Connect with us

Daerah

Bupati Labusel Berangkatkan Rombongan Calon Jemaah Haji Tahun 2018

Published

on

Labusel, realitarakyat.com-Rombongan jemaah calon haji kloter sembilan (19) dilepas Bupati Labuhanbatu Selatan H.Wildan Aswan Tanjung SH.Mm, dari lapangan SBBK (Santun Berkata Bijak Berkarya) Kotapinang Labuhanbatu Selatan 9/8-2018.

Hadir pada acara pemberangkatan jemaah calon haji tersebut, Bupati Labuhanbatu Selatan H.Wildan Aswan Tanjung SH.Mm, Kapolres Labuhabatu AKBP Frido Situmorang,S.ik,Kejari Labusel Bambang Joko Wibisono SH, Kapolsekta Kotapinang kompol SM Sitanggang,Ketua DPRD Labusel H.Jabaluddin Dasopang, Danramil 11 Kotapinang Czi Baginda Siregar, Kemenag Labusel, MUI Labusel H.Maratamin Harahap, OPD selingkungan Labusel, serta para pengantar jemaah calon haji.

Bupati Labuhanbatu Selatan, H.Wildan Aswan Tanjung SH.Mm, dalam sambutannya, semoga para jemaah calon haji sampai ketanah suci mekkah dalam Keadaan sehat dan dapat melaksanakan perintah perintah rukun haji dengan baik, serta para tamu Allah ini selalu dalam lindungan Allah untuk melaksanakan rukun islam yang kelima juga para jemaah calon haji dalam keadaan sehat juga kembali ketanah Santun Berkata Bijak Berkarya ini dan mendoakan saudara saudara kita yang belum berangkat agar terpanggil untuk bisa berangkat ditahun mendatang.

Kakankemenag Labusel,Chairul Syam, menyampaikan, jemaah calon haji Labusel sebanyak 365 orang,dari Labuhanbatu Selatan kloter, beliau juga menyampaikan, agar jemaah calon haji menjaga kesehatan, sekiranya sampai disana ikut kepada pimpinan atau kepala rombongan sehingga tidak ada terpisah dari kelompoknya, beliau juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat mendoakan para jemaah calon haji dapat melaksanakan ibadahnya dengan baik sehingga kembalinya menjadi haji yang mabrur,mabrurhah.

Setelah itu, Bupati Labusel Wildan, melepas keberangkatan para jemaah calon haji, dengan pengangkatan bendera pelepasan, rombongan jemaah calon haji, disertai lantuanan Sholawat Nabi dan takbir disertai isak tangis dan rasa terharu keluarga pengantar jemaah calon haji.(Haryan).

Continue Reading
Click to comment

Daerah

Kapal Ikan Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Langsa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Direktorat Polair Polda Aceh bekerjasama dengan Menteri Kelautan Perikanan, Satgas 115 illegal Fishing dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa menenggelamkan tiga kapal ikan asing yang melakukan pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Selat Malaka.

Dir Polair, Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro, Senin (20/8) mengatakan, tiga unit kapal asing ini kita tenggelamkan di koordinat 04°31’279″ LU- 098°02’329″ BT Kuala Langsa.
Ketiga kapal itu adalah KHF 1742, KHF 1821 dan KHF 1338.

Suseno Sukoyono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, kapal pencuri ikan ini kita tenggelamkan secara serentak di seluruh Indonesia. “Ada 122 kapal pelaku illegal fishing hari ini kita tengelamkan di 11 lokasi di Indonesia termasuk di Langsa.”

Hadir dalam acara itu Walikota Langsa, Usman Abdullah, Staf Ahli Kementerian Kelautan dan perikanan, Asisten I Pemko Langsa Suryatno, Wakapolres, Kompol Budi, Kajari Langsa, R Ika Haykal, Ketua Pengadilan Langsa Nurnaningsih serta Dan Pos Lanal Langsa Letda Laut (P) Heri Kuswanto. (MS)

Continue Reading

Daerah

Tuntut Warek III Dicopot, Ratusan Mahasiswa Unsam Langsa Unjuk Rasa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Ratusan mahasiswa aliansi mahasiswa Universitas Samudera (Unsam) Langsa unjuk rasa di halaman kampus mereka, Senin (20/8). Mereka tidak mengizinkan satu juga mahasiswa maupun Rektor ke luar dari kampus dengan cara memblokir pintu masuk maupun ke luar kampus.

Mereka meminta Wakil Rektor (Warek) III Unsam Langsa, Bukhari untuk dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak mengayomi mahasiswa. Mereka membawa poster, salah satunya bertuliskan ‘Bagaimana mau maju kalau sistemnya gak jelas’.

Aksi demulai sekitar pukul 11.00 WIB. Satu-persatu perwakilan mahasiswa berorasi yang meminta Rektor Unsam mencopot Warek III dari jabatannya. Jika tidak ada penjelasan dari rektor, mereka mengancam tetap bertahan di depan kampus.

Karena, Rektor tak kunjung hadir, aksi semakin panas dan mahasiswa membakar ban dan buku laporan yang sudah dibuatnya di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus setempat. Aksi berhenti sejenak, karena tiba waktu Shalat Zuhur dan para mahasiswa melaksanakan Shalat berjamaaah di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus.

Koordinator aksi, Ari Sanjaya saat membacakan petisi mengatakan, menolak keras hasil keputusan rapat tertutup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) tentang perubahan panduan penyusunan laporan Kualiah Kerja Nyata (KKN) periode Agustus 2018 yang diambil mendadak.

Meminta pertanggungjawaban LPPM atas laporan yang telah dicetak dan disposisi Ketua panitia KKN untuk menurunkan dan menggantikan Warek III Bidang Kemahasiswaan dengan alasan kurang cakap baik manajemen mengatur kemahasiswaan, memperlambat segala urusan kemahasiswaan, kurangnya partisipasi, penyalahgunaan admitrasi tidak dapat mengayomi mahasiswa dengan baik, dan tidak layak sebagai Warek III.

Mereka minta Rektor tidak memperlambat segala pembanggunan infrastuktur/ fasilitas yang adil kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan konsep, meminta kejelasan tentang akreditas kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan borang (dokumen instrument akreditasi) universitas Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB).

Lalu, meminta transparansi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kampus, menuntut janji Rektor terhadap kesekretariatan mahasiswa dan agar menjalin hubungan kerjasama dengan perusahan-perusahan yang ada di seluruh Indonesia.

Peserta aksi, Suhendra mengatakan, aksi ini berawal saat Ketua Pelaksana KKN yang juga menjabat sebagai Warek I Bidang Akademik, Dr Saiman sudah menandatangani atas laporan mahasiswa yang melakukan KKN sesuai buku panduan.

Namun, pihak LPPM tidak mau menerima,bahkan menyuruh membuat format baru sesuai dengan aturan kampus bukan sesuai buku panduan LPPM sehingga mahasiswa disuruh untuk kembali membuat laporan. Aksi baru bubar sekitar pukul 18.30 WIB. (MS)

Continue Reading

Daerah

Dinkes Tanjungbalai Tangani Kasus Gizi Buruk Setelah Jatuh Korban

Published

on

TANJUNGBALAI – Setelah sekian lama sejumlah elemen masyarakat meributkannya, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memperhatikan maraknya kasus gizi buruk dan stunting (kurang gizi kronis sejak dalam kandungan) di Kota Tanjungbalai. Dalam satu tahun terakhir ini diketahui, sedikitnya ada 58 kasus gizi buruk dan stunting yang terungkap.
Mirisnya, dari 58 kasus tersebut, 5 (lima) kasus diantaranya meninggal dunia karena terlambat ditangani. Penderita gizi buruk terakhir yang meninggal dunia adalah M Aidil Akbar (7 bulan), meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 2018 lalu.

Dan saat ini, RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai juga sedang merawat seorang anak penderita gizi buruk atas nama Putra. Anak dari pasanagn suami isteri M Iqbal dan Nurjannah ini masuk ke RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai sejak hari Jumat (17/8) lalu.

Kepala Puskesmas Kampung Baru, dr Azhari, Senin (20/8) mengatakan, sebelum dibawa ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra terlebih dahulu menjalani perawatan si Puskesmas Kampung Baru tersebut. Akan tetapi, lanjutnya, karena kondisinya yang butuh penanganan yang lebih intensif, Putra akhirnya dirujuk ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai.
“Kami tadi sudah mengunjungi Putra di RSU Dr Tengku Mansyur sekaligus juga untuk mengetahui kondisinya setelah mendapat perawatan di RSU Dr Tengku Mansyur. Mudah-mudahan, setelah menjalani perawatan intensif di ruang anak di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra dapat segera disembuhkan dari penyakitnya”, ujar dr Azhari.
Hal serupa juga diungkapkan dr Amel,Sp.A, tenaga medis yang menangani Putra di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Katanya, pihaknya sebenarnya sudah menyarankan kepada pihak keluarga, agar membawa Putra ke Rumah Sakit di Medan, namun pihak keluarga menolak dengan alasan ketiadaan ekonomi.
Atas keterbatasan ekonomi tersebut, dr Azhari mengaku, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pemko Tanjungbalai sudah bersedia untuk menanggung pembiayaannya, baik saat dirawat di RSU Tanjungbalai maupun di RS di Kota Medan. Selain itu, Pemko Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan RSU Dr Tengku Mansyur juga akan terus melakukan pengawasan rutin hingga Putra dipastikan telah pulih.
“Guna menangani tingginya kasus gizi buruk di Kota Tanjungbalai, pemerintah bersama instansi terkait akan berusaha melakukan upaya untuk menekan atau mengurangi angka penderita gizi buruk di Kota Tanjungbalai ini. Selain itu, kasus stunting atau kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, juga akan mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemko Tanjungbalai”, ujar dr Azhari mengakhiri keterangannya. (ign)
Keterangan :
Continue Reading

BERITA POPULER