Connect with us

Daerah

Ayah Tega Aniaya Anaknya Sampai Luka Memar

Published

on

Kapolsek Kampung Rakyat AKP Heri Sugiarto datang kelokasi menayakan keanak (korban) apa benar sianak dianiaya ayahnya.

Labusel, realitarakyat.com-Kejadian penganiayan terhadap anak kandungnya terjadi di Dusun Pekan Tanjung Medan Jalan Kampung Jawa Desa Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Berdasarkan pengaduan dari Bou Korban Rita Khairani kepala Yayasan LBH Bela Rakyat Indonesia bahwa ponakan saya inisial A dan A dianiaya oleh adik saya Rahmad Ripai Arsad Siregar (Orang Tua Kandung Korban) sudah bertahun-tahun tetapi baru ini saya berani untuk mengadu karna sudah keterlalua tingkah laku dari adik sampai-sampai orang tua saya diancam mau dibunuh kalau mengaduh kepihak kepolisian.

Ketua Yayasan LBH Bela Rakyat Indonesia Halomoan Panjaitan,SH bersam Bou Korban mengadukan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Labuhanbatu Selatan Selasa 25/07/2018, isi aduan”Mohon untuk dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada korban” tak berselang lama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak beserta Ketua Yayasan LBH Bela Rakyat Indonesi dan bou korban langsung menuju tempat kejadian.

Sesampai dilokasi terlihat orang tua korban Ayah/Ibu tiri dan korban lagi istirahat kemudian Pihak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menanyakan benar ini rumah A lalu orang tua korban menjawab betul kami dapat impormasi disini ada penganianyaan anak kemudian orang tua korban menyangkal akan hal tersebut saya tidak ada menganiaya anak saya kemudian Kabid Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Nelli Simanjuntak meminta ijin kepada orang tua korban untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan(Pisum) kemudian orang tua korban tidak mengasih untuk dibawah.

Beberapa waktu kemudian Kopolsek Kampung Rakyat AKP Heri Sugiarto datang kelokasi menanyakan kondisi Anak/Korban kepada sianak/korban apakah benar kamu dianiaya ayahmu korban menjawab tidak sambil melirik ayahnya. Kemudian Kapolsek menyarankan agar orang tua korban mengijinkan sikorban untuk dibawah oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk dicek kesehatan dari sianak(Korban) kemudian orang tua korban mengijinkan dan ikut kerumah sakit umum kota pinang untuk diperiksa kesehat sianak(korban).

Tak lama kemudian orang tua korban pulang ,sementara sianak(korban) masih tetap dirumah sakit didampingi oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak setelah orang tua pergi baru sianak mengaku bahwa bekas luka bakar dimulutnya benar bekas api rokok ayahnya yang titempelkan kemulutnya kemudian benjolan yang ada dikepalanya adalah bekas pukulan batu gilingan yang dipukulkan kekepala korban oleh ayahnya dan luka memar yang ada di bahu belakangnya adalah bekas gigitan dari ibu tirinya.

Korban A merasa teroma dan tak mau untuk dipulangkan kepada orang tuanya disebabkan penganiayaan yang dilakukan Ayah dan Ibu tirinya kemudian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengamankan sianak (korban) untuk sementara waktu sembari menunggu proses hukum atas tindakan penganiayan oleh ayah dan ibu tirinya.(HH).

Continue Reading
Click to comment

Daerah

Kapal Ikan Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Langsa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Direktorat Polair Polda Aceh bekerjasama dengan Menteri Kelautan Perikanan, Satgas 115 illegal Fishing dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa menenggelamkan tiga kapal ikan asing yang melakukan pencurian ikan (illegal fishing) di perairan Selat Malaka.

Dir Polair, Kombes Pol Jemmy Rosdiantoro, Senin (20/8) mengatakan, tiga unit kapal asing ini kita tenggelamkan di koordinat 04°31’279″ LU- 098°02’329″ BT Kuala Langsa.
Ketiga kapal itu adalah KHF 1742, KHF 1821 dan KHF 1338.

Suseno Sukoyono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan, kapal pencuri ikan ini kita tenggelamkan secara serentak di seluruh Indonesia. “Ada 122 kapal pelaku illegal fishing hari ini kita tengelamkan di 11 lokasi di Indonesia termasuk di Langsa.”

Hadir dalam acara itu Walikota Langsa, Usman Abdullah, Staf Ahli Kementerian Kelautan dan perikanan, Asisten I Pemko Langsa Suryatno, Wakapolres, Kompol Budi, Kajari Langsa, R Ika Haykal, Ketua Pengadilan Langsa Nurnaningsih serta Dan Pos Lanal Langsa Letda Laut (P) Heri Kuswanto. (MS)

Continue Reading

Daerah

Tuntut Warek III Dicopot, Ratusan Mahasiswa Unsam Langsa Unjuk Rasa

Published

on

LANGSA, Realitarakyat.com– Ratusan mahasiswa aliansi mahasiswa Universitas Samudera (Unsam) Langsa unjuk rasa di halaman kampus mereka, Senin (20/8). Mereka tidak mengizinkan satu juga mahasiswa maupun Rektor ke luar dari kampus dengan cara memblokir pintu masuk maupun ke luar kampus.

Mereka meminta Wakil Rektor (Warek) III Unsam Langsa, Bukhari untuk dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak mengayomi mahasiswa. Mereka membawa poster, salah satunya bertuliskan ‘Bagaimana mau maju kalau sistemnya gak jelas’.

Aksi demulai sekitar pukul 11.00 WIB. Satu-persatu perwakilan mahasiswa berorasi yang meminta Rektor Unsam mencopot Warek III dari jabatannya. Jika tidak ada penjelasan dari rektor, mereka mengancam tetap bertahan di depan kampus.

Karena, Rektor tak kunjung hadir, aksi semakin panas dan mahasiswa membakar ban dan buku laporan yang sudah dibuatnya di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus setempat. Aksi berhenti sejenak, karena tiba waktu Shalat Zuhur dan para mahasiswa melaksanakan Shalat berjamaaah di depan pintu masuk Kantor Rektorat kampus.

Koordinator aksi, Ari Sanjaya saat membacakan petisi mengatakan, menolak keras hasil keputusan rapat tertutup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) tentang perubahan panduan penyusunan laporan Kualiah Kerja Nyata (KKN) periode Agustus 2018 yang diambil mendadak.

Meminta pertanggungjawaban LPPM atas laporan yang telah dicetak dan disposisi Ketua panitia KKN untuk menurunkan dan menggantikan Warek III Bidang Kemahasiswaan dengan alasan kurang cakap baik manajemen mengatur kemahasiswaan, memperlambat segala urusan kemahasiswaan, kurangnya partisipasi, penyalahgunaan admitrasi tidak dapat mengayomi mahasiswa dengan baik, dan tidak layak sebagai Warek III.

Mereka minta Rektor tidak memperlambat segala pembanggunan infrastuktur/ fasilitas yang adil kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan konsep, meminta kejelasan tentang akreditas kampus, melibatkan mahasiswa dalam penyusunan borang (dokumen instrument akreditasi) universitas Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB).

Lalu, meminta transparansi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kampus, menuntut janji Rektor terhadap kesekretariatan mahasiswa dan agar menjalin hubungan kerjasama dengan perusahan-perusahan yang ada di seluruh Indonesia.

Peserta aksi, Suhendra mengatakan, aksi ini berawal saat Ketua Pelaksana KKN yang juga menjabat sebagai Warek I Bidang Akademik, Dr Saiman sudah menandatangani atas laporan mahasiswa yang melakukan KKN sesuai buku panduan.

Namun, pihak LPPM tidak mau menerima,bahkan menyuruh membuat format baru sesuai dengan aturan kampus bukan sesuai buku panduan LPPM sehingga mahasiswa disuruh untuk kembali membuat laporan. Aksi baru bubar sekitar pukul 18.30 WIB. (MS)

Continue Reading

Daerah

Dinkes Tanjungbalai Tangani Kasus Gizi Buruk Setelah Jatuh Korban

Published

on

TANJUNGBALAI – Setelah sekian lama sejumlah elemen masyarakat meributkannya, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memperhatikan maraknya kasus gizi buruk dan stunting (kurang gizi kronis sejak dalam kandungan) di Kota Tanjungbalai. Dalam satu tahun terakhir ini diketahui, sedikitnya ada 58 kasus gizi buruk dan stunting yang terungkap.
Mirisnya, dari 58 kasus tersebut, 5 (lima) kasus diantaranya meninggal dunia karena terlambat ditangani. Penderita gizi buruk terakhir yang meninggal dunia adalah M Aidil Akbar (7 bulan), meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 2018 lalu.

Dan saat ini, RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai juga sedang merawat seorang anak penderita gizi buruk atas nama Putra. Anak dari pasanagn suami isteri M Iqbal dan Nurjannah ini masuk ke RSU Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai sejak hari Jumat (17/8) lalu.

Kepala Puskesmas Kampung Baru, dr Azhari, Senin (20/8) mengatakan, sebelum dibawa ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra terlebih dahulu menjalani perawatan si Puskesmas Kampung Baru tersebut. Akan tetapi, lanjutnya, karena kondisinya yang butuh penanganan yang lebih intensif, Putra akhirnya dirujuk ke RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai.
“Kami tadi sudah mengunjungi Putra di RSU Dr Tengku Mansyur sekaligus juga untuk mengetahui kondisinya setelah mendapat perawatan di RSU Dr Tengku Mansyur. Mudah-mudahan, setelah menjalani perawatan intensif di ruang anak di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai, Putra dapat segera disembuhkan dari penyakitnya”, ujar dr Azhari.
Hal serupa juga diungkapkan dr Amel,Sp.A, tenaga medis yang menangani Putra di RSU Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai. Katanya, pihaknya sebenarnya sudah menyarankan kepada pihak keluarga, agar membawa Putra ke Rumah Sakit di Medan, namun pihak keluarga menolak dengan alasan ketiadaan ekonomi.
Atas keterbatasan ekonomi tersebut, dr Azhari mengaku, bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Pemko Tanjungbalai sudah bersedia untuk menanggung pembiayaannya, baik saat dirawat di RSU Tanjungbalai maupun di RS di Kota Medan. Selain itu, Pemko Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan RSU Dr Tengku Mansyur juga akan terus melakukan pengawasan rutin hingga Putra dipastikan telah pulih.
“Guna menangani tingginya kasus gizi buruk di Kota Tanjungbalai, pemerintah bersama instansi terkait akan berusaha melakukan upaya untuk menekan atau mengurangi angka penderita gizi buruk di Kota Tanjungbalai ini. Selain itu, kasus stunting atau kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, juga akan mendapatkan perhatian yang cukup serius dari Pemko Tanjungbalai”, ujar dr Azhari mengakhiri keterangannya. (ign)
Keterangan :
Continue Reading

BERITA POPULER