacu pada situasi dimana semua faktor dapat bervariasi sesuai dengan rencana. Karena tidak ada faktor tetap,maka tidak ada biaya tetap. Semua biaya dan faktor dapat bervariasi permanen dalam jangka panjang mengacu pada situasi dengan perubahan teknologi.

Dengan kata lain, teori produksi Jangka Panjang (long run) merupakan satu waktu dimana seluruh input variabelmaupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah

Pasar Monopoli adalah situasi pasar di mana hanya ada satu penjual produk, dan tidak ada produk lain yang menjadi pengganti (no substitutes) dari produk yang diperdagangkan oleh si monopolis (monopolis adalah orang yang menjalankan monopoli). Seluruh bagian pasar yang bersangkutan, dia sendirilah yang menguasainya, dengan perkataan lain, di pasar itu tidak terdapat barang lain yang sejenis, sehingga si monopolis tidak perlu mempertimbangkan pengaruh firm lain terhadap ketetapannya mengenai harga maupun jumlah yang diperdagangkan. Mengingat akan hal itu dalam pasar monopoli tidak ada pesaing bagi yang melakukannya.

Diskriminasi harga dalam pasar monpoli merugkan konsumen? Karena konsumen mau tidak mau harus membeli produk yang dimonopoli. Tidak adanya barang pengganti dan tidak adanya persaingan harga membuat konsumen mau tidak mau harus membeli produk yang dimonopoli berapapun harganya.

Contoh: Listrik PLN, berapapun harga listrik yang dijual oleh PLN akan dibeli oleh masyarakat, karena tidak ada barang pengganti listrik, dan tidak ada pihak lain yang boleh menjual listrik kecuali PLN.

 

Penulis Mahasiswa Pogram Studi Magister Manajemen

STIE Tri Dharma Widya

Jakarta Pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *