Connect with us

TNI -POLRI

Pemulihan Trauma, Kapolri Kirim Ratusan Polwan dan Tim Medis ke Lombok

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com. – Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengirimkan polisi wanita atau polwan untuk memberikan pemulihan trauma kepada korban perempuan dan anak-anak pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Trauma healing merupakan tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma.

Meski demikian belum dapat dipastikan berapa banyak jumlah polwan yang akan dikirim tersebut.

“Kita juga rencana akan mengirimkan polwan dalam rangka membantu menghilangkan trauma namanya trauma healing ya. Khususnya untuk wanita dan anak-anak,” ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/8).

Tito menyebut saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Asisten Sumber Daya Manusia (ASDM) untuk memilih polwan yang telah berpengalaman dalam melakukan trauma healing.

Selain untuk memberikan trauma healing, polwan tersebut juga bertugas untuk menenangkan masyarakat di bandar udara dan tempat umum lainnya.

“Kita lagi koordinasikan dengan ASDM. Dipilih polwan yang memiliki pengalaman untuk trauma healing. Jumlahnya berapa nanti kita akan lihat semampunya berapa, kita akan kirim. Prinsip kita akan membantu mendukung dengan operasi kemanusiaan,” tuturnya.

Selain akan mengirimkan Polwan, Tito juga meminta setiap Polda menyumbangkan bantuan seperti selimut dan makanan.

“Saya juga minta kepada polda-polda untuk sebisanya membantu mengirimkan mungkin selimut atau makanan ringan seperti mi instan ya makanan tahan lama secara sukarela bagi jajaran polda seluruh Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, Kapolri juga mengatakan akan memberangkatkan empat satuan setingkat kompi (SSK) personel, lima tim kesehatan ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengiriman ratusan personel tersebut untuk membantu penanganan korban bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB).

Asisten Operasi Kapolri Irjen Deden Juhara mengatakan, empat SSK yang terdiri atas 400 polisi dan 60 orang tim kesehatan akan diterjunkan menuju Mataram dan nantinya berbagi tugas ke Lombok Utara dan Lombok Timur.

“Tapi baru gelombang pertama yang diberangkatkan sebanyak 200 personel dan 15 tim kesehatan. Sisanya nanti menyusul,” ujarnya.

Tito menjelaskan, pasukan juga membawa barang-barang yang diperlukan bagi korban gempa seperti makanan, peralatan kesehatan, dan obat-obatan.

“Pada prinsipnya, kami akan maksimal membantu. Operasi kemanusiaan dilakukan, baik pertolongan kesehatan, evakuasi, bantuan makanan. Semua dilakukan,” jelasnya.

Saat ditanya terkait wilayah mana yang mengalami kerusakan paling berat, Deden mengungkapkan, terjadi di wilayah Lombok Timur. “Kami akan fokus di Lombok Timur terlebih dahulu,” pungkasnya.

Ratusan personel tersebut berangkat melalui Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta dengan menumpang maskapai Lion Air menuju ke Lombok, NTB.

Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang wilayah Lombok dan Sumbawa di NTB, serta Bali, Minggu 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA, dengan korban meninggal 91 orang.(Wahyu)

TNI -POLRI

Saat EvakuasiKorban Gempa, Prajurit TNI Temukan Uang Rp 1 Milyar Di Reruntuhan Gereja di Sigi

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Zeni Tempur-8/Sakti Mandra Guna (SMG) Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar, menemukan brankas berisi uang sekitar Rp1 miliar saat evakuasi korban gempa di Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah (Kogasgabpad Sulteng) Kolonel Inf Muh Thohir di Palu, Selasa (9/10/2018), menyampaikan konfirmasi soal kebenaran penemuan brankas berisi uang tersebut.

Penemuan terjadi saat tim evakuasi dari Satgas Yonzipur-8/SMG di bawah pimpinan langsung Komandan SSK Kapten Czi Basor Hermawan, sedang mencari dan menemukan korban di lokasi reruntuhan bangunan Pusdiklat Warga Gereja Pentekosta Indonesia (GPI) Jono Oge di Lagaleso, Kabupaten Sigi, pada Sabtu (6/10/2018).

Mereka melakukan pencarian korban dengan menggunakan peralatan seadanya dan mereka menemukan satu buah brankas milik GPI yang berisikan uang sekitar Rp1 miliar, sertifikat gereja, dan dokumen penting lainnya.

Thohir yang juga Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka menyebutkan bahwa saat dikonfirmasi ke Pendeta Gereja GPI Wilson Wetzler Lampie, pendeta membenarkan bahwa brankas tersebut adalah milik gereja GPI.

Disebutkan bahwa Wilson sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Satgas Yonzipur-8/SMG dan menyampaikan ucapan terima kasih atas penemuan brankas berisi dana umat.

Dengan demikian penemuan uang tersebut dapat dimanfaatkan untu membangun kembali gereja yang sudah hancur akibat gempa.(Idham)

Continue Reading

TNI -POLRI

Dua Pesawat Militer Asing Di Usir Dari Udara Indonesia

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Dua pesawat militer asing tak dikenal terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia di Kepulauan Natuna pada Kamis (4/10). TNI AU lalu merespons dengan menerbangkan dua jet tempur F-16 ‘Fighting Falcon’ dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Ronny Irianto Moningka mengatakan dua jet tempur TNI AU itu berhasil menghalau pesawat asing yang melanggar batas udara wilayah Indonesia itu.

“Pesawat tidak dikenal masuk, tanpa identitas sehingga kita kerahkan dua unit F-16 untuk menyergap,” ungkap Ronny usai Upacara Peringatan HUT Ke-73 TNI di Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Sabtu (6/10).

Ronny menjelaskan informasi adanya dua pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia tersebut, awalnya diterima oleh Komando Setor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas). Laporan itu menyebutkan adanya dua pesawat asing yang terpantau berada di ketinggian 15.000 meter memasuki wilayah udara Natuna sore kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.

Ilustrasi pesawat TNI AU (Foto:Pixabay/Wikilmages)

Lanud Roesmin Nurjadin yang merupakan pangkalan militer terdekat dan satu-satunya pangkalan militer tipe A dengan diperkuat dua Skuadron 12 dan 16 itu langsung menerbangkan dua jet tempur F-16 “Fighting Falcon” ke Natuna.

Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk manuver dan melakukan “scramble” (perebutan wilayah) di langit Natuna.
“Kita airborne- kan dua F-16, ada sasaran di atas Natuna. Begitu kita ‘airbone’ sampai di sana, (ditemukan) ada dua pesawat asing yang sesuai laporan dari Pangkohanudnas,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, kedua pesawat asing yang belum diketahui asalnya itu langsung pergi seketika dua F-16 TNI AU mendekat ke sasaran. Ronny menduga kedua pesawat asing tersebut pergi setelah dua F-16 TNI AU tertangkap radar mereka.

Pesawat temput F-16Pesawat temput F-16 di Pangkalan TNI AU Pattimura.

Pesawat temput F-16 di Pangkalan TNI AU Pattimura.

“Dua F-16 kita berangkatkan dan ‘scramble’. Tapi mungkin mereka juga tahu kita dengan radarnya. Akhirnya kita keluar,” ucapnya.
Sementara itu, meskipun kedua pesawat asing itu telah meninggalkan udara Indonesia, namun Ronny memerintahkan jajarannya untuk tetap melakukan patroli.

Namun, patroli yang dilakukan hingga petang tidak kembali menemukan pesawat yang melanggar batas udara NKRI.
Lebih jauh, sesuai arahan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Lanud Roesmin Nurjadin akan terus siaga pascainsiden tersebut.

Semua pesawat tempur baik F-16 dan Hawk 100/200 yang memperkuat Lanud Roesmin Nurjadi dalam keadaan siap tempur.
Selain itu, Ronny juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, Natuna juga akan memiliki Pangkalan Militer terpadu, terdiri dari Darat, Udara dan Laut.(Willy)

Continue Reading

TNI -POLRI

Ketua DPR RI Prihatin Terhadap Polantas Yang Di Cakar PNS Pemko Tanjung Balai Saat Bertugas

Published

on

Jakarta,Realitarakyat.com. – Usai menonton aksi yang sangat memalukan viralnya berita Hoax yang dilakukan emakd- emak Ratna Sarumpaet, kini kembali Hampir semua rakyat Indonesia sontak kaget dengan viralnya video emak – emak yang melakukan perlawanan terhadap seorang oknum Polisi Lalu Lintas saat bertugas dilapangan.

Anggota Polisi Laluntas Polres Tanjungbalai ini menunjukkan luka Robek bekas cakaran emak emak oknum PNS tersebut

Video ini sempat beredar di kalangan anggota Komisi III DPR RI dan bahkan Video ini mendapat tanggapan dari Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

“Saya sangat prihatin terhadap anggota Prajurit Polri yang lagi bertugas di Aniaya oleh Oknum PNS, dan saya sudah menonton Videonya, apapun itu, ibu ini harus minta maaf.” Ucapnya, Jumat (5/10/2018).

Selain itu, Bambang juga berharap kepada Kepala daerahnya, agar memberikan sangsi yang tegas terhadap Oknum ini. ” Saya berharap Kepala daerahnya juga harus memberikan sangsi yang tegas terhadap Oknum PNS itu, agar tidak menjadi presiden buruk kedepannya.” Ucapnya saat dimintai tanggapannya soal kasus Viralnya Video Oknum PNS yang melakukan pencatatan terhadap anggota Polisi Lalu Lintas berinisial H di Jajaran Polres Tanjung balai , Sumatera Utara ini.

 

 

 

Ditempat terpisah, Realitarakyat.com, mencoba meminta tanggapan Mendagri soal kasus ini.

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, Ini jelas salah dan harus di tegur. ” Ya kalau ini benar kejadiannya harus di berikan teguran dan sangsi” Ucapnya.

Ditempat terpisah, salah seorang saksi mata narasumber kami bernama F Purba mengatakan, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kejadian itu benar, ” Ucapnya.

F Purba juga menjelaskan kronologis kejadian tersebut,
Kronologinya, nih Ibu Ibu (salah satu oknum anggota PNS di Tanjung Balai) diberhentikan oleh petugas Polisi Lalu Lintas karena tidak menggunakan helm saat mengendarai kendaraan roda duanya (ber-plat merah)

Setelah diberhentikan & ditanyai perihal surat surat, ibu ini ternyata tidak membawa SIM. Sesuai prosedur, petugas Polisi tersebutpun bermaksud untuk memberikan sanksi tilang kepada ibu tersebut. Alhasil, ibu tersebutpun menolak dan bersitegang dengan petugas polisi tersebut, saat bersitegang tersebut, ibu -ibu itu menangkap baju dan polisi itu sambil mencakarnya sehinggai polisi tersebut mendapatkan luka gores dileher hingga ke bagian dada, ya sama seperti di Video yang viral itulah.

Saat Media ini mencari tau kebenaran berita ini, kepada Anggota Bintara Polisi Lalu Lintas Tanjung balai Bernama Heri, beliau juga membenarkan kabar tersebut.
” Iya benar pak, saya di cakar, dan saya akan visum dan akan buat laporan, Saya kan tugas negara, jadi saya menjalankan tugas.” Ucapnya. (Wahyu/Tim)

Continue Reading

BERITA POPULER