Connect with us

Nasional

Gubernur NTB Terpilih Zulkiflimansyah Yakin Atas Keputusan TGB Soal Status Bencana di NTB

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com.- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Terpilih DR Zulkiflimansyah membantah soal isu adanya perselisihan antara Dirinya dan KH TGB M Zainul Majdi Gubernur saat ini.

“Saya sama TGB baik – baik saja dan sejalan.” Ucap Gubernur NTB terpilih DR Zulkiflimansyah saat dimintai tanggapannya, Selasa (21/8/2018).

Lanjutnya, Soal permintaan saya kepada pemerintah pusat agar memberi kan status sebagai bencana nasional itu saya sdh lama.

“Itu pendapaat saya sdh lama, sebelum keputusan pemerintah,” Ucapnya.

Zulkiflimansyah juga mengatakan, soal apa keputusan Pemda NTB dirinya kurang mengerti.

“Hari ini saya nggak ikut rapatnya, akan tetapi saya yakin TGB dan pemerintah pusat punya banyak pertimbanagan sehingga status Bencana Nasional itu tidak dinaikkan.” Ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur terpilih ini mengatakan, Pemerintah Pusat harus meningkatkan status Bencana Lombok menjadi Bencana Nasional. Soalnya ini menimbulkan banyak korban. Sejauh ini tercatat 381 orang meninggal dunia.

“Kalau pemerintah punya hati dan perduli, gempa Lombok mestinya jadi bencana nasional,” kata Zulkieflimansyah dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (8/8/2018) yang lalu.

Zulkieflimansyah menyatakan kerusakan yang diakibatkan gempa ini begitu masif. Penduduk yang terkena dampak terpaksa tidur di luar ruangan. Padahal di antara mereka ada bayi, anak-anak, dan warga lanjut usia yang terpaksa ikut bertahan di luar ruangan.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin mengatakan, kenapa pemerintah Provinsi NTB tidak mau mendorong status darurat bencana gempa Lombok pada status bencana nasiaonal.

Dikatakan Syarifuddin, alasan terkuat ialah karena kekhawatiran pada dampak pariwisata yang dimiliki NTB juga pemulihan imagenya nanti.

“Sebenarnya, kita ingin ini semua menjadi bencana nasional karena dilihat dari korban, tingkat kerusakan memamg layak jadi bencana nasional. Tapi, setelah dipertimbangkan dari sisi kepariwisataan, tidak baik,” ungkapnya .

Lanjut Syafruddin, mengingat salah satu pengalaman di Bali ketika bencana itu disematkan sebagai status Bencana Nasional, justru mempunyai implikasi ekonomi yang buruk seperti travel warning bagi wisatawan yang kemudian kontraproduktif.

“Tapi meski bukan masuk bencana nasional, perhatian dan upaya pemerintah pusat tidak kalah besarnya dengan bencana nasional. Kita lihat sendiri perhatian pemerintah luar biasa,” katanya.

Akan tetapi Syafruddin optimis pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana bisa berjalan dengan cepat dan baik.

“ Perpres akan keluar, yakinlah, semua kekuatan akan kita kerahkan ke NTB, jangan terlalu percaya berita Hoax yang mengatakan Presiden tidak peduli Terhadap Bencana Lombok, Justru Pak Presiden terus menerus memantau dan perintahkan agar secepatnya tangani gempa di Lombok.” Tutupnya.(Es)

Continue Reading
Click to comment

Nasional

Jokowi Resmikan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Presiden Jokowi meresmikan pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah, di Lamongan, Senin (19/11). Sebelumnya Jokowi meresmikan perubahan status STIKES Muhammadiyah Lamongan menjadi universitas.

Perubahan status STIKES Muhammadiyah menjadi Universitas Lamongan ditandai dengan pembangunan tower baru setinggi 15 lantai di kompleks Universitas Muhammadiyah. Jokowi yang mengenakan pakaian koko warna putih lengan panjang dan celana panjang hitam kemudian mengambil sekop untuk menyemen batu.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, semoga pembangunan ini cepat selesai,” kata Jokowi di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).

Dalam agenda itu, Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Menristekdikti M Nasir.

Usai meresmikan pembangunan tower, Jokowi lalu melanjutkan perjalanan menuju Pasar Sidoharjo untuk mengecek harga sembako.

Acara peletakan batu pertama ini bersamaan dengan ulang tahun Muhammadiyah yang ke 106 pada Minggu (18/11). Jokowi juga sempat mengucapkan selamat.

“Hari ini berbahagia sekali, saya ingin mengucapkan selamat milad yang ke-106 ke Muhammadiyah,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Sebelumnya, Haedar Nashir, mengatakan milad ke-106 tahun ini Muhammadiyah mengusung tema ‘Ta’awun untuk Negeri’. Istilah ta’awun merujuk semangat tolong menolong atau saling membantu. Haedar menyebut milad merupakan momentum historis untuk menggali inspirasi dan jejak sejarah Muhammadiyah bagi perjalanan ke depan.

“Dalam milad ini mengusung tema ta’awun untuk negeri, bagaimana Muhammadiyah menggelorakan tolong menolong, kerja sama dan membangun kebersamaan di tubuh umat dan bangsa,” kata Haedar dalam video yang diunggah Muhammadiyah di Youtube, dikutip Minggu (18/11).

Continue Reading

Nasional

Bundo Kanduong Menimba Ilmu Adat ke GKR Hemas

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Senator dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, menerima rombongan ‘Bundo Kanduang’ Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat, didampingi jajaran Dinas dan DPRD Kab. Solok. Pertemuan bertujuan menimba ilmu adat dari Kesultanan Yogyakarta.

“Silaturahmi dan kunjungan Bundo Kanduong ini untuk belajar tradisi dan adat yang dipelihara oleh Kesultanan Yogyakarta. Hal itu penting untuk mempertahankan tradisi di tengah derasnya budaya global saat,” tegas GKR Hemas, dalam keterangannya, Kamis (15/11/2018).

Para tamu Bundo Kanduong diterima di Pendopo Kraton Kilen Yogyakarta, Menurut GKRH betapa pentingnya budaya sebagai modal kekuatan sebuah bangsa yang harus tetap dipertahankan sebagai identitas diri.

Apalagi kata GKR, banyaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta tak lepas dari masih dipertahankannya budaya dan tradisi Jawa Yogyakarta. Seperti Keraton, Putri-putri Sultan yang tetap memelihara budaya, diantaranya berkesenian tari, yang mendapat perhatian Amerika Serikat.

Karena itu GKR berpesan, agar tetap teguh memegang tradisi dan bekerja sama dalam kesetaraan. “Kita harus memelihara tradisi yang luhur dan kesetaraan,” pungkasnya.

Dengan demikian GKR Hemas juga diundang balik untuk berkunjung  ke Solok. Acara diakhiri dengan penukaran cinderamata berupa makanan khas Solok.

 

Continue Reading

Nasional

Fahira Idris Minta PK Ibu Baiq Nuril Dapat Keadilan Hukum

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Kasus hukum yang menimpa Baiq Nuril Maknun, seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai staf honorer di SMA7 Mataram NTB, disayangkan masyarakat. Pasalnya, sebagai korban pelecehan seksual secara verbal oleh kepala sekolah, Nuril malah diputus bersalah dan dihukum oleh Mahkamah Agung (MA).

“Jangan sampai hukum kehilangan hakikatnya. Intisari dari hukum itu adalah keadilan, dan itu belum diperoleh Ibu Nuril. Meski harus menghormati vonis hakim, tapi tetap memprihatinkan. Makanya kita dukung ajukan PK (Peninjauan Kembali),” tegas Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11).

Menurut Fahira, salah satu agenda penting bangsa ini adalah melawan segala bentuk kejahatan seksual kepada perempuan. Baik secara fisik maupun verbal yang jumlahnya masih tinggi.

“Saya khawatir putusan MA ini akan berdampak banyak perempuan akan mengalami pelecehan seksual. Terutama secara verbal dan mereka akan memlih bungkam. Sehingga kontradiktif dengan upaya memerangi kejahtan seksual,” pungkas senator dari dapil Jakarta ini.

Sebelumnya bermula ketika ibu Baiq Nuril merekam pembicaraan Kepala Sekolah (M) dengan dirinya pada 2012 yang terkait pelecehan seksual. Belakangan, percakapan itu terbongkar dan beredar di masyarakat.

M tidak terima dan melaporkan Nuril ke polisi pada 2015 dan disangkakan melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Pada Juli 2017, PN Mataram membebaskan Baiq Nuril karena hakim menilai perbuatan Nuril tidak melanggar UU ITE di pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) sebagaimana dakawaan jaksa. Namun di tingkat kasasi Nuril divonis penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Continue Reading

BERITA POPULER