Perubahan Menstruasi Bisa Sampai 3 Kali

Jakarta, Realitarakyat.com.- Seiring bertambahnya usia, kondisi tubuh saat menstruasi mengalami perubahan. Seperti tentang siklus serta kram perut yang menyertai.

Saat masih usia belasan, si tamu bulanan datang tak teratur. Nah, ada masa-masa siklus menstruasi datang begitu teratur tapi nanti akan kembali tak teratur. Simak kondisi yang terjadi saat menstruasi di rentang usia 20-an, 30-an, dan 40-an seperti dilansir laman Health, Selasa (27/11/2018).

Menstruasi di usia 20-an

Memasuki 20-an tahun, pola siklus menstruasi mulai teratur. Di usia seperti ini juga mulai pramenstrual syndrome (PMS), kram perut, dan nyeri payudara lebih terasa seperti disampikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Lauren Streicher.

Di usia ini banyak wanita yang mulai menikah sehingga mulai menggunakan alat konrasepsi, salah satunya jenis hormonal. Hal ini tentu berdampak pada siklus Anda. Mensturasi jadi lebih teratur, kram perut dan PMS berkurang.

Menstruasi di usia 30-an

“Di usia 30-an menstruasi pada kebanyakan wanita lebih mudah diprediksi dan konsisten,” kata Streicher.

Di usia-usia ini beberapa permasalahan kewanitaan terjadi. Misalnya mensturasi yang terasa lebih sakit, bisa jadi pertanda ada pertumbuhan tumor jinak di rahim.

“Endometriosis yang sering ditandai dengan rasa sakit yang teramat sangat saat menstruasi juga paling sering terjadi ketika usia 30-an,” kata Streicher.

Banyak wanita yang sudah melahirkan di usia ini, banyak dari mereka yang mengatakan menstruasi yang lebih menyenangkan dibandingkan sebelumnya. Salah satunya, tidak lagi merasakan kram perut seperti dulu.

“Hal ini terjadi karena beberapa hal, tapi bisa jadi karena serviks terbuka sedikit lebih lebar, sehingga konstrasi di uterin tidak terlalu kuat,” jelas Streicher.

Menstruasi di usia 20-an

Memasuki usia 40, berarti sekitar 10 tahun sebelum memasuki menopause. Di usia ini, tubuh menyiapkan diri untuk di garis akhir menstruasi. Tubuh mengalami perubahan hormon sehingga menstruasi menjadi tidak teratur atau PMS yang berlangsung lebih lama.

“Di masa perimenipause ini yang saya bisa katakan adalah siklus menstruasi jadi tidak bisa diprediksi. Walau menstruasi tidak teratur, peluang wanita hamil masih ada,” kata Streicher.

Walau ada perbedaan di setiap rentang usia, pastikan berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala yang tidak biasa. Misalnya jumlah darah yang keluar saat menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.(A Fahmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *