Connect with us

Nasional

Presiden Jokowi Menerima surat kepercayaan dari Dubes 13 negara

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com. – Presiden Joko Widodo menerima penyerahan surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) “Designate Resident” dan “Designate Non Resident” untuk Republik Indonesia dari 13 negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis(8/11/2018).

Presiden Jokowi menyambut dan memimpin secara langsung upacara penyerahan surat-surat tersebut sekaligus menerima surat kepercayaan dari Dubes 13 negara untuk RI.

Kepala Protokoler Negara Andri Hadi di awal acara melaporkan dan memperkenalkan 13 dubes tersebut kepada Presiden Jokowi.

“Bapak Presiden yang kami hormati, perkenankanlah kami hadapkan 13 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara-negara sahabat untuk menyerahkan surat-surat kepercayaan,” katanya.

Sebanyak 13 duta besar tersebut, yakni Jan Sinkan (Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Finlandia untuk RI), Marina Berg (Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Swedia untuk RI), Kurt Kunz Duta Besar LBBP Designate Resident Konfederensi Swiss untuk RI).

Selanjutnya Olivia Leslie (Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Irlandia untuk RI), Dr Peter Schoof (Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Federal Jerman untuk RI), Abdallah Suliman (Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Hasyimiah Yordania untuk RI), Gerardo Prato (Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Oriental Uruguay untuk RI), Mehmed Halilovic (Duta Besar LBBP Designate Resident Bosnia dan Herzegovina untuk RI)

Akua Sekywa (Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Ghana untuk RI berkedudukan di Kuala Lumpur-Malaysia), Makarimi Abissola Adechoubou (Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Benin untuk RI berkedudukan di Tokyo-Jepang), Martha Mavronmati (Duta Besar LBBP Designate Non Resident Republik Siprus untuk RI berkedudukan di Canberra-Australia) dan Mayor Jenderal Lineo Poopa (Duta Besar LBBP Designate Non Resident Kerajaan Lesotho untuk RI berkedudukan di Kuala Lumpur-Malaysia).

Setelah upacara penyerahan surat-surat kepercayaan tersebut, Presiden Jokowi mengajak para duta besar tersebut untuk berbincang di serambi belakang Istana Merdeka dalam sesi Veranda Talk.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengajak bincang-bincang para duta besar 13 negara sahabat tersebut secara bergantian.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sedang berbincang dengan Stephane De Loecker (Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Belgia untuk RI) di serambi belakang Istana Merdeka Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Wahyu)

Nasional

Jokowi Resmikan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Presiden Jokowi meresmikan pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah, di Lamongan, Senin (19/11). Sebelumnya Jokowi meresmikan perubahan status STIKES Muhammadiyah Lamongan menjadi universitas.

Perubahan status STIKES Muhammadiyah menjadi Universitas Lamongan ditandai dengan pembangunan tower baru setinggi 15 lantai di kompleks Universitas Muhammadiyah. Jokowi yang mengenakan pakaian koko warna putih lengan panjang dan celana panjang hitam kemudian mengambil sekop untuk menyemen batu.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, semoga pembangunan ini cepat selesai,” kata Jokowi di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).

Dalam agenda itu, Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Menristekdikti M Nasir.

Usai meresmikan pembangunan tower, Jokowi lalu melanjutkan perjalanan menuju Pasar Sidoharjo untuk mengecek harga sembako.

Acara peletakan batu pertama ini bersamaan dengan ulang tahun Muhammadiyah yang ke 106 pada Minggu (18/11). Jokowi juga sempat mengucapkan selamat.

“Hari ini berbahagia sekali, saya ingin mengucapkan selamat milad yang ke-106 ke Muhammadiyah,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Sebelumnya, Haedar Nashir, mengatakan milad ke-106 tahun ini Muhammadiyah mengusung tema ‘Ta’awun untuk Negeri’. Istilah ta’awun merujuk semangat tolong menolong atau saling membantu. Haedar menyebut milad merupakan momentum historis untuk menggali inspirasi dan jejak sejarah Muhammadiyah bagi perjalanan ke depan.

“Dalam milad ini mengusung tema ta’awun untuk negeri, bagaimana Muhammadiyah menggelorakan tolong menolong, kerja sama dan membangun kebersamaan di tubuh umat dan bangsa,” kata Haedar dalam video yang diunggah Muhammadiyah di Youtube, dikutip Minggu (18/11).

Continue Reading

Nasional

Bundo Kanduong Menimba Ilmu Adat ke GKR Hemas

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Senator dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, menerima rombongan ‘Bundo Kanduang’ Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat, didampingi jajaran Dinas dan DPRD Kab. Solok. Pertemuan bertujuan menimba ilmu adat dari Kesultanan Yogyakarta.

“Silaturahmi dan kunjungan Bundo Kanduong ini untuk belajar tradisi dan adat yang dipelihara oleh Kesultanan Yogyakarta. Hal itu penting untuk mempertahankan tradisi di tengah derasnya budaya global saat,” tegas GKR Hemas, dalam keterangannya, Kamis (15/11/2018).

Para tamu Bundo Kanduong diterima di Pendopo Kraton Kilen Yogyakarta, Menurut GKRH betapa pentingnya budaya sebagai modal kekuatan sebuah bangsa yang harus tetap dipertahankan sebagai identitas diri.

Apalagi kata GKR, banyaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta tak lepas dari masih dipertahankannya budaya dan tradisi Jawa Yogyakarta. Seperti Keraton, Putri-putri Sultan yang tetap memelihara budaya, diantaranya berkesenian tari, yang mendapat perhatian Amerika Serikat.

Karena itu GKR berpesan, agar tetap teguh memegang tradisi dan bekerja sama dalam kesetaraan. “Kita harus memelihara tradisi yang luhur dan kesetaraan,” pungkasnya.

Dengan demikian GKR Hemas juga diundang balik untuk berkunjung  ke Solok. Acara diakhiri dengan penukaran cinderamata berupa makanan khas Solok.

 

Continue Reading

Nasional

Fahira Idris Minta PK Ibu Baiq Nuril Dapat Keadilan Hukum

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Kasus hukum yang menimpa Baiq Nuril Maknun, seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai staf honorer di SMA7 Mataram NTB, disayangkan masyarakat. Pasalnya, sebagai korban pelecehan seksual secara verbal oleh kepala sekolah, Nuril malah diputus bersalah dan dihukum oleh Mahkamah Agung (MA).

“Jangan sampai hukum kehilangan hakikatnya. Intisari dari hukum itu adalah keadilan, dan itu belum diperoleh Ibu Nuril. Meski harus menghormati vonis hakim, tapi tetap memprihatinkan. Makanya kita dukung ajukan PK (Peninjauan Kembali),” tegas Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11).

Menurut Fahira, salah satu agenda penting bangsa ini adalah melawan segala bentuk kejahatan seksual kepada perempuan. Baik secara fisik maupun verbal yang jumlahnya masih tinggi.

“Saya khawatir putusan MA ini akan berdampak banyak perempuan akan mengalami pelecehan seksual. Terutama secara verbal dan mereka akan memlih bungkam. Sehingga kontradiktif dengan upaya memerangi kejahtan seksual,” pungkas senator dari dapil Jakarta ini.

Sebelumnya bermula ketika ibu Baiq Nuril merekam pembicaraan Kepala Sekolah (M) dengan dirinya pada 2012 yang terkait pelecehan seksual. Belakangan, percakapan itu terbongkar dan beredar di masyarakat.

M tidak terima dan melaporkan Nuril ke polisi pada 2015 dan disangkakan melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Pada Juli 2017, PN Mataram membebaskan Baiq Nuril karena hakim menilai perbuatan Nuril tidak melanggar UU ITE di pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) sebagaimana dakawaan jaksa. Namun di tingkat kasasi Nuril divonis penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Continue Reading

BERITA POPULER