Masyarakat Pertanyakan Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Ulama ke Polres

TANJUNG BALAI, Realitarakyat.com– Setelah lama tanpaberita, masyarakat Kota Tanjung Balai kembali mempertanyakan tindak lanjut kasus ujaran kebencian terhadap Thamrin Munthe. Kabar terakhir, kasus itu ditangani penyidik Polres Tanjung Balai dengan tersangka JSP.

Arif Malaon adalah salah seorang dari sekian banyak warga mempertanyakan kelanjutan kasus itu. Dia mendesak segera menuntas kasus ujaran kebencian terhadap ulama ini.

“Kita menunggu kelanjutan kasus ujaan kebencian yang ditujukan kepada seorang ulama yang juga mantan Wali Kota Tanjung Balai yakni H Thamrin Munthe. Dalam kasus itu, BKM Masjid Sultan Ahmadsyah juga dilibatkan pelaku ujaran kebencian,” ujar Arif kemarin.

Arif menyesalkan ujaran kebencian sekelompok orang dengan membuat spanduk menolak H Thamrin Munthe memberikan Tausiah di Kota Tanjung Balai, terlebih penolakan itu membawa BKM Masjid Sultan Ahmadsyah yang diyakini tidak melakukan perbuatan seperti itu. “Kita berharap, polisi serius mengusut kasus itu sekaligus menelusuri motivasinya,” kata Arif Malaon.

Kasus ujaran kebencian terhadap Thamrin ini dilaporkan Surya Djarma ke Polres Tanjung Balai yang dibuktian dengan Surat No: STPL/72/VII/SPKT/Res TJB Juli lalu. Hingga saat ini, kelanjutan kasus itu tidak jelas, walau itu menjadi pembicaraan hangat masyarakat. (ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *