Connect with us

Daerah

Kasus Laka Lantas Polres Labuhanbatu: Istri Alpianto Minta Bantu Keadilan Hukum Terhadap Suaminya

Published

on

SURAT PERPANJANGAN PENAHANN OLEH JPU

Labusel, realitarakyat,com-Berdasarkan dua berkas surat pernyataan perdamaian antara lain: 1. Surat pernyataan perdamaian atas nama Diki Kurniawan (20) pekerjaan Swasta alamat Desa Sidorukun Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu (disebut sebagai pihak pertama) antara Alpianto (43) pekerjaan pengemudi alamat dusun Aek Korsit Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut pihak kedua).

Sehubungan dengan terjadinya tabrakan/laka lantas (tabrak belakang) antara mobar truck box BK 8119 CM yang dikemudikan oleh Alpianto kontra sepeda motor Honda Beat tampa plat yang dikemudikan Ziki Zul Anggara berboncengan dengan Diki Kurniawan terjadi pada hari jum’at tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.50 wib. Dijlinsum antara km 310-311 Kotapinang-Medan Desa Parbaungan Kecamatan Bilahulu Kabupaten Labuhanbatu. Bahwa akibat kejadian tidak ada korban jiwa, sepeda motor honda beat tampa plat mengalami kerusakan. Kami kedua belah pihak yang namanya tertera diatas sepakat menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan/damai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Saya pihak kedua Alpianto selaku pengemudi mobar truck box BK 8119 CM dengan ini meminta maaf kepada pihak pertama atas kejadian dimaksud.
2. Pihak kedua dengan pemilik mobar box BK 8119 CM memerikan dana bantuan perbaikan sepeda motor honda beat tampa plat.
3. Saya (Diki Kurniawan), selaku pemilik sepeda motor honda beat tampa plat yang ditabrak oleh pengemudi mobar truck BK 8119 CM dengan ini telah memaafkan pihak kedua. Saya menjelaskan telah menerima dan bantuan perbaikan sepeda motor honda beat tampa plat milik saya dan saya telah menerima isi perdamaian ini.
4. Akhirnya kami kedua belah pihak telah saling maaf-memaafkan, karena kami sadari kejadian tersebut diatas bukanlah merupakan suatu unsur kesengajaan, kami juga bermohon agar perkara tersebut diatas tidak diajukan ke kejaksaan atau pengadilan mengingat diantara kami telah melakukan perdamaian.
Surat perdmaian masing-masing ditandatangani pihak pertama Diki Kurniawan, pihak kedua Alpianto, saksi-saksi Dergo Susandi Gatot, Ziki Zul Anggara, dan Ali Umar (Perwakilan pemilik Mobar truck Box BK 8119 CM). Dibenarkan oleh Kepala Desa Parlabian Irhamsah Lubis.

2. Surat pernyataan perdamaian atas nama: 1. Juni Astika Sari (22) pekerjaan Ibu rumah tangga alamat dusun Cinta Makmur  Desa Aek Batu kecamatan Torgamba Kabupaten Lauhanbatu Selatan, 2. Warsini (47) pekerjaan Ibu rumah tangga alamat dusun Loh Sari Desa Parlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut sebagai pihak pertama) antara Alpianto (43) pekerjaan pengemudi alamat dusun Aek Korsit Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut pihak kedua).

Sehubungan dengan terjadinya tabrakan/laka lantas (tabrakan samping) antara mobar truck box BK 8119 CM yang dikemudikan Alpianto kontra sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY yang dikemudikan Almarhum Ngadimen berboncengan dengan Warsini. Terjadi pada hari jum’at tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.35 wib. Dijalinsum antara km 309-310 Kotapinang-Medan desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Bahwa akibat kejadian Ngadimen meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Warsini mengalami luka-luka. Kedua kendaraan mengalami kerusakan. Kami kedua belah pihak yang namanya tertera diatas, sepakat menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan/damai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Saya pihak kedua Alpianto selaku pengemudi mobar truck box BK 8118 CM dengan ini meminta maaf keoada pihak Ahli waris Almarhum Ngadimen dan kepada Warsini, saya menjelaskan tidak ada unsur kesengajaan saya dalam kejadian itu.
2. Pihak kedua dengan pemilik mobar truck box BK 8119 CM memberikan dana santunan kepada ahli waris Almarhum Ngadimen dan memberikan bantuan perobatan kepada Warsini, termasuk bantuan perbaikan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY.
3. Saya (Juni Astika Sari) anak kandung/selaku ahli waris dari Almarhum Ngadimen dengan ini menyatakan telah memaafkan pihak kedua (Alpianto) atas terjadinya tabrakan/laka lantas yang mengakibatkan Bapak kandung saya meninggal dunia.
4. Saya (Warsini) selaku korban yaitu yang dibonceng oleh Almarhum Ngadimen dengan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY saat kejadian, dengan ini juga menjelaskan telah memaafkan pihak kedua (Alpianto) atas terjadinya tabrakan dimaksud.
5. Kami pihak pertama dengan ini menyatakan telah menerima dana santunan, bantuan pengobatan dan bantuan perbaikan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY yang diberikan oleh pihak kedua. Surat ini syah juga sebagai kwitsnsi penerimanya.
6. Akhirnya kami pihak kedua bekah pihak telah saling maaf-memaafkan, kami juga bermohon agar perkara tersebut tidak diajukan ke kejaksaan atau pengadilan mengingat diantara kami telah melakukan perdamaian.

Surat pernyataan perdamaian masing-masing kedua belah pihak menandatangani yaitu pada 2 juli 2018 pihak pertama 1. Juni Astika Sari, 2. Warsini, pihak kedua Alpianto, dan Saksi-saksi Dergo Susandi Gatot, Selamat Sukoco dan Ali Umar (Perwakilan pemilik mobar truck box BK 8119 CM). Dibenarkan Kepala Desa Perlabian Irhamsyah Lubis.

Besar Dana santunan korban laka lantas atas nama Ngadimen, bantuan perobatan atas nama Warsini, bantuan perbaikan sepeda motor scoopy BM 3817 VY dan sepeda motor Honda beat tampa plat. Sudah terima dari Ali Umar/Alpianto dengan banyaknya uang sejumlah Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Rantau Prapat tanggal 2 juli 2018 yang diterima Juni Astika Sari (Ahli Waris) sebagai saksi Dergo Susandi Gatot dan Selamat Sukoco.

Dalam hal perdamaian tersebut pada tanggal 2 juli 2018 permohonan agar perkara laka lantas tidak dilanjutkan ke Kejaksaan/Pengadilan. Kedua belah pihak telah mengirimkan surat kepada Kapolres/Kasat Lantas Polres Labuhanbatu.

Namun sejak 22 Juni 2018 s/d sekarang ini tanggal 10 Agustus 2018 Alpianto (43) tetap ditahan di Polres Labuhanbatu.

Dari Keterangan Istri Alpianto mengatakan, besarnya yang diminta pihak polisi untuk cabut perkara sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) tidak sanggup untuk membayarnya. Istri Alpianto/Ali Umar (perwakilan pemilik mobar truck box BK 8119 CM) hanya bisa menyanggupinya sebesar Rp.5.000.000,-(lima juta rupiah) sehingga suaminya tetap ditahan dan berkas sudah dilimpakan ke Kejaksaan Rantau Parapat.

Istri Alpianto mengeluhkan dan minta keadilan, selama suaminya ditahan tidak mendapatkan gaji suaminya dari tempat bekerja di PT. PIS alamat Desa Siancimun Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padanglawas Utara sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) pengemudi selama 5 tahun belum ada pengangkatan sebagai karyawan tetap. Sementara saya memberi makan anak saya kebingungan. Terpaksa saya mencari buruh cuci masak dirumah orang untuk bertahan hidup, ucapnya sambil menangis dan kebingungan, keluhnya.

Polres Labuhanbatu tanggal 9/8/2018 di datangi untuk meminta bantuan Kapolres AKBP Aprido Situmorang melalui sms yang dikirimkan memberikan balasan supaya menjumpai/menghubungi Kanit Laka.

Tak lama kemudian Kanit Laka mengirimkan WA-nya*# Selamat siang Bpk Haryan Harahap. Menindaklanjuti info Bapak akan Audien/ Bertemu Bpk Kapolres sehubungan Penahanan Sdr ALPIANTO.* Saat perkara sudah *PERPANJANGAN PENAHANN OLEH JPU*, sehingga tidak memungkinkan di fasilitasi di tingkat penyidik Unit Laka. Sebelum dan sesudahnya kami mhn maaf ..🙏🙏 Salam Hormat kami Kanit Laka Sat Lantas Iptu Sahrial Sirait. Dan mengarahkan supaya menghubungi Penyidik Penyidik AIPTU Z SAMOSIR ke 0812634×××× dan menanyakan pelimpahan berkas P21-sampai mana.

Penyidik AIPTU Z SAMOSIR dihubungi, saya lagi cuti, berada di Medan. Berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Coba jumpai jaksanya Ibu Plori siapa tau dapat membantu. Hari senin saya baru masuk kerja, jelasnya.(Haryan).

Continue Reading
Click to comment

Daerah

Kapal Ikan Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Langsa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Direktorat Polair Polda Aceh bekerjasama dengan Menteri Kelautan Perikanan, Satgas 115 illegal Fishing dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa menenggelamkan tiga kapal ikan asing yang melakukan pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Selat Malaka.

Dir Polair, Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro, Senin (20/8) mengatakan, tiga unit kapal asing ini kita tenggelamkan di koordinat 04°31’279″ LU- 098°02’329″ BT Kuala Langsa.
Ketiga kapal itu adalah KHF 1742, KHF 1821 dan KHF 1338.

Suseno Sukoyono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, kapal pencuri ikan ini kita tenggelamkan secara serentak di seluruh Indonesia. “Ada 122 kapal pelaku illegal fishing hari ini kita tengelamkan di 11 lokasi di Indonesia termasuk di Langsa.”

Hadir dalam acara itu Walikota Langsa, Usman Abdullah, Staf Ahli Kementerian Kelautan dan perikanan, Asisten I Pemko Langsa Suryatno, Wakapolres, Kompol Budi, Kajari Langsa, R Ika Haykal, Ketua Pengadilan Langsa Nurnaningsih serta Dan Pos Lanal Langsa Letda Laut (P) Heri Kuswanto. (MS)

Continue Reading

Daerah

Tuntut Warek III Dicopot, Ratusan Mahasiswa Unsam Langsa Unjuk Rasa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Ratusan mahasiswa aliansi mahasiswa Universitas Samudera (Unsam) Langsa unjuk rasa di halaman kampus mereka, Senin (20/8). Mereka tidak mengizinkan satu juga mahasiswa maupun Rektor ke luar dari kampus dengan cara memblokir pintu masuk maupun ke luar kampus.

Mereka meminta Wakil Rektor (Warek) III Unsam Langsa, Bukhari untuk dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak mengayomi mahasiswa. Mereka membawa poster, salah satunya bertuliskan ‘Bagaimana mau maju kalau sistemnya gak jelas’.

Aksi demulai sekitar pukul 11.00 WIB. Satu-persatu perwakilan mahasiswa berorasi yang meminta Rektor Unsam mencopot Warek III dari jabatannya. Jika tidak ada penjelasan dari rektor, mereka mengancam tetap bertahan di depan kampus.

Karena, Rektor tak kunjung hadir, aksi semakin panas dan mahasiswa membakar ban dan buku laporan yang sudah dibuatnya di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus setempat. Aksi berhenti sejenak, karena tiba waktu Shalat Zuhur dan para mahasiswa melaksanakan Shalat berjamaaah di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus.

Koordinator aksi, Ari Sanjaya saat membacakan petisi mengatakan, menolak keras hasil keputusan rapat tertutup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) tentang perubahan panduan penyusunan laporan Kualiah Kerja Nyata (KKN) periode Agustus 2018 yang diambil mendadak.

Meminta pertanggungjawaban LPPM atas laporan yang telah dicetak dan disposisi Ketua panitia KKN untuk menurunkan dan menggantikan Warek III Bidang Kemahasiswaan dengan alasan kurang cakap baik manajemen mengatur kemahasiswaan, memperlambat segala urusan kemahasiswaan, kurangnya partisipasi, penyalahgunaan admitrasi tidak dapat mengayomi mahasiswa dengan baik, dan tidak layak sebagai Warek III.

Mereka minta Rektor tidak memperlambat segala pembanggunan infrastuktur/ fasilitas yang adil kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan konsep, meminta kejelasan tentang akreditas kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan borang (dokumen instrument akreditasi) universitas Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB).

Lalu, meminta transparansi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kampus, menuntut janji Rektor terhadap kesekretariatan mahasiswa dan agar menjalin hubungan kerjasama dengan perusahan-perusahan yang ada di seluruh Indonesia.

Peserta aksi, Suhendra mengatakan, aksi ini berawal saat Ketua Pelaksana KKN yang juga menjabat sebagai Warek I Bidang Akademik, Dr Saiman sudah menandatangani atas laporan mahasiswa yang melakukan KKN sesuai buku panduan.

Namun, pihak LPPM tidak mau menerima,bahkan menyuruh membuat format baru sesuai dengan aturan kampus bukan sesuai buku panduan LPPM sehingga mahasiswa disuruh untuk kembali membuat laporan. Aksi baru bubar sekitar pukul 18.30 WIB. (MS)

Continue Reading

Daerah

Dinkes Tanjungbalai Tangani Kasus Gizi Buruk Setelah Jatuh Korban

Published

on

TANJUNGBALAI – Setelah sekian lama sejumlah elemen masyarakat meributkannya, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memperhatikan maraknya kasus gizi buruk dan stunting (kurang gizi kronis sejak dalam kandungan) di Kota Tanjungbalai. Dalam satu tahun terakhir ini diketahui, sedikitnya ada 58 kasus gizi buruk dan stunting yang terungkap.
Mirisnya, dari 58 kasus tersebut, 5 (lima) kasus diantaranya meninggal dunia karena terlambat ditangani. Penderita gizi buruk terakhir yang meninggal dunia adalah M Aidil Akbar (7 bulan), meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 2018 lalu.

Dan saat ini, RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai juga sedang merawat seorang anak penderita gizi buruk atas nama Putra. Anak dari pasanagn suami isteri M Iqbal dan Nurjannah ini masuk ke RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai sejak hari Jumat (17/8) lalu.

Kepala Puskesmas Kampung Baru, dr Azhari, Senin (20/8) mengatakan, sebelum dibawa ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra terlebih dahulu menjalani perawatan si Puskesmas Kampung Baru tersebut. Akan tetapi, lanjutnya, karena kondisinya yang butuh penanganan yang lebih intensif, Putra akhirnya dirujuk ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai.
“Kami tadi sudah mengunjungi Putra di RSU Dr Tengku Mansyur sekaligus juga untuk mengetahui kondisinya setelah mendapat perawatan di RSU Dr Tengku Mansyur. Mudah-mudahan, setelah menjalani perawatan intensif di ruang anak di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra dapat segera disembuhkan dari penyakitnya”, ujar dr Azhari.
Hal serupa juga diungkapkan dr Amel,Sp.A, tenaga medis yang menangani Putra di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Katanya, pihaknya sebenarnya sudah menyarankan kepada pihak keluarga, agar membawa Putra ke Rumah Sakit di Medan, namun pihak keluarga menolak dengan alasan ketiadaan ekonomi.
Atas keterbatasan ekonomi tersebut, dr Azhari mengaku, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pemko Tanjungbalai sudah bersedia untuk menanggung pembiayaannya, baik saat dirawat di RSU Tanjungbalai maupun di RS di Kota Medan. Selain itu, Pemko Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan RSU Dr Tengku Mansyur juga akan terus melakukan pengawasan rutin hingga Putra dipastikan telah pulih.
“Guna menangani tingginya kasus gizi buruk di Kota Tanjungbalai, pemerintah bersama instansi terkait akan berusaha melakukan upaya untuk menekan atau mengurangi angka penderita gizi buruk di Kota Tanjungbalai ini. Selain itu, kasus stunting atau kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, juga akan mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemko Tanjungbalai”, ujar dr Azhari mengakhiri keterangannya. (ign)
Keterangan :
Continue Reading

BERITA POPULER