Panglima Tertinggi Banser -Habib Muhamad Luthfi bin Yahya : Bendera Bertuliskan Tauhid Itu Diduga Disusupkan Ke Acara Hari Santri

Pekalongan, Realitarakyat.com. – Inilah Tanggapan Sesepuh dan Kiai Karismatik NU Guru Mulia Al-Habib Muhamad Luthfi bin Yahya Bin Ali Sebagai Panglima Tertinggi Banser, Terkait Pembakaran Bendera Ormas Terlarang HTI Oleh Banser NU

Habib Muhamad Luthfy meyakini bahwa bendera yang dibakar Banser adalah bendera organisasi yang telah dilarang pemerintah beberapa waktu yang lalu yang secara sengaja menyusup ke arena upacara Hari Santri di Garut Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan kepada NU Online di Pekalongan, Rabu (24/10) ketika menanggapi aksi spontanitas pembakaran bendera oleh Banser Garut yang saat ini sedang ramai dibicarakan.

“Lho jangan dipermasalahkan Bansernya, mestinya diusut kenapa bendera ormas terlarang itu bisa masuk ke arena upacara Hari Santri yang telah disahkan oleh Pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap Nahdlatul Ulama secara organisasi menjawab atas peristiwa yang sengaja ingin mengacaukan Hari Santri, karena Hari Santri lahir dari peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadhratus Syekh Hasyim Asy’ari.

“Nahdlatul Ulama harus menjawab persoalan Garut, karena sesungguhnya peristiwa Garut bukan Banser dan Ansor yang dituju, akan tetapi NU,” kata Habib Luthfy.

Beliau juga meminta agar saling menghargai dan jangan mudah terpancing oleh pergerakan -pergerakan penyusup yang ingin merusak NKRI ini.

“Seharusnya kita saling introspeksi diri , dan menghargai, jangan mudah terprovokasi, dan waspadai penyusup berkedok Berbagai macam cara yang ingin merusak NKRI ini.”Tutupnya.(Hadi D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *