Connect with us

Kriminal

Mabes Polri Benarkan Tangkap Ketua DPRD Samarinda Alphad Di Bandara Soekarno Hatta

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Polisi menangkap Alphad Syarief, Ketua DPRD Samarinda, terkait dugaan tindak penipuan dan penggelapan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto Benarkan Tangkap Ketua DPRD Samarinda

Alphad ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, usai melakukan perjalanan dari Singapura.

“Yang bersangkutan dua kali tidak hadir kemudian dicek di Samarinda juga tidak ada. Oleh sebab itu, penyidik mencari informasi, ternyata yang bersangkutan ada di Singapura,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Gedung Humas Polri, Jakarta, pada Kamis (11/10).

Alphad ditangkap pada 19 September lalu. Sayangnya, polisi belum bisa membeberkan detail mengenai transaksi dan penipuan apa yang dilakukan oleh Alfard.

Setyo hanya membeberkan nomor laporan dan pelapor yang tertera di Bareskrim saja.

“Ketika kembali dari Singapura dilakukan surat perintah penangkapan untuk membawa, sekarang ditahan di Mabes Polri. Berdasar LP B 1105/XI/2016/Bareskrim tanggal 3 November dengan pelapor Haji Adam Malik. Perkaranya penipuan dan penggelapan,” jelas Setyo.

Kasus ini ditangani oleh Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Sedangkan berkas dari kasus ini telah memasuki tahap 1 dan sudah dikirimkan ke jaksa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari Alphad dan pengacaranya.(Willy)

Continue Reading
Click to comment

Kriminal

KPK Benarkan ada OTT di Dinas PUPR Bekasi

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com – Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tim penindakan menyasar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Sejak Minggu siang kemarin KPK melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Bekasi dan sekitarnya,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Senin (15/10/2018).

Basaria mengatakan, pihaknya mengamankan 10 orang yang terdiri dari unsur pejabat, PNS di Kabupaten Bekasi, serta pihak swasta. Mereka yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Kami menduga ada transaksi terkait proses perizinan properti di Bekasi,” kata Basaria.

Menurut Basaria, tim penindakan KPKmengamankan uang Rp 1 miliar dalam operasi senyap kali ini. Sejumlah ruangan pun ikut disegel.

“Sampai saat ini setidaknya lebih dari Rp 1 miliar dalam SGD dan Rupiah yang diamankan sebagai barang bukti,” kata Basaria.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang diamankan. Basaria berjanji akan membenerkan kegiatan OTT ini dalam waktu dekat.

“Karena tim masih di lapangan dan proses klarifikasi masih berjalan, kami belum bisa menyampaikan informasi lebih,” kata dia.

Sebelumnya, dikabarkan, tiga petugas dari KPK menyegel ruangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Petugas Pengamanan Dalam atau Pamdal Pemkab Bekasi ketika dikonfirmasi membenarkan kedatangan tiga orang dari lembaga antirasuah itu.

“Awalnya saat saya tanya mereka bilang mau ngecek ruang Pak Jamal (Kadis PUPR), Bu Neneng sama Bu Lina,” kata petugas Pamdal Pemkab Bekasi, Paiman di Cikarang.

Paiman yang saat itu tengah piket mengatakan ketiga orang itu terdiri atas dua pria dan satu wanita.

“Namanya Pak Puspo, Bu Elisa dan satu orang yang mengenakan kaos bertuliskan William. Mereka datang satu mobil, tapi saya tidak perhatikan mobilnya apa,” kata dia.

Ketiganya tidak banyak bicara saat memasuki ruangan lantai satu Dinas PUPR Kabupaten Bekasi.(Willy)

Continue Reading

Daerah

Panit Reskrim Polsekta Kotapinang Pengembangan Hilangnya 4 Unit Leptop Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Labusel

Published

on

Pengurus Barang Dinas Perpuaatakaan Dan Kearsipan Afrini Riyanti Ritonga didampingi Nurhayati Hasibuan saat diwawancara,10/10. (Foto: Haryan)

Labusel, realitarakyat.com-Panit Reskrim Polsekta Kotapinang sedang pengembangan kasus hilangnya 4 (empat) unit leptop milik Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Labuhanbatu Selatan, LP : 177/X/2018/SPKT/SU/LBS/Sekta Kotapinang, (10/10/2018).

Panit 1 Reskrim Polsekta Kotapinang IPTU G. Saragih yang dihubungi realitarakyat.com terkait kehilangan barang di Kantor Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Labusel.

“BAP belum siap ke Polres, masih dalam pengembangan dan belum bisa dikabarkan. Nanti ya!, ujar Saragih.

Sementara Kapolsekta Kotapinang Kompol SM. Sitanggang belum dapat dihubungi. Petugas SPK Polsekta Kotapinang saat ditemaui,” Kapolsek lagi di Medan”.

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Labusel melalui Pengurus Barang Afrini Riyanti Ritonga PNS yang sudah bekerja selama 8 tahun.

“Kehilangan barang berupa 4 (empat) buah leptop; 2 (dua) unit merek Thosiba, 1 (satu) unit merek lenovo dan 1 (satu) unit merek Asus. Kehilangan diketahui hari senin 8/10/2018 sekitar 9.00 wib.

Taunya kehilangan dari teman,”leptop saya hilang”, kata teman-teman yang kehilangan.

Total kerugian berdasarkan kontrak tahun 2010, 2012, 2014, dan 2017 Rp. 58.270.000,00 (lima puluh delapan juta dua ratus tujuh puluh ribu rupiah). Pintu tidak ada yang rusak dan terkunci bagus. Kadis tidak ada (Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Labusel Kamaluddin Siregar, S. Pd”, jelas Riyanti yang didapingi staf honor Nurhayati Hasibuan.(Haryan).

Continue Reading

Daerah

Tim Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat Tangkap Empat Orang Ngaku Polisi Nakuti Kades Pakai Sprin Poldasu

Published

on

Labusel, realitarakyat.com-Empat orang ngaku polisi nakuti Kades pakai sprin tugas diduga palsu dari Diskrimsus Poldasu ditangkap tim unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat, 8/10/2018.

Kapolsek Kampung Rakyat AKP Hitler Sihombing melalui Wakapolsek Iptu SH. Hutagalung didampingi Juper Aipda EF. Sihaan mengatakan, “Nakuti Kades pakai Sprin Tugas untuk Dana Desa, Empat pria ini diringkus Polsek Kampung Rakyat Labuhanbatu.

Ngaku sebagai Polisi empat pria masing masing berinisial N, J, IG, dan U warga medan ini di amankan Polsek Kampung rakyat Jumat (5/10/18) sekira pukul 14.30 Wib.

Ke empat pria ini di sergap personil unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat di Kantor desa Perkebunan Perlabian lantaran menakuti Kepala desa dengan surat perintah tugas bodong tentang dugaan penyalah gunaan dana desa sekecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu selatan.

“Ya empat pria ini kita sergap di kantor Kepala desa Perkebunaan Perlabian tadi siang sekira pukul 14.30 Wib, ” Kata Kapolsek Kampung Rakyat AKP. Hitler Sihombing di ruangannya.

Di jelaskannya penangkapan ke empat pria tersebut berdasarkan informasi yang di terima dari pemerintah kecamatan dan desa pada Hari Kamis (4/10/18) kemarin bahwa ada empat orang mengaku sebagai polisi yg bertugas di Poldasu yang katanya ingin mengantar surat penyenyidikan ttg dugaan penyelewengan dana desa kepada Kades se kecamatan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan.

“Mengetahui hal tersebut saya langsung perintahkan Tim Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat yang dipimpin Oleh Kanit Reskrim Iptu.Ramses Panjaitan SH untuk memantau kebenarannya, dan jika ke empat pelaku ditemukan benar Polisi Gadungan yg kembali mendatangi kantor desa tsb agar di lakukan penangkapan, dan setelah berkordinasi dengan kepala desa, selanjutnya benar para pelaku ini datang kembali ke kantornya desa, setelah datang ke kantor desa perkebunan perlabian di situlah kita lakukan penyergapan” ungkap Kapolsek.

Sementara Kepala desa Perkebunan Perlabian Sartono, Kepala desa Perlabian Irhamsyah Lubis dan Kepala desa Pekan Tolan H. Replin yang di konfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.

“Awalnya saya yang di datangi oleh para pelaku agar saya menyampaikan kepada kepala desa lain agar berkordinasi mengenai penyalah gunaan dana desa, mengetahui hal tersebut saya sampaikan hal itu kepada Camat Bahwa ada orang yang mengaku polisi dari Poldasu ingin mengantar surat penyidikan dana Desa” jelas Kades Perlabian Irhamsyah Lubis saat di Mapolsek Kampung Rakyat.

Setelah itu lanjutnya lantaran curiga, pihaknyapun melaporkan hal tersebut ke Polsek Kampung Rakyat.

“Kita curiga bahwa orang yang ngaku polisi ini bukan polisi beneran, itu makanya kita laporkan ke Kapolsek Kampung Rakyat” kata Kades di amini kades lainnya.

Setelah di lapor ke Polsek Kampung rakyat, Kapolsek Kampung Rakyat memerintahkan Para Kades untuk mengikuti permintaan para pelaku yg akan datang menuju kantor Desa dan di lakukan penangkapan.

“Polsek suruh kita layani mereka, setelah datang kita langsung lapor ke petugas agar di lakukan penangkapan, dan ternyata benar mereka datang ke kantor saya memberikan surat perintah tugas penyidikan dugaan penyalah gunaan dana desa, begitu mereka sampai, petugas Polsek yang telah berada disekitar kantor desa langsung menghadang mereka tanpa ada perlawanan”, tukas Kades Perkebunan Perlabian. Semula satu org dari pelaku sempat mengaku bertugas di Propam Poldasu dan setelah digadang ke Polsek Kampung rakyat ternyata sdh di PTDH tiga tahun silam.

Saat ini ke empat pria tersebut brserta barang bukti berupa 1 Unit Mobil Toyota Avanza warna Hitam BK 1851 RK., 1 Pucuk senjata api mainan Jenis revolver berikut sarung senjata, 7 lembar SPT dari Disreskrimsus Poldasu yg diduga Palsu, 2 Lembar Surat Proposal permohonan bantuan Dana dari Kabid Humas Poldasu yg ditujukan kepada Kadis PU dan Diknas Labusel., 5 Unit Hp, 2 Unit flash Disk, 1 buah Stempel dengan tulisan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara berikut bantalannya.,1 buku agenda kerja, 1 buku block Notes, 1 buah kalung dengan Logo Reskrim., 4 Lembar Uang pecahan Rp. 100.000,- yg berada didalam amplop berwarna putih.,1 Lembar KTA Polri dengan No. KTAP/481/II/2015, dan Ktp masing masing pelaku telah di amankan di Mako Polsek Kampung rakyat guna penyidikan lebih lanjut.

“Ke empat pria ini telah kita amankan di mapolsek Kampung Rakyat berserta barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut” tutup Kapolsek.(Haryan).

Continue Reading

BERITA POPULER