Connect with us

Kriminal

Aliansi Mahasisa Paluta Jakarta Minta KPK Tangkap Bupati Paluta Bachrum Harahap

Published

on

Jakarta, Realitarakyat.com. – Aliansi mahasisawa asal Paluta di jakarta mendangi kantor KPK guna meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi menagkap Bupati Padanglawas Utara (Paluta), Drs Bachrum Harahap.

aliansi Mahasiswa Paluta Jakarta saat melakukan demo di Gedung KPK. Jumat (3/8/2018)

Hal itu di katakan Lukman Siregar saat orasi di Halaman kantor KPK , Jakarta, Jumat (3/8/2018).

“Kami atasnama Aliansi Mahasisa Paluta Jakarta, meminta Kepada KPK agar menagkap Bupati Paluta Bachrum Harahap”. “Ucap Lukman Siregar.

Menurut Lukman, selama ini banyak penyelewengan di kabupaten Paluta, namun kelihatannya, DPRD Paluta dan Aparat penegak hukum , mulai dari Kepolisian dan kejaksaan yang ada di paluta diam tidak berkutik, seakan akan ikut menikmati uang – uang haram tersebut.

“Di bawah kendali dua priode Drs Bachrum Harahap sebagai Bupati Paluta, sangat jadi pertanyaan besar , tingginya dana yang masuk untuk Kabupaten Paluta ini namun realisasinya tidak ada, bahkan kami telah banyak menyerahkan data ke kejaksaan Tinggi Sumut, namun tiddak ada responnya, Untuk itu kami minta KPK agar segera turuntangan untuk memproses kasus – kasus di paluta.” Ucapnya.

Lanut Lukman, sejak tahun 2003 teman – teman di Paluta telah melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi Sumut , akan tetapi tidak pernah di respon.

Lukman Siregar juga membacakan beberapa dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati paluta Bachrum Harahap , Di antaranya anggaran dana belanja rutin Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2002-2004 senilai Rp7,5 miliar, dan hingga saat ini dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejari Padangsidimpuan.

“Tetapi tidak ada tindak lanjut penuntasan kasus itu. Ini karena diduga ada kongkalikong antara aparat penegak hukum dengan bupati,” ujarnya.

Setelah terpilih menjadi Bupati Padang Lawas Utara, lanjut mahasiswa, Bachrum Harahap kembali mengulang sejarah korupsi yang lebih parah mulai dari APBD 2009 diduga diselewengkan senilai Rp1,5 miliar dengan realisasi 94,04 persen dari anggaran.

Disebutkan, jika ditinjau ke lapangan pertapakan kantor bupati dinilai fiktif. Kemudian ada proyek padat karya di Dinas Kemenakertrans Paluta yang asal-asalan dan ada dugaan proyek fiktif. Kasus ini sudah dilaporkan ke Poldasu.

Selain itu, kata Lukman, dana Bansos Provsu ke Kabupaten Padang Lawas Utara Rp97 miliar yang dinilai sampai saat ini tidak ada realisasinya. Lebih parah lagi pembangunan Masjid Raya di Gunung Tua dinilai anggarannya di mark-up sesuai temuan BPK RI.

selain itu, Lukman juga membeberkan beberapa kasus lainnya diantaranya ,

1 Pembangunan Pasar Janji Manahan Kec Dolok sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 1.020.217.000,00 ,dan harga penawaran 1.007.298.000,00 sebagai pemenang yaitu Putra Langsa Perdana.

2 Lanjutan Pembangunan Pasar Matanggor dengan Sarana Pendukungnya di Kec Batang Honang sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 14.000.000.000,00, dan harga penawaran Rp 13.925.861.000,00,sebagai pemenang yaitu PT Duta Utama Sumatera.

3 Lanjutan Rehabilitasi Pasar Lakkimat Kec Simangambat sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 1.000.000.000,00 ,dan harga penawaran Rp 989.717.000,00, sebagai pemenang yaitu Bayo Pangibo.

4 Lanjutan Rehabilitasi Pasar Purbabangun Kec Portibi sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 3.000.000.000,00 ,dan harga penawaran Rp 2.965.294.000,00, sebagai pemenang yaitu Rizky Perkasa.

5 Rehabilitasi Pasar Hiteurat Kec Halongonan sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 1.000.000.000,00 ,dan harga penawaran Rp 990.102.000,00,sebagai pemenang yaitu CV Jaya Sakti.

6 Pembangunan Pasar Nagasaribu Kec Padang Bolak Tenggara sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 3.500.000.000,00 dan harga penawaran Rp 3.457.224.000,00, sebagai pemenang yaitu PT Harida Jaya.

7 Pembangunan Pasar Aek Godang Kec Hulu Siapas sebagai Satker Dinas Perundistrian Dan Perdagangan Kab Padang Lawas Utara dengan Pagu Rp 3.800.000.000,00 dan harga penawaran Rp 3.762.493.000,00 sebagai pemenang yaitu Rizky Perkasa

Nilai anggaran ke 7 item ini sangatlah fantastik,namun hasilnya sangat jadi bahan perhatian serius, apa lagi kondisi hasil bangunan pasar Kosik Putih ,Kec Simangambat misalkan selain atap pada bocor,juga lantai dan rangka atap berbahan kayu dengan kondisi sekarat alias siaga satu..

Hasil proyek pasar Kosik Putih anggaran tahun 2012, tidak sedikit atap multiroofnya sudah rusak akibat rangkanya dari kayu, seharusnya rangka itu bahannya dari besi, sehingga kenyamanan bagi pengguna pasar tidak tenang jika hujan datang dan angin kencang, jembatan tersebut sama sekali tidak bisa di lalui oleh mobil,apalagi mobil yang bermuatan padahal angaran untuk proyek jembatan tersebut cukuplah ” fantastis ” dan seakan tak ada gunannya jembatan itu.

Lukman juga mengatakan, bahwa kelurga Bupati paluta kerap bermain proyek, dan proyeknya asal jadi, namun itu juga selalu diabaikan oleh DPRD Paluta, Kejaksaan dan Kepolisian setempat.

Proyek jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 Milyar dari APBD 2017 yang dikerjakan oleh CV Fitra di Sepanjang jalan dari Baringin Simangambat menuju Ujung Batu di duga mur up dan asal jadi

“Barusan ini saja, Proyek jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 Milyar dari APBD 2017 yang dikerjakan oleh CV Fitra di Sepanjang jalan dari Baringin Simangambat menuju Ujung Batu asal jadi , dan di duga itu di Mur Up, tapi kenapa semua pengawas dan penegak hukum di di sana Diam.” ucapnya.

Usai berorasi, alinasi Mahasiswa paluta Jakarta ini langsung menemui perwakilan KPK guna menyerahkan dokumentasi dan bukti – bukti dugaan korupsi Bupati Paluta.

Saat menyerahkan berkas – berkas dugaan Korupsi Bupati paluta, Lukman Siregar juga meminta KPK menyadap ponsel semua anggota DPRD Paluta karena Lukman menduga ada persekongkolan Bupati dan DPRD Paluta.

“Kami juga meminta KPK Menyadap semua nomor Ponsel anggota DPRD Paluta, ” Pinta Lukman Siregar.(Nanang)

Continue Reading
Click to comment

Kriminal

Massa pendukung Prabowo Keroyok Massa Pendukung Jokowi di Makassar

Published

on

Makassar,Realitarakyat.com. – Sekelompok massa yang membawa spanduk bertuliskan 2019 Tetap Jokowi melakukan aksi orasi sesaat setelah massa 2019 Ganti Presiden melakukan deklarasinya di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/8/2018).

“Iya tadi sekitar 10 sampai 15 orang demo di depan Hotel Horison (tempat Neno Warisman menginap),” kata Security Hotel Horison, Gaffar kepada wartawan, Minggu sore (12/8/2018).

Salah seorang relawan 2019 Ganti Presiden dari pendukung Prabowo itu sempat mendekat lalu berteriak kepada pengunjuk rasa 2019 Tetap Jokowi.

“Siapa orangnya Jokowi di sini?,” teriak relawan 2019 Ganti Presiden itu.

Lalu salah seorang dari massa pengunjuk rasa 2019 Tetap Jokowi mengaku bahwa dirinya adalah pendukung Jokowi. Belakangan diketahui yang membalas teriakan itu bernama Muhadir (26).

“Saya,” teriak Muhadir membalas.

“Ada provokator di sini,” relawan 2019 Ganti Presiden itu kembali teriak.

Hal itu kemudian membuat relawan 2019 Ganti Presiden naik pitam dan mengerumuni Muhadir. Muhadir lalu digelandang ke dalam pos security Hotel Horison.

“Dia langsung diamankan ke dalam pos, dia ditanya-tanya di dalam,” kata Gaffar lagi.

Tak diketahui persis apa saja yang ditanyakan kepada Muhadir di dalam pos security Hotel Horison saat itu. Namun tak lama berselang Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar datang dan membawa Muhadir ke Polrestabes Makassar.

“Iya kita langsung bawa agar kericuhan tidak berlarut-larut,” kata Irwan Anwar.

Berdasarkan penelusuran dilapangan, Mudahir adalah mahasiswa yang masih mengenyam pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dia juga merupakan anggota PMII Komisariat Universitas Muhammadiyah Makassar.

Hingga saat ini Muhadir masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar. (Idham)

Continue Reading

Daerah

PT. PIS Tempat Alpianto Bekerja Selama Ditahan Tidak Terima Gaji

Published

on

Kwitansi bukti pembayaran perdamaian tabarakan/laka lantas Alpianto/Ali Umar ke Pihak Korban.

(more…)

Continue Reading

Daerah

Kasus Laka Lantas Polres Labuhanbatu: Istri Alpianto Minta Bantu Keadilan Hukum Terhadap Suaminya

Published

on

SURAT PERPANJANGAN PENAHANN OLEH JPU

Labusel, realitarakyat,com-Berdasarkan dua berkas surat pernyataan perdamaian antara lain: 1. Surat pernyataan perdamaian atas nama Diki Kurniawan (20) pekerjaan Swasta alamat Desa Sidorukun Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu (disebut sebagai pihak pertama) antara Alpianto (43) pekerjaan pengemudi alamat dusun Aek Korsit Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut pihak kedua).

Sehubungan dengan terjadinya tabrakan/laka lantas (tabrak belakang) antara mobar truck box BK 8119 CM yang dikemudikan oleh Alpianto kontra sepeda motor Honda Beat tampa plat yang dikemudikan Ziki Zul Anggara berboncengan dengan Diki Kurniawan terjadi pada hari jum’at tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.50 wib. Dijlinsum antara km 310-311 Kotapinang-Medan Desa Parbaungan Kecamatan Bilahulu Kabupaten Labuhanbatu. Bahwa akibat kejadian tidak ada korban jiwa, sepeda motor honda beat tampa plat mengalami kerusakan. Kami kedua belah pihak yang namanya tertera diatas sepakat menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan/damai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Saya pihak kedua Alpianto selaku pengemudi mobar truck box BK 8119 CM dengan ini meminta maaf kepada pihak pertama atas kejadian dimaksud.
2. Pihak kedua dengan pemilik mobar box BK 8119 CM memerikan dana bantuan perbaikan sepeda motor honda beat tampa plat.
3. Saya (Diki Kurniawan), selaku pemilik sepeda motor honda beat tampa plat yang ditabrak oleh pengemudi mobar truck BK 8119 CM dengan ini telah memaafkan pihak kedua. Saya menjelaskan telah menerima dan bantuan perbaikan sepeda motor honda beat tampa plat milik saya dan saya telah menerima isi perdamaian ini.
4. Akhirnya kami kedua belah pihak telah saling maaf-memaafkan, karena kami sadari kejadian tersebut diatas bukanlah merupakan suatu unsur kesengajaan, kami juga bermohon agar perkara tersebut diatas tidak diajukan ke kejaksaan atau pengadilan mengingat diantara kami telah melakukan perdamaian.
Surat perdmaian masing-masing ditandatangani pihak pertama Diki Kurniawan, pihak kedua Alpianto, saksi-saksi Dergo Susandi Gatot, Ziki Zul Anggara, dan Ali Umar (Perwakilan pemilik Mobar truck Box BK 8119 CM). Dibenarkan oleh Kepala Desa Parlabian Irhamsah Lubis.

2. Surat pernyataan perdamaian atas nama: 1. Juni Astika Sari (22) pekerjaan Ibu rumah tangga alamat dusun Cinta Makmur  Desa Aek Batu kecamatan Torgamba Kabupaten Lauhanbatu Selatan, 2. Warsini (47) pekerjaan Ibu rumah tangga alamat dusun Loh Sari Desa Parlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut sebagai pihak pertama) antara Alpianto (43) pekerjaan pengemudi alamat dusun Aek Korsit Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (disebut pihak kedua).

Sehubungan dengan terjadinya tabrakan/laka lantas (tabrakan samping) antara mobar truck box BK 8119 CM yang dikemudikan Alpianto kontra sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY yang dikemudikan Almarhum Ngadimen berboncengan dengan Warsini. Terjadi pada hari jum’at tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.35 wib. Dijalinsum antara km 309-310 Kotapinang-Medan desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Bahwa akibat kejadian Ngadimen meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Warsini mengalami luka-luka. Kedua kendaraan mengalami kerusakan. Kami kedua belah pihak yang namanya tertera diatas, sepakat menyelesaikan perkara dengan cara kekeluargaan/damai dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Saya pihak kedua Alpianto selaku pengemudi mobar truck box BK 8118 CM dengan ini meminta maaf keoada pihak Ahli waris Almarhum Ngadimen dan kepada Warsini, saya menjelaskan tidak ada unsur kesengajaan saya dalam kejadian itu.
2. Pihak kedua dengan pemilik mobar truck box BK 8119 CM memberikan dana santunan kepada ahli waris Almarhum Ngadimen dan memberikan bantuan perobatan kepada Warsini, termasuk bantuan perbaikan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY.
3. Saya (Juni Astika Sari) anak kandung/selaku ahli waris dari Almarhum Ngadimen dengan ini menyatakan telah memaafkan pihak kedua (Alpianto) atas terjadinya tabrakan/laka lantas yang mengakibatkan Bapak kandung saya meninggal dunia.
4. Saya (Warsini) selaku korban yaitu yang dibonceng oleh Almarhum Ngadimen dengan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY saat kejadian, dengan ini juga menjelaskan telah memaafkan pihak kedua (Alpianto) atas terjadinya tabrakan dimaksud.
5. Kami pihak pertama dengan ini menyatakan telah menerima dana santunan, bantuan pengobatan dan bantuan perbaikan sepeda motor honda scoopy BM 3817 VY yang diberikan oleh pihak kedua. Surat ini syah juga sebagai kwitsnsi penerimanya.
6. Akhirnya kami pihak kedua bekah pihak telah saling maaf-memaafkan, kami juga bermohon agar perkara tersebut tidak diajukan ke kejaksaan atau pengadilan mengingat diantara kami telah melakukan perdamaian.

Surat pernyataan perdamaian masing-masing kedua belah pihak menandatangani yaitu pada 2 juli 2018 pihak pertama 1. Juni Astika Sari, 2. Warsini, pihak kedua Alpianto, dan Saksi-saksi Dergo Susandi Gatot, Selamat Sukoco dan Ali Umar (Perwakilan pemilik mobar truck box BK 8119 CM). Dibenarkan Kepala Desa Perlabian Irhamsyah Lubis.

Besar Dana santunan korban laka lantas atas nama Ngadimen, bantuan perobatan atas nama Warsini, bantuan perbaikan sepeda motor scoopy BM 3817 VY dan sepeda motor Honda beat tampa plat. Sudah terima dari Ali Umar/Alpianto dengan banyaknya uang sejumlah Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Rantau Prapat tanggal 2 juli 2018 yang diterima Juni Astika Sari (Ahli Waris) sebagai saksi Dergo Susandi Gatot dan Selamat Sukoco.

Dalam hal perdamaian tersebut pada tanggal 2 juli 2018 permohonan agar perkara laka lantas tidak dilanjutkan ke Kejaksaan/Pengadilan. Kedua belah pihak telah mengirimkan surat kepada Kapolres/Kasat Lantas Polres Labuhanbatu.

Namun sejak 22 Juni 2018 s/d sekarang ini tanggal 10 Agustus 2018 Alpianto (43) tetap ditahan di Polres Labuhanbatu.

Dari Keterangan Istri Alpianto mengatakan, besarnya yang diminta pihak polisi untuk cabut perkara sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) tidak sanggup untuk membayarnya. Istri Alpianto/Ali Umar (perwakilan pemilik mobar truck box BK 8119 CM) hanya bisa menyanggupinya sebesar Rp.5.000.000,-(lima juta rupiah) sehingga suaminya tetap ditahan dan berkas sudah dilimpakan ke Kejaksaan Rantau Parapat.

Istri Alpianto mengeluhkan dan minta keadilan, selama suaminya ditahan tidak mendapatkan gaji suaminya dari tempat bekerja di PT. PIS alamat Desa Siancimun Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padanglawas Utara sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) pengemudi selama 5 tahun belum ada pengangkatan sebagai karyawan tetap. Sementara saya memberi makan anak saya kebingungan. Terpaksa saya mencari buruh cuci masak dirumah orang untuk bertahan hidup, ucapnya sambil menangis dan kebingungan, keluhnya.

Polres Labuhanbatu tanggal 9/8/2018 di datangi untuk meminta bantuan Kapolres AKBP Aprido Situmorang melalui sms yang dikirimkan memberikan balasan supaya menjumpai/menghubungi Kanit Laka.

Tak lama kemudian Kanit Laka mengirimkan WA-nya*# Selamat siang Bpk Haryan Harahap. Menindaklanjuti info Bapak akan Audien/ Bertemu Bpk Kapolres sehubungan Penahanan Sdr ALPIANTO.* Saat perkara sudah *PERPANJANGAN PENAHANN OLEH JPU*, sehingga tidak memungkinkan di fasilitasi di tingkat penyidik Unit Laka. Sebelum dan sesudahnya kami mhn maaf ..🙏🙏 Salam Hormat kami Kanit Laka Sat Lantas Iptu Sahrial Sirait. Dan mengarahkan supaya menghubungi Penyidik Penyidik AIPTU Z SAMOSIR ke 0812634×××× dan menanyakan pelimpahan berkas P21-sampai mana.

Penyidik AIPTU Z SAMOSIR dihubungi, saya lagi cuti, berada di Medan. Berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Coba jumpai jaksanya Ibu Plori siapa tau dapat membantu. Hari senin saya baru masuk kerja, jelasnya.(Haryan).

Continue Reading

BERITA POPULER