Tuan Rumah KTT OKI, Republik Gambia Belajar dari Indonesia

Jakarta, Realitarakyat.com. – Wakil presiden RI, Jusuf Kalla, menerima kunjungan kehormatan Wakil presiden Republik Gambia, Ousaino Darboe, di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Kunjungan orang nomor dua di Republik Gambia itupun, secara khusus dengan agenda mengenai persiapan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi organisasi kerjasama Islam (KTT OKI) 2019.

Wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan, selain ingin meningkatkan hubungan Indonesia dengan Gambia, Wapres Gambia juga ingin menyampaikan undangan KTT OKI.

“Bapak Wakil Presiden Gambia ini ingin menyampaikan sebuah undangan serta penjelasan tentang Summit of the Islamic Ummat di Gambia, dan juga tentu meningkatkan hubungan Indonesia dengan Gambia,” terang Wapres JK.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres JK menekankan pentingnya kepemimpinan Gambia dalam OKI, utamanya terkait kepentingan negara-negara anggota OKI.

“Saya berharap Kepemimpinan Gambia dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat muslim anggota OKI,” ujarnya.

Sementara, kunjungan Wapres Gambia yang berlangsung 15 – 16 Juli 2018 tersebut, dimaksudkan untuk menyerap pengalaman Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, yang pernah menjadi tuan rumah berbagai acara internasional termasuk KTT OKI pada Maret 2016 lalu.

Wakil presiden Republik Gambia, Ousaino Darboe, mengatakan, pihaknya ingin belajar langsung dengan Indonesia yang dinilai berpengalaman baik sebagai tuanrumah KTT OKI.

“Kami percaya dengan gambia sebagai tuanrumah, tapi Indonesia dan Gambia menyelenggarakan KTT itu bersama-sama. Dan, kami tentunya bisa belajar dari pengalaman Indonesia sebagai tuanrumah KTT OKI,”ungkap Ousaino Darboe.

Menurut Ousaino, bahkan pihaknya menjadikan Indonesia sebagai “titik awal”, untuk menyerap pengalaman agar dapat sukses sebagai tuanrumah KTT OKI 2019 mendatang.

“Indonesia itu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jika dilaksanakan KTT ummat tentunya Indonesia adalah lokasi yang tepat. Itulah mengapa kami menilai Indonesia sebagai starting point (titik mulai). Kami ingin belajar dari pengalaman Indonesia, para ahli dari penyelenggaraan even tersebut,”imbuhnya.

Republik Gambia merupakan negara bagian Barat Afrika yang menjadi tuanrumah bagi KTT OKI ke 14 pada tahun 2019.

Sementara, hubungan Indonesia dan Gambia yang baik juga ditandai dengan berbagai bantuan yang diberikan Indonesia.

Bantuan yang telah diberikan oleh Indonesia kepada Gambia diantaranya adalah Program Pelatihan Pertanian melalui Pendirian Agricultural Rural Farmer Training Center di Jenoi sejak 1998 hingga sekarang.

Serta, Pelatihan keterampilan keprotokolan dan penyelenggaraan konferensi internasional untuk 65 peserta. (Nanang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *